Terbit: 15 Juli 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tidak usah khawatir ketika suara tiba-tiba hilang karena ada berbagai cara mengembalikan suara yang hilang dengan cepat dan ampuh. Apa saja caranya? Selengkapnya simak penjelasan di bawah ini!

cara-mengembalikan-suara-yang-hilang-doktersehat

Cara Mengembalikan Suara yang Hilang

Suara serak atau hilang biasanya disebabkan oleh laringitis, yaitu kondisi ketika laring (kotak suara) teriritasi dan meradang akibat penggunaan pita suara secara berlebihan.

Laringitis sering kali sembuh dengan sendirinya, namun terkadang bisa menjadi kronis. Guna mengembalikan suara yang dengan cepat, ada berbagai langkah untuk mengobati penyebabnya, termasuk peradangan dan iritasi pada kotak suara.

Berikut ini sejumlah pilihan cara mengembalikan suara yang hilang:

1. Istirahat dan Jangan Bicara

Memperbanyak waktu istirahat adalah langkah terbaik untuk mengembalikan suara yang hilang. Selain itu, usahakan untuk tidak berbicara sama sekali selama satu atau dua hari.

Jika mengharus berbicara, lakukan dengan pelan. Cara ini ampuh karena sering kali iritasi dan peradangan hanya memerlukan waktu untuk pemulihan.

Sebaliknya, terlalu sering berbicara dapat menghambat proses penyembuhan. Maka dari itu, jangan mengajak atau mau diajak berbicara ketika bertemu seseorang. Bila perlu beri pengertian menggunakan isyarat.

2. Jangan Berbisik

Cara mengembalikan suara yang hilang dengan tidak bicara berbisik karena berbisik sebenarnya lebih sulit bagi pita suara untuk digunakan daripada bicara biasa. Ini karena saat berbisik, pita suara tertarik dengan kencang. Kondisi inilah yang dapat memperlambat pemulihan untuk mengembalikan suara yang hilang.

3. Minum Cairan yang Banyak

Laringitis yang merupakan penyebab suara hilang paling sering disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karenanya, perbanyak minum cairan yang banyak dan istirahat dapat membantu penyembuhan secepat mungkin. Usahakan untuk minum cairan setidaknya 8 gelas atau sekitar 2 liter air sehari.

4. Minum Cairan Hangat

Selain banyak minum, cairan hangat seperti teh atau sup juga bisa menjadi salah satu cara mengembalikan suara yang hilang. Minum cairan hangat bisa membantu menenangkan tenggorokan yang teriritasi.

Teh hijau yang mengandung banyak antioksidan juga membantu proses penyembuhan. Sebaiknya minum cairan hangat empat atau lima kali sehari.

Meskipun biasanya disajikan hangat, hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh hitam karena dapat menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi. Jika sulit menghindari kopi di pagi hari, pastikan cukup minum air atau teh herbal.

5. Teh Jahe

Jahe memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya meredakan batuk kering dan iritasi yang sering menyertai radang tenggorokan. jahe juga dapat membantu mengobati infeksi tenggorokan. Tentu obat alami ini juga cocok untuk mengatasi suara yang hilang.

Cara mengonsumsinya bisa dengan minum jahe, mencampurkan jahe pada masakan, atau menambahkannya ke dalam smoothie.

6. Cuka Sari Apel

Manfaat cuka sari apel dapat membantu melawan infeksi pada tenggorokan karena memiliki memiliki sifat antimikroba di dalamnya. Bahan alami ini cocok menjadi salah satu cara mengembalikan suara yang hilang.

Tuangkan 1 atau 2 sendok makan cuka sari apel ke dalam segelas air. Bisa juga ditambahkan satu sendok agar obatnya lebih kuat dan memberikan rasa manis. Sebaiknya minumlah ramuan ini satu atau dua kali sehari sampai gejala membaik.

Baca Juga: Laringitis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

7. Berkumur Air Garam

Manfaat garam ketika digunakan untuk berkumur bisa menjadi obat suara hilang karena membantu mengatasi jaringan yang teriritasi di tenggorokan. Caranya cukup menambahkan 1 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat dan aduk sampai larut. Sebaiknya berkumur dengan air garam sebanyak 2 atau 3 kali sehari sampai suara kembali.

8. Mengisap Permen

Cara mengembalikan suara yang hilang ini sangat mudah, cukup dengan mengisap permen untuk meningkatkan produksi air liur, yang akan membuat tenggorokan tetap lembap.

Cobalah mengisap permen yang mengandung madu karena memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi alami yang bagus untuk melegakan sakit tenggorokan.

9. Mengunyah Permen Karet

Mengunyah permen karet juga meningkatkan produksi air liur untuk melembapkan tenggorokan. Kunyahlah obat suara hilang ini sepanjang hari untuk memastikan kondisi tenggorokan tetap lembap. Sebaiknya mengunyah permen karet bebas gula untuk menghindari asupan kalori berlebih.

10. Mandi Air Hangat

Mandi air hangat yang menghasilkan uap adalah salah satu cara mengembalikan suara yang hilang dengan mudah dan cepat.

Uap dari pancuran air hangat bisa membantu melembapkan pita suara dan menenangkan sakit tenggorokan penyebab suara serak atau hilang. Menambahkan minyak esensial yang menyegarkan seperti kayu putih juga dapat membantu meredakan sakit tenggorokan.

11. Menghirup Uap Air Panas

Sebagai alternatif mandi air hangat, menghirup uap air panas bisa menjadi obat suara hilang karena membantu melembapkan kotak suara yang teriritasi.

Caranya arahkan wajah di atas wadah berisi air panas dan tutupi belakang kepala menggunakan handuk agar mendapatkan uap secara maksimal. Lakukan dengan hati-hati agar tidak terkena air panas.

Ketika menguapi wajah, bernapaslah dalam-dalam melalui mulut selama 3-5 menit. Beristirahatlah sesekali jika uap panas menjadi tidak nyaman.

12. Menggunakan Pelembap Udara (Humidifier)

Tenggorokan secara alami mengering ketika tidur malam, karena menghasilkan lebih sedikit air liur dan bakteri menumpuk di mulut yang membuat bau mulut. Ketika mulut dan tenggorokan mengering, kotak suara bisa menjadi lebih menyakitkan.

Gunakanlah humidifier saat tidur untuk mencegah tenggorokan kering dan membantu penyembuhan secara maksimal.

Baca Juga: 15 Obat Radang Tenggorokan yang Ampuh (Medis dan Alami)

13. Kortikosteroid

Jika pekerjaan mengandalkan suara untuk berbicara atau bernyanyi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep obat suara hilang atau serak. Dokter mungkin meresepkan kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan.

Dokter mungkin juga menyarankan menggunakan steroid jangka pendek. Namun, obat ini memiliki risiko dan tidak cocok untuk semua orang.

14. Obat Penghilang Rasa Sakit

Menggunakan obat suara hilang dan atau serak seperti obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat membuat tenggorokan lebih nyaman. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), termasuk ibuprofen dan naproxen dapat membantu mengurangi pembengkakan pada pita suara.

15. Hindari Dekongestan

Dekongestan yang digunakan untuk mengobati pilek dapat menimbulkan efek samping, yaitu mengeringkan tenggorokan dan saluran hidung. Itu artinya dapat mengganggu kotak suara. Jadi, sebaiknya hindari obat ini.

16. Hindari Merokok

Jika perokok, sebaiknya segera berhenti karena merokok dapat menyebabkan tenggorokan teriritasi, batuk, dan kandungan nikotin di dalamnya dapat memperlambat penyembuhan. Jika sulit, hindari lingkungan perokok dan cari hobi yang dapat menyiasatinya.

17. Jangan Minum Alkohol

Minum alkohol menyebabkan dehidrasi sehingga menyebabkan mulut kering, sekalipun minum sedikit. Alkohol dapat menimbulkan efek samping mengeringkan tenggorokan, yang pada akhirnya akan merusak suara.

_

Meski direkomendasikan untuk mengobati suara yang hilang, namun pengobatan di atas belum teruji secara klinis tentang efektivitasnya. Sebelum menggunakan, sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi kesehatan, riwayat medis, alergi (gatal, sesak napas, dan pembengkakan), dan dosisnya untuk menghindari dampak yang tidak baik bagi kesehatan!

 

  1. Goehl, Nicole. 2019. Lost Your Voice? Try These Tips to Treat Laryngitis Quickly. https://www.thehealthy.com/cold-flu/laryngitis-treatment/. (Diakses pada 15 Juli 2020)
  2. Osborn, Corinne O. 2019. 12 Laryngitis Home Remedies. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-laryngitis. (Diakses pada 15 Juli 2020)
  3. Osborn, Corinne O. 2019. Try These Remedies to Get Your Voice Back Fast. https://www.healthline.com/health/how-to-get-your-voice-back#see-a-doctor. (Diakses pada 15 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi