Cara Menjaga Nutrisi Ibu Hamil agar Seimbang dan Membantu Pertumbuhan Janin

nutrisi-selama-kehamilan-doktersehat

DokterSehat.Com – Wanita yang sedang mengandung tidak bisa makan sembarangan. Kalau mereka makan sembarangan atau malah melakukan diet dengan serampangan, janin yang ada di dalam kandungannya akan terdampak. Pasalnya janin hanya mendapatkan nutrisi dari ibu, kalau nutrisinya kurang, bayi akan mengalami gangguan pertumbuhan. Sebaliknya kalau terlalu banyak bisa memicu obesitas.

Oleh karena itu wanita harus memperhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh agar seimbang sehingga tidak menyebabkan masalah. Berikut beberapa cara menjaga nutrisi pada ibu hamil agar selalu berada di jalur yang benar.

Cara menjaga nutrisi selama kehamilan

Nutrisi ibu hamil sangat kompleks karena harus memperhatikan kondisi janin yang ada di dalam rahimnya. Oleh karena simak menjaga nutrisi selama hamil dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Temui dokter atau ahli gizi terkait untuk melakukan pengukuran berat badan dan juga pertambahannya. Biasanya setiap wanita memiliki pertumbuhan badan normal dilihat dari kondisi BMI. Kalau pertumbuhan cukup lambat, kalori harus digenjot. Sebaliknya kalau mengalami kelebihan harus dikurangi.
  • Menggunakan suplemen asam folat yang baik untuk pertumbunan janin. Dalam satu hari seorang wanita butuh 400 mcg asam folat dari makanan atau dari suplemen yang dicampur dengan susu.
  • Vitamin C dan zat besi juga harus dicukupi setiap hari. Dua mineral ini bisa dicukupi dengan makanan dan minuman. Memenuhi vitamin C dan zat besi akan memberikan tambahan daya tahan sehingga Anda tidak mudah sakit.
  • Jangan sampai tidak makan secara rutin. Dalam satu hari usahakan makan lima kali sehari dengan porsi yang lebih sedikit. Dengan porsi ini Anda tidak akan mudah lapar dan nutrisi selalu terpenuhi setiap waktu.
  • Air harus tetap dipenuhi sebanyak 6-8 gelas setiap hari. Pada wanita hamil, minum banyak air mungkin memicu beser, tapi ini lebih baik daripada dehidrasi yang memicu gangguan pada janin.
  • Kalau Anda memiliki sakit tertentu dan tidak bisa makan beberapa makanan, usahakan untuk menemui ahli gizi. Minta mereka membuatkan menu harian yang tetap bermanfaat untuk tubuh, tapi tidak memicu sakit menjadi kambuh.
  • Hindari makan makanan yang berlemak atau jenis junk food Makanan manis juga tidak boleh terlalu banyak karena bisa memicu obesitas.

Efek kekurangan gizi selama kehamilan

Kalau seorang wanita sering lupa makan atau tidak bisa memenuhi gizi hariannya, beberapa kondisi di bawah ini bisa terjadi. Oleh karena itu, selalu penuhi nutrisi dan minta bantuan pasangan untuk menyiapkannya.

  • Bayi lahir dengan bobot tidak terlalu besar. Bayi dengan bobot rendah ini berisiko mengalami komplikasi pasca persalinan. Pertumbuhannya juga terganggu sehingga butuh nutrisi tambahan.
  • Komplikasi pada kehamilan dan juga persalinan. Kondisi ini sangat berbahaya pada ibu dan janin yang sedang dikandungnya. Komplikasi bisa menyebabkan gangguan saat persalinan sehingga tindakan medis lanjutan harus dilakukan.
  • Kemungkinan terjadi persalinan prematur akan besar. Persalinan prematur terjadi saat janin belum berusia 9 bulan. Oh ya, bayi yang lahir prematur ada kemungkinan mengalami gangguan organ karena tidak semuanya tumbuh sempurna.
  • Bayi yang lahir dan akhirnya tumbuh membesar akan mudah sekali mengalami sakit dan gangguan lainnya.
  • Keguguran pada trimerster awal. Nutrisi sangat penting untuk menunjang kekuatan janin di dalam rahim. Kalau kekuatannya rendah karena minim nutrisi, kemungkinan gugur akan besar.
  • Meski sangat langka, masih ada kemungkinan janin yang lahir serta ibunya mengalami kematian. Kondisi ini sangat berbahaya dan harus benar-benar diperhatikan dengan baik.

Efek kelebihan gizi selama kehamilan

Berbanding terbalik pada pembahasan sebelumnya. Wanita yang mengalami gizi terlalu banyak sehingga terjadi penimbunan lemak juga bisa sebabkan gangguan janin dan persalinan. Berikut beberapa hal yang akan terjadi kalau wanita hamil sering mengalami surplus kalori berlebihan.

  • Kenaikan tekanan darah selama hamil atau preeklampsia. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil dan juga janin yang sedang dikandungnya.
  • Diabetes gestasional. Gula darah jani naik signifikan dan kondisi diabetes terjadi. Kondisi diabetes ini bisa sementara atau terus berlanjut pada wanita pasca persalinan.
  • Kemungkinan terjadi kelahiran abnormal atau sungsang akan besar. Persalinan sungsang rawan sekali menyebabkan janin yang mau lahir mengalami kematian atau gangguan kronis lainnya.
  • Meningkatkan persalinan dengan cara Caesar. Kegemukan akan membuat area panggil menyempit karena dipenuhi lemak. Jalan satu-satunya yang bisa ditempuh agar bayi dan ibu selalu sehat adalah dengan operasi Caesar.
  • Komplikasi persalinan pada ibu yang menyangkut kerusakan pada saluran reproduksi karena janin yang keluar terlalu besar.
  • Kemungkinan terjadi trauma pasca persalinan akan besar.

Ragam nutrisi yang penting selama kehamilan

Berikut beberapa jenis nutrisi yang paling penting selama kehamilan dan harus dipenuhi oleh ibu.

  • Asam folat. Konsumsi bisa dalam bentuk suplemen, susu, atau dari bayam, avokad, brokoli, dan biji-bijian.
  • Aneka ikan laut banyak mengandung DHA. Kalau Anda tidak bisa makan ikan atau susah mendapatkannya, gunakan susu dengan tambahan DHA.
  • Zat besi. Selama hamil wanita akan mudah lelah dan energinya terbagi. Zat besi akan membantu wanita untuk tidak mudah lelah. Zat besi berasal dari sayuran hijau, hati, dan daging.
  • Baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
  • Vitamin D. Bekerja bersama-sama dengan kalsium untuk tulang dan gigi bayi serta tulang pada ibu itu sendiri.
  • Air putih dan air bernutrisi lainnya seperti jus buah, sup, dan olahan yoghurt.

Inilah sedikit ulasan tentang cara menjaga nutrisi selama kehamilan yang kerap diabaikan oleh wanita atau mungkin pasangannya. Nah, dari beberapa ulasan di atas, mana saja yang menurut Anda paling rawan dilupakan sehingga pertumbuhan janin mengalami gangguan?