Terbit: 19 November 2020 | Diperbarui: 20 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cara menghitung HPL (hari perkiraan lahir) yang paling mudah adalah dengan menambahkan 280 hari (40 minggu) dari hari pertama haid terakhir (dengan asumsi siklus haid 28 hari). Namun, jika siklus menstruasi Anda tidak teratur, HPL mungkin akan berbeda dari aturan ‘280 hari’. Simak penjelasan selengkapnya mengenai berbagai metode penghitungan tanggal lahir.

Cara Menghitung HPL dengan Mudah (Bumil Wajib Tahu)

Mengenali Berbagai Cara Menghitung HPL

Sebelum menjelaskan mengenai tanggal jatuh tempo persalinan, penting untuk diketahui bahwa metode ini hanyalah perkiraan. Rata-rata hanya 5% kelahiran terjadi tepat sesuai perkiraan. Sebagian besar kelahiran terjadi seminggu sebelum atau sesudah tanggal jatuh tempo. 

Berikut berbagai metode perhitungan yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)

Sebagian besar kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu (atau 38 minggu sejak pembuahan). Jadi, untuk menentukan tanggal lahir adalah dengan menghitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir.

Berpatokan pada aturan Naegele, bulan dari HPHT ditambah 9 sementara hari ditambah 7. Misalnya, HPHT Anda adalah 21 Februari 2016, maka perkiraan tanggal persalinan= bulan: 2+9= 11 kemudian hari: 21+7= 28. Maka hari perkiraan bayi Anda lahir adalah 28 November 2018.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Aturan yang kedua adalah jika HPHT ada di bulan April sampai Desember. Jika hari pertama haid terakhir Anda adalah 1 Juni 2018 maka perkiraan tanggal persalinan= tahun: 2018+1= 2019, bulan: 6-3=3, dan hari: 1+7= 8. Perkiraan bayi lahir adalah 8 Maret 2019.

2. Tanggal Konsepsi

Menghitung tanggal perkiraan lahir berdasarkan hari pertama haid terakhir mungkin akurat untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang relatif teratur. Akan tetapi, jika siklus Anda tidak teratur, cara tersebut mungkin tidak berhasil menentukan tanggal yang tepat.

Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan tanggal pembuahan (jika Anda mengingatnya). Kemudian tambahan 266 hari untuk mendapatkan hari perkiraan lahir.

3. In Vitro Fertilization Transfer Date

Cara menghitung HPL ini khusus untuk wanita yang hamil dengan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Penghitungannya dimulai dari tanggal transfer IVF. Jika Anda memiliki transfer embrio hari ke 5, hitung 261 hari sejak tanggal transfer. Jika Anda mengalami transfer embrio hari ke-3, hitung 263 hari sejak tanggal transfer.

4. Tinggi Fundus Uteri

Tinggi fundus uteri akan diukur oleh dokter atau bidan saat pemeriksaan kehamilan. Pengukuran dilakukan dari tulang kemaluan sampai bagian atas rahim. Setelah 20 minggu, tinggi fundus uteri biasanya akan sama dengan jumlah minggu usia kehamilan. Dengan kata lain, pada usia kehamilan 21 minggu, tinggi fundus uteri biasanya sekitar 21 cm.

Terkadang, tinggi fundus tidak cocok dengan sempurna. Akan tetapi jika Anda mengukur jauh lebih kecil atau lebih besar dari yang diharapkan, pemeriksaan dengan ultrasound mungkin diperlukan.

5. Menggunakan Ultrasound

Ultrasonografi pada trimester pertama kehamilan (sebelum 13 minggu) dapat digunakan untuk memperkirakan tanggal persalinan atau memastikan tanggal jatuh tempo yang ditentukan oleh haid pertama haid terakhir.

USG transvaginal biasanya dilakukan antara usia kehamilan 9 sampai 13 minggu. Selama prosedur, dokter akan mengukur panjang janin dari mahkota hingga bokong. Begitulah cara dokter memperkirakan usia janin dan tanggal perkiraan kelahiran.

Metode lain yang bisa digunakan adalah biparietal diameter (BPD), teknik yang digunakan untuk mengukur diameter tengkorak. Metode ini memiliki tingkat keakuratan yang lebih tinggi dibanding yang lain.

Bisakah Hari Perkiraan Lahir Berubah?

Dokter mungkin akan merevisi tanggal persalinan jika selama pemindaian ultrasound trimester pertama janin lebih besar atau lebih kecil dari yang diharapkan untuk usia kehamilan. Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur sehingga sulit untuk menentukan tanggal pembuahan.

Jika tanggal perkiraan USG berbeda dari tanggal yang ditentukan oleh haid terakhir, kedua tanggal tersebut harus dicatat dalam catatan medis Anda. Sedangkan jika perkiraan USG kurang dari tujuh hari dari tanggal jatuh tempo siklus menstruasi, maka tanggal perkiraan lahir tidak akan berubah. Jika lewat lebih dari tujuh hari, tanggal jatuh tempo Anda mungkin berubah.

Dokter akan mengukur janin selama pemeriksaan USG untuk mengetahui seberapa jauh usia janin dan kemudian memberi tanggal perkiraan lahir yang baru.

Mengapa Tanggal Perkiraan Lahir adalah Sesuatu yang Penting?

Mengetahui kapan waktu melahirkan merupakan salah satu informasi pertama yang harus Anda tahu setelah mengetahui bahwa Anda hamil. Dokter atau bidan perlu mengetahui hal ini untuk memantau perkembangan janin dan membuat keputusan tentang intervensi apa yang harus dilakukan.

Setelah Anda mengetahui cara menghitung HPL, kemungkinan besar melahirkan akan berlangsung pada minggu-minggu sebelum atau sesudah tanggal perkiraan. Kadang selama dua minggu sebelum atau dua minggu setelah tanggal jatuh tempo yang ditetapkan.

Sekitar 70 dari 100 wanita akan melahirkan dalam waktu 10 hari sejak tanggal perkiraan kelahiran. Dengan asumsi tidak ada komplikasi, yang lain akan melahirkan sedikit lebih awal atau lebih lambat dari itu.

Perkiraan tanggal persalinan sangat berharga karena berbagai alasan, termasuk persiapan rumah, orang-orang di sekitar, dan kebutuhan untuk buah hati.

Baca Juga: Tanda Melahirkan Pembukaan 1 – 10 yang Harus Bunda Ketahui

Tanggal Perkiraan Lahir Versi USG dan Haid Terakhir

Ketika seorang dokter melakukan USG, mereka menulis laporan tentang temuan tersebut dan memasukkan dua perkiraan tanggal jatuh tempo. Tanggal pertama dihitung menggunakan hari pertama periode menstruasi terakhir. Tanggal kedua didasarkan pada pengukuran ultrasound. Kedua tanggal ini jarang sama.

Saat dokter mengevaluasi hasil ultrasound, dokter akan menentukan apakah tanggal ini sesuai atau tidak. Dokter mungkin tidak akan mengubah tanggal kelahiran kecuali tanggal tersebut berbeda secara signifikan dari tanggal pemindaian ultrasound.

Jika Anda rutin melakukan pemeriksaan USG, setiap laporan akan berisi tanggal perkiraan kelahiran berdasarkan pengukuran terbaru. Akan tetapi saat memasuki trimester kedua atau ketiga, tanggal melahirkan sebaiknya tidak boleh berubah.

 

  1. Anonim. How to Calculate Your Due Date. https://www.healthline.com/health/pregnancy/your-due-date. (Diakses pada 19 November 2020).
  2. Anonim. 2020. Pregnancy Due Date Calculator. https://www.babycenter.com/pregnancy-due-date-calculator. (Diakses pada 19 November 2020).
  3. Anonim. 2020. Due Date Calculator. https://www.whattoexpect.com/due-date-calculator/#:~:text=Most%20pregnancies%20last%20around%2040,period%20and%20add%20seven%20days. (Diakses pada 19 November 2020).
  4. Gurevich, Rachel. 2020. How to Calculate Your Pregnancy Due Date. https://www.verywellfamily.com/how-many-weeks-pregnant-am-i-2758651. (Diakses pada 19 November 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi