Terbit: 2 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada beberapa cara menghilangkan fobia ketinggian. Orang yang menderita  fobia ketinggian akan berkeringat, mual, dan mengalami serangan panik di tempat tinggi. Ketahui cara mengatasi fobia ketinggian berikut ini.

cara-mengatasi-fobia-ketinggian-doktersehat

Apa Itu Fobia Ketinggian?

Fobia ketinggian adalah perasaan takut, cemas, dan panik secara signifikan akan ketinggian. Fobia ini disebut juga dengan akrofobia yang merupakan salah satu jenis fobia yang paling umum dialami banyak orang.

Orang-orang yang memiliki fobia ketinggian akan merasa tidak nyaman, gemetar, jantung berdetak cepat, dan napas pendek saat berada atau sekedar berhadapan dengan tempat tinggi sehingga mereka cenderung menghindari melihat ke bawah saat berada di gedung tinggi, lembah, dan tempat tinggi lainnya.

Bahkan beberapa penderita akrofobia sudah merasa ketakutan, merinding, dan panik hanya dengan memikirkan dan membayangkan dirinya berada di ketinggian, menyebrangi jembatan, naik pesawat, serta saat melihat foto atau video tempat-tempat tinggi.

Gejala Fobia Ketinggian

Berikut ini adalah gejala fobia ketinggian, yaitu:

  • Merasa ingin cepat-cepat turun saat berada di ketinggian.
  • Tidak berani berdiri saat di tempat tinggi, jadi mereka mungkin merangkak atau merayap untuk sampai ke tujuan.
  • Memiliki rasa ketakutan dan kegelisahan intens di tempat tinggi.
  • Mengalami serangan panik.
  • Pusing.
  • Gemetar.
  • Berkeringat.
  • Menangis hingga berteriak.
  • Mengalami palpitasi jantung.

Pada tahap lain, ciri-ciri fobia ketinggian adalah mengalami vertigo dan rasa tidak menyenangkan dari sensasi berputar.

Baca Juga: Fobia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Cara Menghilangkan Fobia Ketinggian

Beberapa jenis fobia tidak memerlukan perawatan khusus apabila tidak mengganggu kegiatan sehari-hari Anda dan umumnya dapat Anda atasi dengan cara menghindarinya.

Bila ketakutan Anda terhadap hal spesifik mengganggu kehidupan Anda, seperti fobia ketinggian yang kemudian membuat Anda menghindari pergi ke gedung-gedung tinggi dan berdampak besar pada pada kegiatan sehari-hari Anda, maka Anda disarankan untuk menemui dokter kesehatan jiwa/psikiater.

Berikut ini adalah cara mengatasi fobia ketinggian, yaitu:

1. Terapi Paparan

Terapi paparan adalah salah satu perawatan paling direkomendasikan untuk mengatasi berbagai fobia spesifik seperti fobia binatang tertentu, fobia darah, fobia ketinggian, dll.

Metode terapi paparan atau exposure therapy ini dilakukan oleh terapis yang akan membantu mempelajari penyebab, gejala, dan objek apa yang Anda takuti. Bila biasanya Anda selalu menghindari pemicu gejala fobia ketinggian tersebut, dalam terapi ini Anda akan didekatkan atau dipaparkan dengan ketinggian.

Anda mungkin akan diberikan gambar tempat-tempat tinggi dan video ketinggian seperti orang yang menyebrangi jembatan, melintasi tali, atau lompat bebas. Anda akan diajak untuk merubah pola pikir dan respon Anda terhadap ketinggian dengan paparan ini hingga Anda tidak lagi panik dan takut saat melihatnya.

Selanjutnya, Anda akan dilatih dengan berdiri di balkon sambil melihat ke bawah secara perlahan-lahan. Metode terapi ini akan membantu Anda belajar mengatasi rasa takut dengan teknik relaksasi dan membuat pola pikir yang positif terhadap ketinggian.

2. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif adalah salah satu pendekatan secara psikologi yang efektif untuk mengatasi fobia ketinggian. Cara menghilangkan fobia ketinggian dengan metode ini adalah dengan mengubah sudut pandang Anda terhadap kecemasan dan ketakutan akan ketinggian dengan pola pikir lain yang positif.

Terapis akan membantu dan mengarahkan Anda untuk percaya bahwa Anda tidak akan jatuh atau terluka saat Anda berada di ketinggian, hingga Anda bisa mengelola rasa panik, takut, cemas dan gejala fobia ketinggian lainnya.

Salah satu jenis terapi perilaku kognitif adalah desensitisasi sistematik, dimana penderita fobia ketinggian akan dibuat rileks saat membayangkan tempat tinggi yang tidak terlalu mengerikan hingga ketinggian yang paling menakutkannya.

Terapi perilaku kognitif atau disebut juga dengan cognitive behavioral therapy (CBT) ini juga dinilai mampu mengatasi 75% orang dengan fobia spesifik, berdasarkan National Institute of Mental Health.

Baca Juga: Acrophobia (Fobia Ketinggian): Penyebab, Gejala dan Penanganan

3. Obat-Obatan

Cara mengatasi fobia ketinggian selanjutnya adalah dengan obat-obatan tertentu, namun tidak banyak obat yang direkomendasikan untuk mengobati fobia.

Berikut ini adalah jenis obat-obatan untuk membantu mengatasi serangan panik, yaitu:

  • Beta-Blocker: Golongan obat ini dapat membantu menjaga detak jantung dan tekanan darah untuk meredam gejala kecemasan
  • Benzodiazepin: Benzodiazepin adalah obat penenang untuk meredam gejala anxiety jangka pendek
  • D-cycloserine (DCS): Berdasarkan tinjauan pustaka 2017, obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan terapi pemaparan dan bekerja lebih efektif

Obat-obatan ini juga hanya berperan untuk meredam rasa gelisah dan panik akan ketinggian, tidak menyembuhkan fobia secara langsung.

4. Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi dan metode pelepasan stres adalah latihan pendamping dalam terapi perilaku kognitif (CBT) dan berbagai terapi mental lainnya yang paling direkomendasikan.

Teknik relaksasi ini mencakup latihan pernapasan dan relaksasi untuk menenangkan pikiran dan melepaskan rasa stres. Contoh dari teknik relaksasi adalah latihan yoga dan meditasi.

5. Hipnoterapi

Hipnoterapi adalah teknik hipnosis untuk tujuan terapeutik. Terapis Anda akan membantu dengan hipnosis untuk mengatasi gangguan mental atau kondisi fisik Anda, serta merubah pola pikir Anda terhadap masalah tersebut.

6. Penyembuhan Mandiri

Penyembuhan mandiri adalah cara Anda menolong diri sendiri dari efek fobia ketinggian. Dalam hal ini, Anda dapat memilih terapi apapun yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah. Maksud dari penyembuhan diri sendiri juga mencakup cara Anda mengenali diri sendiri dan meminimalisir respon terhadap ketinggian.

Cara menghilangkan fobia ketinggian ini memang jarang berhasil, namun pada akhirnya hanya Anda yang dapat menyembuhkan diri sendiri dari berbagai gejala gangguan kesehatan mental.

Baca Juga: 8 Jenis Gangguan Kecemasan yang Harus Diwaspadai

Tips Mengatasi Fobia Ketinggian

Berikut ini adalah tips menghilangkan fobia, yaitu:

  • Pelajari Diri Anda: Pelajari tentang apa itu akrofobia, gejala, ciri, dan pilihan perawatan yang dapat Anda lakukan
  • Kelola Gejala Panik: Pelajari cara mengatasi gejala panik, gelisah, dan takut yang sering Anda alami, terutama saat ada di tempat tinggi
  • Relaksasi: Anda harus tetap rileks saat berada di ketinggian. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi gejala akrofobia
  • Minta Bantuan: Hubungi dokter atau profesional kesehatan mental apabila fobia ketinggian yang Anda alami mengganggu kehidupan Anda seperti saat Anda harus bekerja atau sekolah di gedung lantai atas

Itulah beberapa rekomendasi perawatan dan cara menghilangkan fobia ketinggian. Fobia ini adalah jenis fobia paling umum atau sekitar 1 dari 15 orang pasti pernah mengalami fobia ketinggian. Semoga informasi kesehatan ini dapat membantu Anda.

 

  1. CTRN. 2019. Treatment and Cure: Two Very Different Things. http://www.changethatsrightnow.com/acrophobia/treatment-and-cure/. (Diakses pada 2 Januari 2019).
  2. Dr Berger, Vincent. 2019. Acrophobia. https://www.psychologistanywhereanytime.com/phobias_psychologist_and_psychologists/psychologist_acrophobia.htm. (Diakses pada 2 Januari 2019).
  3. Fadden, Helen. 2018. Acrophobia (Definition, Causes, Symptoms and Treatment). https://www.thehealthyapron.com/acrophobia-definition-causes-symptoms-treatment.html. (Diakses pada 2 Januari 2019).
  4. Raypole, Crystal. 2019. Understanding Acrophobia, or Fear of Heights. https://www.healthline.com/health/acrophobia-or-fear-of-heights-symptoms-causes-and-treatment. (Diakses pada 2 Januari 2019).
  5. Psycom. 2019. Acrophobia (The Fear of Heights): Are You Acrophobic?. https://www.psycom.net/acrophobia-fear-of-heights/. (Diakses pada 2 Januari 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi