Beranda Informasi Kesehatan Cara Mengobati Sakit Kepala Belakang

Cara Mengobati Sakit Kepala Belakang

Doktersehat-sakit-kepala-belakang
Photo Credit: Flickr.com/Plum_Plum

DokterSehat.Com – Pada dasarnya, sakit kepala bisa terjadi di semua bagian kepala seperti sakit kepala belakang, sakit kepala di sisi kiri atau kanan atau sakit kepala bagian atas. Kemunculan rasa sakit pada setiap bagian kepala ini memiliki latar belakang penyebab yang berbeda-beda.

Sakit kepala secara medis dikenal juga dengan sebutan cephalalgia yang diartikan sebagai rasa sakit di bagian kepala. Hal ini terjadi ketika nociceptor di kepala, yaitu neuron sensorik merespon rasa sakit.

Dari reseptor ini akan terdapat rasa sakit di kepala yang diakibatkan dari rangsangan seperti ketegangan otot, stres, atau pembuluh darah yang melebar. Rasa sakit akan timbul ketika reseptor mengirim pesan ke sel-sel saraf di otak.

Rasa sakit yang dirasakan di bagian kepala bisa terkumpul disatu sisi dan juga dapat menyebar ke depan atau belakang kepala. Seseorang yang mengalami sakit kepala akan sangat merasakan kesulitan untuk menikmati kegiatan apapun.

baca juga: 3 Hal Tak Terduga yang Bisa Menjadi Penyebab Sakit Kepala

 

Penyebab Sakit Kepala Belakang

Pada dasarnya, sakit kepala dapat disebabkan oleh gangguan dari gangguan pada struktur penyusun kepala itu sendiri, termasuk otot, saraf dan pembuluh darah. Sakit kepala juga mungkin dipengaruhi oleh faktor lain seperti menderita suatu penyakit hingga situasi psikis dan lingkungan.

Berikut adalah beberapa penyebab sakit kepala belakang yang harus Anda tahu, antara lain:

  • Aktivitas fisik

Penyebab sakit kepala bagian belakang bisa dipicu oleh aktivitas fisik yang berat. Aktivitas berat itu antara lain: mengejan saat buang air besar, aktivitas seksual hingga berlari. Pada beberapa kasus, sakit kepala belakang ini bisa terasa tepat di belakang mata.

Pusing kepala belakang ini biasanya berlangsung selama 20 menit. Pada umumnya, pusing kepala bagian belakang ini tidak mengindikasikan masalah serius, namun mungkin bisa juga merupakan tanda gangguan pembuluh darah pada otak, meskipun ini sangat jarang terjadi. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda sering sekali terserang penyakit ini.

  • Ketegangan

Sakit kepala belakang dapat terjadi karena otot-otot yang terletak di leher dan pundak mengalami ketegangan. Ketegangan otot-otot dapat disebabkan karena faktor kurang tidur, kecemasan, stres, kelelahan, sakit gigi, serta postur tubuh yang buruk.

Selain itu, kepala belakang sakit juga bisa disebabkan oleh sakit kepala harian kronis yang dipicu oleh cedera pada leher ataupun kelelahan. Sakit kepala bagian belakang ini lebih sering menyerang wanita akibat otot pada bagian belakang leher menegang.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit kepala belakang adalah fisioterapi. Fisioterapi merupakan salah satu anjuran untuk meredakan sakit kepala harian kronis.

Pada kasus tertentu, dokter bisa mengombinasikan dengan obat antidepresan. Sedangkan, obat pereda nyeri tidak disarankan untuk sakit kepala harian kronis karena justru dapat memperparah kondisinya.

  • Sakit kepala sinus

Sinus adalah ruang yang berisi udara dan terletak di dalam tengkorak yang terdiri dari empat pasang. Selaput lendir yang melapisi rongga tersebut dapat mengeluarkan lendir yang berguna untuk membasahi bagian hidung.

Sakit kepala dapat terjadi karena infeksi atau karena peradangan sinus. Sedangkan sakit kepala bagian belakang dapat terjadi karena peradangan sinus sphenoid yang berada di dalam tengkorak.

  • Sakit kepala carvicogenik

Sakit kepala carvicogenik merupakan sakit kepala jenis sekunder yang disebabkan karena masalah leher. Sakit kepala carvicogenik dapat dibedakan menjadi dua yaitu sakit kepala myogenik dan vertebrogenik.

Sakit kepala myogenik dapat terjadi saat otot-otot leher tegang, sedangkan sakit kepala vertebrogenik terjadi saat sendi tulang di leher mengalami disfungsional.

  • Migrain basilar

Sakit kepala belakang lainnya juga bisa disebabkan oleh migrain basilar. Tidak seperti migrain pada umumnya, migrain basilar ini terasa di belakang kepala, tepatnya arteri basilar. Migrain tersebut kerap diawali dengan gejala seperti pandangan kabur, telinga berdenging, pusing, hingga gangguan mendengar maupun berbicara.

Namun selain gejala-gejalanya yang cukup mengganggu, migrain tersebut tidak membuat penderitanya merasa lemah, meski dalam kasus tertentu, patut diwaspadai karena jenis migrain ini terkait dengan stroke. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami sakit kepala dengan gejala menyerupai migrain basilar.

  • Neuralgia oksipital

Neuralgia oksipital mengacu pada kondisi medis yang dapat terjadi saat saraf oksipital mengalami kerusakan. Sakit kepala bagian belakang dapat terjadi karena saraf yang mengalami kerusakan dan meradang akibat infeksi, cedera leher, osteoarthritis atau tumor.

Sakit kepala belakang ini kadang dianggap migrain karena gejalanya yang hampir sama. Rasa sakit yang dirasakan pada neuralgia oksipital umumnya seperti sengatan listrik yang tajam yang menusuk pada kepala dan leher.

baca juga: Sering Sakit Kepala Ketika Bangun Pagi? Mungkin ini Penyebabnya

Menangani Sakit Kepala Belakang

Setelah Anda mengetahui berbagai penyebab dari sakit kepala belakang, Anda juga perlu tahu cara mengatasi sakit kepala belakang. Berikut adalah beberapa cara mengobati sakit kepala belakang yang dapat dengan mudah dilakukan di rumah, di antaranya:

  • Memijat kepala

Berikan pijatan yang lembut pada bagian pada area yang sakit. Selain itu, cobalah berikan pijatan lembut pada leher, punggung, bahu dan pelipis. Pijatan lembut tersebut juga dapat mengurangi ketegangan otot yang menyebabkan rasa sakit kepala muncul.

  • Kompres hangat

Kompres menggunakan air hangat pada bagian kepala belakang dan leher agar otot-otot tidak tegang. Tidak hanya mengompres, Anda juga bisa mencoba mandi dengan air hangat. Mandi air hangat dipercaya efektif mengurangi ketegangan otot sehingga meredakan sakit kepala belakang.

Selain menggunakan air hangat, mengompres menggunakan es juga dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dikepala akibat migrain.

  • Tidur

Jika Anda mengalami sakit kepala sebaiknya tidur di ruangan yang tenang dan gelap. Matikan lampu saat tidur agar lebih nyaman. Selain itu, hindari faktor-faktor pemicu sakit kepala, seperti mengatur pola hidup yang baik dan mengelola stres.

Obat Sakit Kepala Bagian Belakang

Jika beberapa penanganan sakit kepala belakang di atas tidak membantu untuk meredakan rasa sakit, tak ada salahnya Anda mengonsumsi obat untuk meredakan rasa sakit yang Anda alami.

Jenis obat untuk sakit kepala yang bisa Anda gunakan adalah obat antinyeri yang dapat dibeli bebas di apotek. Namun sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar diberikan obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Sebagai langkah pencegahan, dokter juga mungkin menganjurkan Anda mengonsumsi obat antidepresan, obat yang merelaksasi otot, obat untuk mengontrol tekanan darah, atau obat-obatan antikejang.

Pada akhirnya, obat sakit kepala belakang disertai dengan perawatan tambahan di rumah, dapat menjadi solusi untuk meredakan rasa sakit kepala belakang. Meski demikian, waspadai sakit kepala bagian belakang yang tidak kunjung sembuh atau menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Segera konsultasi ke dokter guna mengetahui penyakit yang Anda alami.