Terbit: 23 November 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Level testosteron pria atau hormon seks bisa menjadi tidak stabil seiring dengan berjalannya waktu. Seperti halnya estrogen pada tubuh wanita, kadar hormon testosteron juga bisa anjlok dan menyebabkan masalah. Salah satu masalah itu adalah kemampuan pria untuk mendapatkan ereksi sempurna akan hilang begitu saja.

Cara Meningkatkan Testosteron di Tubuh Pria

Cara Meningkatkan Testosteron yang Alami

Selain masalah impotensi yang sering membuat pria tidak nyaman, testosteron juga memengaruhi gairah. Penurunan gairah bisa saja terjadi dan membuat pria mengalami kemunduran masalah seksual. Terakhir, testosteron yang anjlok juga memengaruhi kesuburan dari pria.

Melihat fakta tersebut, tentunya kadar hormon testosteron di dalam tubuh perlu dipertahankan dan bahkan sebisa mungkin untuk ditambah. Berikut beberapa cara meningkatkan testosteron yang alami dan juga aman:

  1. Olahraga secara rutin

Salah satu penyebab utama penurunan kadar testosteron di dalam tubuh adalah kegemukan atau obesitas. Lemak yang terlalu banyak di dalam tubuh menyebabkan testosteron jadi anjlok dan tidak bisa dikendalikan. Kondisi ini juga diikuti dengan penurunan kemampuan ereksi dari pria sehingga mereka susah saat melakukan seks.

Saat pria berusia 30 tahun ke atas, kadar testosteron juga akan menurun secara berkala. Kalau dua hal ini terjadi pada tubuh, bisa dipastikan kesuburan dari pria juga akan ikut terganggu. Lakukan olahraga seperti angkat beban atau kardio. Lakukan perlahan-lahan dan sesuai dengan porsi agar lemak di dalam tubuh menurun seiring dengan berjalannya waktu.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  1. Tidur dengan cukup

Selain berolahraga secara rutin, cara meningkatkan testosteron adalah dengan tidur  sempurna. Maksud dari tidur sempurna ini adalah tidur dengan jumlah jam yang tepat dan kualitasnya terjaga. Dalam satu hari, pria disarankan untuk tetap tidur selama 6-8 jam dan menghindari begadang atau tidur terlalu malam.

Selanjutnya, tidur yang dilakukan juga harus berkualitas artinya tidak gampang bangun di tengah malam atau mengalami sleep apnea. Tidur yang berkualitas dan lama ini kesehatan pria akan membaik. Jumlah testosteron di dalam tubuh akan terjaga sehingga fungsi seksual dan reproduksi dari pria tidak akan mengalami gangguan.

  1. Mengatur pola makan

Olahraga degan intens tidak akan maksimal untuk menjaga kadar testosteron di dalam tubuh kalau pria masih tidak bisa menjaga apa yang dimakan. Hindari makanan dengan kandungan lemak yang terlalu tinggi dan terlalu manis. Dua hal ini akan membuat lemak di dalam tubuh sulit hilang. Bahkan kemungkinan terjadi penambahan lemak akan besar.

Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran selain mengonsumsi protein. Bila diperlukan lakukan pencatatan jumlah kalori yang masuk setiap harinya. Usahakan untuk defisit sekitar 500 kalori kalau ingin turun berat badan hingga 0,5 kg per minggu.

  1. Sesekali melakukan puasa

Sesekali lakukan puas seperti intermittent fasting. Puasa akan mengembalikan kondisi tubuh menjadi lebih segar. Selain itu, metabolisme juga akan kembali seperti semula. Anda bisa melakukan puasa sebanyak 1-2 kali dalam seminggu, Sesuaikan dengan kebutuhan agar hasilnya maksimal.

Oh, ya, puasa yang dilakukan bisa puasa kering atau puasa basah. Puasa kering tidak mengonsumsi apa pun termasuk air. Selain itu, puasa basah masih diperbolehkan untuk minum air hingga jendela makan terbuka dan Anda bisa mengonsumsi asupan kalori harian.

  1. Menjauhi rokok dan alkohol

Cara meningkatkan testosteron di dalam tubuh agar tetap stabil adalah dengan selalu hindari konsumsi rokok dan juga alkohol. Dua hal ini akan memberikan suplai racun dalam jumlah besar dan mengganggu fungsi dari testis dalam menghasilkan testosteron.

Itu dia beberapa cara meningkatkan testosteron pada tubuh pria mulai dari anak hingga lanjut usia. Mana saja yang menurut Anda paling mudah dilakukan? Semoga bisa membantu kita semua dalam mempertahankan kadar testosteron di dalam tubuh.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi