Cara Menghentikan Cegukan dengan Efektif

Doktersehat-cara-menghilangkan-cegukan
Photo Credit: Flickr.com/The Snige

DokterSehat.Com – Cegukan atau dalam bahasa Inggris disebut hiccup adalah suatu fenomena yang melibatkan sistem persarafan dan pernapasan yang hingga saat kini belum diketahui penyebab pastinya.

Istilah hiccup muncul dan digunakan orang untuk menirukan suara yang dikeluarkan saat cegukan, sedangkan nama lainnya yaitu singultus berasal dari bahasa latin singult yang berarti menarik napas saat seseorang sedang terisak-isak.

Saat cegukan, yang terjadi adalah kontraksi otot-otot pernapasan yaitu diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk–yang menyebabkan gerakan menarik napas namun secara tiba-tiba diikuti dengan menutupnya glotis (katup saluran napas) secara tidak normal sehingga terdengarlah suara khas cegukan.

baca juga: Cegukan Saat Sedang Puasa? Atasi dengan 4 Cara ini!

Biasanya cegukan muncul 4-60 kali/menit dengan interval yang cukup teratur dan berlangsung beberapa menit saja, namun ada kalanya cegukan bertahan lebih dari 48 jam dan bisa pula hingga berhari-hari.

Cegukan dapat dialami oleh siapa saja, janin dalam kandungan, anak-anak dan juga orang dewasa semua dapat mengalaminya.

Penyebab Cegukan

Cegukan biasanya disebabkan oleh kondisi perut yang penuh. Berikut adalah beberapa faktor yang membuat perut terasa penuh:

  1. Makan terlalu banyak.
  2. Makan terlalu cepat.
  3. Minum terlalu banyak alkohol.
  4. Menelan terlalu banyak udara.
  5. Merokok.
  6. Perubahan suhu yang mendadak di perut, seperti minum minuman panas dan kemudian makan dalam keadaan panas.
  7. Keadaan emosional seperti stres atau gembira.

Dalam mendiagnosis cegukan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, melihat rekam medis, dan bila diperlukan akan dilakukannya pemeriksaan penunjang seperti endoskopi atau CT-Scan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat terhadap kondisi yang Anda alami.

Cara Menghilangkan Cegukan

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan cegukan. Secara teoritis, prinsipnya adalah dengan menginterupsi lengkung refleks cegukan. Berikut ini beberapa cara mengatasi cegukan, di antaranya:

1. Kadar karbon dioksida yang tinggi dalam darah dapat melumpuhkan cegukan. Caranya, adalah dengan bernapas dalam sebuah kantong kertas. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sampai wajah memerah.

Lakukan dengan cepat dan usahakan kantong kertas tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalamnya. Kondisi ini membuat udara yang banyak dihirup adalah udara yang mengandung karbon dioksida.

2. Cara menghilangkan cegukan dengan meningkatkan kadar karbon dioksida lainnya adalah dengan menahan napas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasakan akan datang. Lakukan hal ini sebanyak 2-3 kali kemudian tarik napas dalam dan mulai lagi.

3. Ada pula yang menyarankan menahan napas selama mungkin kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin, atau dengan menahan napas dengan kepala tengadah.

4. Menelan satu sendok teh gula pasir kering dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diduga, gula dalam mulut akan mengirimkan sinyal melalui serabut saraf yang akan mengganggu lengkung refleks cegukan.

5. Minum air dalam posisi membungkuk, melakukan pijatan ringan dengan jari telunjuk pada kedua sisi leher, atau tarik napas dalam lalu minum 10 tegukan air saat tidak bernapas.

baca juga: Atasi Cegukan dengan Makan Buah Ini

Bila cegukan tidak juga hilang dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan obat-obatan sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan diantaranya adalah chlorpromazin, metoclopramid, baclofen, antikonvulsan (fenitoin, asam valproat, carbamazepin) juga obat lain seperti quinidine, dan amitriptilin.

Tentunya penggunaan obat-obatan ini harus dengan petunjuk dokter, sebab obat-obatan tersebut memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Sedangkan, apabila cegukan bukan disebabkan oleh kondisi yang mendasari atau reaksi obat-obatan, maka cegukan tersebut biasanya akan reda dengan sendirinya tanpa perlu mendapatkan penanganan medis.