Terbit: 28 April 2021 | Diperbarui: 29 April 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mata minus atau rabun jauh adalah masalah penglihatan yang membuat seseorang kesulitan melihat objek jarak jauh. Kabar baiknya, rabun bisa berkurang dengan berbagai pengobatan alami hingga medis. Selengkapnya simak cara mengatasi rabun jauh.

17 Cara Mengurangi Mata Minus yang Alami dan Medis

Apa Itu Mata Minus?

Mata minus atau dalam istilah medisnya myopia adalah masalah penglihatan yang umum terjadi di mana penderitanya dapat melihat objek secara jelas dalam jarak dekat, tetapi objek yang lebih jauh terlihat kabur atau buram.

Rabun jauh dapat terjadi ketika bentuk mata menyebabkan sinar cahaya membengkok (membias) secara tidak benar, yang memfokuskan gambar di depan retina, bukan pada retina. Rabun jauh dapat berkembang secara bertahap atau cepat, biasanya memburuk selama masa kanak-kanak dan remaja, dan cenderung keturunan dari keluarga.

Cara Mengurangi Mata Minus

Ada banyak cara yang bisa membantu mengurangi rabun jauh, perawatannya mulai dari penggunaan kacamata atau lensa kontak yang diresepkan dokter, hingga tindakan operasi.

Berikut ini beberapa cara mengurangi mata minus:

1. Kacamata

Cara paling populer yang aman bagi kebanyakan orang untuk mempertajam rabun jauh adalah menggunakan kacamata. Bergantung pada tingkat koreksi penglihatan yang diperlukan, Anda akan memakai kacamata setiap hari atau hanya saat diperlukan untuk penglihatan jarak jauh.

Beberapa anak penderita myopia mungkin hanya membutuhkan kacamata untuk bermain bola, menonton film, atau melihat papan tulis. Beberapa orang mungkin perlu memakai kacamata terus-menerus untuk melihat dengan jelas.

2. Lensa Kontak

Menggunakan lensa kontak membuat penglihatan jarak jauh lebih tajam dan lebih lebar. Tidak seperti kacamata, lensa diterapkan tepat pada bola mata.

Lensa kontak tersedia dalam berbagai bahan dan desain, termasuk lunak dan kaku, permeabel gas dalam kombinasi dengan desain spheris, toric, dan multifokal. Sebelum memilihnya, konsultasikan kepada dokter mata tentang lensa kontak terbaik untuk Anda.

3. Orthokeratology

Dalam prosedur ini, orang dengan mata minus akan memakai lensa kontak kaku yang dapat menyerap gas selama beberapa jam sehari sampai kelengkungan mata rata. Kemudian akan lebih jarang memakai lensa untuk mempertahankan bentuk baru.

Jika menghentikan perawatan ini, mata  akan kembali ke bentuk semula. Ini telah terbukti bahwa lensa kaku memperlambat perpanjangan bola mata rabun jauh, yang mengurangi miopi.

4. Phakic ICL (Lensa Kontak Implan)

ICL atau lensa kontak implan adalah prosedur operasi dengan menerapkan lensa pada mata di antara lensa alami dan iris, atau di antara iris dan kornea.

Sebelum menjalani prosedur ini, konsultasikan dengan dokter mata yang sangat terlatih untuk mengetahui prosedur mana yang tepat untuk Anda. Dokter mata dapat memberikan penilaian dan membantu menentukan pilihan perawatan terbaik.

5. LASIK

Ini adalah prosedur keratomileusis in situ dengan bantuan laser, operasi paling umum untuk memperbaiki rabun jauh. Dalam prosedur LASIK, dokter mata akan menggunakan laser untuk memotong flap (pembukaan lapisan) yang tipis melalui bagian atas kornea, untuk membentuk kembali jaringan kornea bagian dalam, dan kemudian meletakkan flap kembali ke tempatnya.

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Mata Lelah dan Perih Akibat Komputer

6. LASEK

Seperti LASIK, prosedur keratektomi subepitel juga dengan bantuan laser. Dalam prosedur LASEK, dokter mata menggunakan laser untuk memotong flap tipis hanya melalui lapisan atas (epitel) kornea, untuk membentuk kembali lapisan luar, dan kemudian menutup flap.

7. PRK (Photorefractive Keratectomy)

PRK merupakan jenis operasi mata laser untuk memperbaiki rabun jauh ringan atau sedang, dan juga untuk memperbaiki rabun dekat atau astigmatisme. Selama prosedur PRK, dokter mata menggunakan laser untuk membentuk kembali permukaan kornea, yang meratakannya dan memungkinkan sinar cahaya untuk fokus pada retina.

Tidak seperti LASIK, dokter mata tidak akan memotong flap. PRK lebih disukai pasien dengan kornea yang lebih tipis atau memiliki permukaan kasar, karena mengganggu jaringan kornea yang lebih sedikit daripada operasi LASIK.

8. Obat Topikal (Atropin)

Atropin adalah obat tetes mata yang biasanya untuk melebarkan pupil mata, seringkali sebagai bagian dari pemeriksaan mata atau sebelum dan sesudah operasi mata. Obat mata minus dalam berbagai dosis juga dapat membantu memperlambat perkembangan rabun jauh.

Baca Juga: 12 Ciri-Ciri Mata Minus pada Anak dan Dewasa

Cara Mengurangi Mata Minus Lainnya yang Alami

Salah satu cara terbaik untuk merawat mata dari rabun jauh adalah dengan merawat seluruh tubuh. Pilihan sehat dengan pola makan, pola tidur, dan olahraga, memeriksakan mata ke dokter secara rutin, dan mempraktikkan kebersihan yang baik, dapat menjaga kondisi tubuh dan mata tetap sehat.

Berikut ini sejumlah cara menghilangkan mata minus yang alami.

1. Perbanyak Waktu di Luar

Menghabiskan waktu di luar rumah selama masa remaja dan awal masa dewasa dapat menurunkan risiko rabun jauh seumur hidup. Ini karena paparan sinar ultraviolet (UV) matahari dapat mengubah struktur molekul sklera dan kornea serta membantu mempertahankan bentuk normal.

2. Makan Makanan yang Kaya Antioksidan dan Vitamin A

Mengonsumsi sayuran berdaun, wortel, dan ikan dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus menjadi cara menyembuhkan mata minus. Makan makanan bergizi bisa membantu meningkatkan penglihatan dan memperlambat kehilangan penglihatan terkait usia.

3. Tidur yang Cukup

Ketika kelelahan, mata akan lebih mudah tegang dan terasa seperti kelilipan pasir dan terasa kering. Waktu tidur yang cukup dapat mengurangi mata lelah dan karenanya meningkatkan penglihatan dari rabun jauh.

4. Menggunakan Kacamata Anti-UV

Gunakanlah kacamata hitam dengan perlindungan UV saat berada di bawah sinar matahari. Ini untuk mencegah paparan sinar matahari langsung yang dapat mengurangi kemampuan penglihatan dengan eksposur yang lama.

5. Menggunakan Pelindung Mata saat Beraktivitas

Selain kacamata anti-UV, gunakanlah pelindung mata saat beraktivitas atau bekerja yang berisiko menimbulkan cedera pada mata. Masalah penglihatan yang paling umum untuk orang dewasa muda (berusia antara 19 dan 40) terkait dengan cedera dan stres pada mata.

6. Kurangi Menatap Layar

Jika menghabiskan banyak waktu melihat layar, seperti komputer atau smartphone, sebaiknya istirahat beberapa saat dan lihat objek lain sejauh 20 kaki setiap 20 menit selama 20 detik setiap kalinya. Cara ini membantu mencegah ketegangan mata, yang menyebabkan kelelahan mata, sakit kepala, ketegangan leher, dan penurunan penglihatan.

7. Jangan Merokok

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan fisik, termasuk kerusakan saraf optik, degenerasi makula terkait usia, dan katarak, yang semuanya bisa berdampak negatif pada kemampuan penglihatan.

8. Menjalani Pemeriksaan Mata secara Teratur

Rajin memeriksakan mata ke dokter mata adalah cara terbaik untuk memastikan kesehatan mata sebaik mungkin. Memeriksakan mata secara rutin ke dokter dapat langsung mendeteksi potensi masalah dan membantu menjaga kesehatan mata dan penglihatan.

9. Latihan Senam Mata

Mata yang lelah atau mata stres dapat berakibat pada kecacatan mata, seperti rabun jauh atau mungkin rabun dekat. Untuk mengatasinya, cobalah melakukan latihan senam mata untuk merangsang otot mata agar dapat berkontraksi dengan baik.

Cara menghilangkan mata minus ini cukup mudah, putarlah mata 360 derajat, melirik ke kanan dan kiri, serta melihat ke bawah dan ke atas. Lakukan cara ini beberapa kali ketika mata merasa kelelahan.

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Mudah dan Ampuh!

Penyebab Mata Minus

Berikut ini penyebab kemampuan mata menurun yang perlu anda ketahui:

  • Pola makan yang tidak sehat, seperti asupan karbohidrat sederhana yang berlebihan dan makanan yang terlalu diolah, serta makan ketika merasa stres.
  • Kebiasaan membaca yang salah, seperti membaca sambil tiduran dan membaca di tempat dengan penerangan yang kurang.
  • Polutan di udara, air dan makanan (bahan kimia, pengawet, dan lainnya).
  • Mengonsumsi gula yang berlebihan.
  • Tempat kerja yang buruk
  • Terlalu banyak menatap layar televisi, komputer, atau smartphone.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. What is myopia?. https://www.optegra.com/conditions/myopia/ (Diakses pada 28 April 2021)
  2. Anonim. 2020. Myopia (Nearsightedness). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8579-myopia-nearsightedness
  3. Anonim. Tanpa Tahun. How To Improve Eyesight Naturally (& Safely). https://www.nvisioncenters.com/improve-eyesight/
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Nearsightedness. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nearsightedness/diagnosis-treatment/drc-20375561 (Diakses pada 28 April 2021)
  5. Smith, Anna. 2020. What to know about myopia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/myopia. (Diakses pada 28 April 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi