Terbit: 10 April 2018 | Diperbarui: 13 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pada beberapa kesempatan, orang tua perlu tegas pada anak dan melarang anak untuk melakukan sesuatu. Tentunya cara yang paling ampuh adalah dengan menggunakan kata “tidak”. Namun, terlalu sering menggunakan kata “tidak” untuk melarang anak dapat menumbuhkan jiwa pemberontak pada anak.

Cara Mengganti Kata Tidak Saat Ingin Melarang Anak

Cara lain melarang anak selain menggunakan kata ‘tidak’

Agar anak tidak merasa tertekan saat dilarang, orang tua dituntut untuk kreatif menggunakan kalimat larangan. Beberapa kalimat yang bisa Anda gunakan antara lain:

1. “Mama pinjam HPnya ya, kamu main yang lain dulu”

Ada kalanya anak Anda menonton video atau bermain game dari ponsel Anda dalam waktu yang cukup lama. Kebiasaan ini tentu tidak baik bagi perkembangan kesehatan anak. Alihkan kegiatan anak dengan permainan atau kegiatan lain sehingga ia mau menyerahkan ponsel Anda

2. “Coba bicara yang jelas, mama tidak bisa dengar kalau kamu merengek begitu”

Ketika Anda sedang belanja bersama si kecil dan ia mulai protes karena haus, lapar atau mungkin bosan, kadang ia akan merengek meminta sesuatu pada Anda. Daripada menggunakan kata-kata “jangan cengeng”, “jangan menangis” atau “jangan berisik,” Anda bisa mengganti kata-kata tersebut dengan kalimat di atas.

3. “Bukan begitu caranya,….”

Kalimat ini bisa Anda gunakan dalam beberapa situasi, seperti ketika anak Anda membuka bungkus makanan dengan cara yang salah, membanting mainan, atau menggunakan peralatan rumah tangga dengan cara yang salah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

4. “Peliharaannya disayang ya…”

Saat Anda melihat hewan peliharaan Anda diperlakukan tidak baik oleh si kecil seperti diremas atau ditarik ekornya, Anda bisa menggunakan kalimat ini untuk menunjukkan bagaimana seharusnya merawat peliharaan.

5. “Ini kan makanan, bukan mainan”

Kadang anak-anak senang membuang-buang makanan saat makan. Anda bisa menegur anak dengan mengingatkan bahwa makanan untuk dimakan, bukan dimain-mainkan dengan dibuang.

6. “Ibu tahu ini enak, tapi kalau makan permen terlalu banyak nanti sakit gigi”

Anak-anak umumnya menyukai makanan manis seperti permen atau cokelat. Namun jika mengonsumsinya terlalu banyak, hal ini dapat menyebabkan anak sakit gigi. Anda bisa mengingatkan anak dengan kalimat tersebut jika sudah mulai makan permen terlalu banyak.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi