8 Cara Menurunkan Tekanan Diastole pada Tubuh yang Efektif

tekanan-diastole-doktersehat
photo credit: pexels

DokterSehat.Com – Tekanan darah yang dimiliki oleh manusia ada dua. Pertama adalah tekanan sistole dan kedua tekanan diastole. Selama ini tekanan sistole lah yang menjadi acuan banyak orang. Kalau angka pada tensimeter berada di atas 120 artinya tekanan darah cukup tinggi. Sementara itu angka yang ada di bawahnya sering diabaikan.

Padahal tekanan diastole juga menentukan kesehatan dari seseorang. Kalau angka pada tekanan diastole cukup tinggi atau rendah, gangguan bisa saja terjadi dan menyebabkan masalah pada tubuh. Berikut beberapa cara mengatasi tekanan diastole yang tidak normal.

Cara menurunkan tekanan diastole yang tidak normal

Tekanan diastole baik yang tinggi atau rendah bisa menyebabkan masalah pada tubuh. Tekanan diastole yang terlalu rendah bisa menyebabkan kerusakan pada jantung. Agar tubuh tetap sehat dan tidak mengalami gangguan yang berbahaya lakukan beberapa hal di bawah ini.

  1. Hanya konsumsi lemak sehat

Lemak adalah salah satu nutrisi yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Tanpa lemak, energi di dalam tubuh tidak bisa dibuat dan Anda akan sering lemas. Itulah kenapa Anda tetap disarankan untuk mengonsumsi lemak, tapi dari jenis lemak sehat. Lemak sehat adalah lemak tidak jenuh yang berasal dari tumbuhan seperti kacang atau avokad.

Meski lemak boleh dikonsumsi, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang terbuat dari lemak trans. Lemak jenis ini buruk sekali untuk kesehatan karena bisa memengaruhi kesehatan dari jantung. Kalau  Anda sering sekali mengonsumsi makanan dari lemak tidak sehat, tekanan darah akan mengalami gangguan termasuk diastole atau tekanan darah balik.

  1. Mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan jantung

Karena organ utama yang berhubungan langsung dengan tekanan darah adalah jantung ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama kita harus menjaga kesehatan jantung. Kedua kita harus menutrisi jantung secara khusus dengan mengonsumsi beberapa makanan di bawah ini.

  • Sayuran apa pun jenisnya. Sayuran hijau seperti bayam atau brokoli akan jauh lebih baik lagi.
  • Buah-buahan yang terdiri apel, pisang, dan jeruk yang kayak potasium dan vitamin C.
  • Ikan laut atau ikan apa pun yang mengandung lemak sehat dan omega-3. Kandungan ini baik untuk kesehatan jantung dan juga otak.
  • Daging apa pun yang tidak memiliki lemak. Misal ayam tanpa lemak dan kulit serta daging sapi yang lemaknya sangat kecil.
  • Telur utuh dengan jumlah yang pas.
  • Olahan susu yang rendah lemak seperti keju atau yoghurt.
  • Beras merah dan oatmeal.
  • Beberapa jenis kacang dan biji-bijian.
  1. Jangan mengonsumsi kafein terlalu banyak

Kafein adalah bahan aktif yang banyak ditemukan di kopi, teh, dan beberapa minuman lainnya. Kafein memang baik untuk kesehatan khususnya saat akan kerja dan olahraga. Tubuh bisa menjadi semangat dan tenaga meningkat. Namun, kalau kafein yang dikonsumsi terlalu banyak akan ada beberapa masalah pada tubuh khususnya tekanan darah.

Kalau Anda adalah orang yang cenderung memiliki tekanan darah tinggi hindari konsumsi kopi secara berlebihan. Ada baiknya untuk mengganti kopi dengan air putih saja agar tekanan darah tetap terjaga. Kalau kopi terus dikonsumsi, tekanan darah akan terus naik dan jantung akan menjadi korbannya.

  1. Batasi garam perbanyak potasium

Mengonsumsi makanan yang terlalu asin bisa menyebabkan masalah pada tubuh berupa tekanan darah yang sangat tinggi. Kalau Anda terus melakukannya, ada kemungkinan tekanan darah menyebabkan masalah seperti penyakit jantung hingga serangan pada otak seperti stroke.

Alih-alih mengonsumsi banyak sodium atau garam, ada baiknya untuk mengonsumsi potasium. Mengonsumsi suplemen dengan kandungan potasium atau mengonsumsi pisang bisa menurunkan tekanan darah yang berlebihan.

  1. Batasi konsumsi makanan manis

Makanan manis yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan dua hal. Pertama adalah kegemukan. Seseorang dengan kondisi obesitas rawan sekali mengalami masalah yang berkaitan dengan tekanan darah yang tinggi.

selanjutnya obesitas dan gula bisa memicu kondisi diabetes. Sekali lagi, kondisi ini erat hubungannya dengan tekanan darah yang sangat tinggi termasuk diastole.

  1. Olahraga dan menurunkan berat badan

Lakukan olahraga secara rutin setiap harinya. Dalam satu minggu pastikan untuk melakukan olahraga 3-5 kali. Selain olahraga, ada baiknya Anda menurunkan berat badan dengan diet.

  1. Hentikan merokok dan alkohol

Rokok bisa menyebabkan gangguan pada tekanan dan merusak dinding di dalam pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah akan cenderung tinggi baik sistole atau diastole. Kalau kondisi ini tidak juga diatasi, gagal jantung bisa saja terjadi atau stroke yang cukup parah.

Selain masalah rokok, ada satu lagi aktivitas yang menyebabkan Anda mengalami gangguan tekanan darah. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Kandungan zat kimia di dalam alkohol bisa membuat Anda susah sekali memiliki tekanan darah yang normal serta memicu kondisi obesitas.

  1. Lakukan pengecekan rutin

Lakukan pengecekan rutin dengan cara membeli alat untuk melakukan pengukuran secara otomatis. Anda bisa melakukan pengukuran setiap harinya. Atau seminggu sekali agar terjaga tekanan diastole dan sistolenya. Selama ini gangguan pada jantung muncul lantaran Anda tidak tahu kalau tubuh sedang mengalami gangguan.

Kalau Anda bisa melakukan pengecekan rutin, begitu ada gangguan yang terjadi Anda bisa segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan memperoleh obat. Selain masalah obat, Anda juga akan tahu apa saja yang memicu tekanan diastole tidak normal dengan melihat tensimeter dan juga aktivitas yang baru saja dilakukan.

Inilah beberapa ulasan tentang cara mengatasi tekanan bawah atau diastole yang bisa terlalu rendah. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda dan bisa digunakan untuk rujukan agar memiliki tekanan darah yang stabil baik sistole atau diastole.