Terbit: 6 April 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji


Bagaimana cara mengatasi vagina kering? Vagina kering adalah kondisi yang bisa dihadapi oleh setiap wanita, terutama mereka yang telah memasuki masa menopause. Ini adalah tanda khas dari genitourinary syndrome of menopause atau yang dikenal dengan sebutan atrofi vagina. Kondisi ini membuat jaringan vagina menjadi lebih tipis dan lebih mudah teriritasi akibat penurunan alami kadar estrogen.

cara-mengatasi-vagina-kering-doktersehat

Cara Mengatasi Vagina Kering

Terdapat banyak pilihan perawatan yang tersedia untuk mengatasi vagina kering. Seorang dokter dapat meresepkan obat dan beberapa dapat diperoleh tanpa resep. Berikut adalah berbagai cara mengatasi vagina kering yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

Estrogen Topikal

1. Ring (Estring)

Dokter akan memasukkan cincin lembut dan fleksibel ke dalam vagina, kemudian cincin ini membantu aliran estrogen yang stabil langsung ke jaringan. Cincin ini harus diganti setiap 3 bulan.

2. Tablet (Vagifem)

Anda menggunakan aplikator sekali pakai untuk meletakkan tablet ke dalam vagina sekali sehari selama dua minggu pertama perawatan.

3. Krim (Estrace, Premarin)

Anda menggunakan aplikator untuk memasukkan krim ke dalam vagina. Anda biasanya akan mengoleskan krim setiap hari selama 1 hingga 2 minggu, kemudian mengurangi menjadi satu hingga tiga kali seminggu sesuai dengan arahan dokter.

Penting untuk diketahui, setiap produk estrogen dapat memiliki efek samping, seperti pendarahan vagina dan nyeri payudara. Estrogen topikal mungkin tidak direkomendasikan ketika Anda:

  • Mengalami kanker payudara, terutama jika Anda menggunakan aromatase inhibitor.
  • Memiliki riwayat kanker endometrium.
  • Memiliki pendarahan vagina yang tidak jelas penyebabnya.
  • Sedang hamil atau menyusui.

Resep dan Non-Resep

Selain menggunakan terapi estrogen, terdapat beberapa alternatif lain yang juga dipercaya sebagai cara mengatasi vagina kering. Beberapa cara tersebut harus diperoleh tanpa resep dan perlu resep dokter, di antaranya:

4. Pelumas Berbasis Air

Pelumas berbasis air dapat membantu menambah kelembapan pada lapisan vagina. Efektivitasnya dapat berlangsung berjam-jam, menjadikannya alternatif yang baik ketika kondisi kering menyebabkan ketidaknyamanan selama hubungan seksual.

5. Ospemifene (Osphena)

Ospemifene adalah selective estrogen receptor modulator (SERM) yang dikonsumsi untuk mengatasi masalah seksual yang terkait atrofi vagina. Meski begitu, obat ini tidak disetujui digunakan pada wanita yang menderita kanker payudara atau yang berisiko tinggi terkena kanker payudara.

6. Dehydroepiandrosterone (DHEA)

DHEA adalah obat dalam bentuk supositoria yang bisa digunakan untuk mengatasi hubungan seksual yang menyakitkan pada wanita menopause. Supositoria adalah pemberian obat melalui tabung pipa khusus yang dimasukkan ke vagina, uretra, atau anus.

Perawatan Rumahan

7. Rutin berhubungan seks

Cara mengatasi vagina kering berikutnya yang pasti membuat pasangan senang adalah dengan melakukan aktivitas seksual. Aktivitas seks secara teratur dapat membantu mengatasi vagina kering, baik dilakukan sendiri maupun dengan pasangan.

Jangan lupakan foreplay sebelum memulai hubungan seks, karena hal ini membantu mengatasi kekeringan pada vagina dan membuat aktivitas seksual lebih nyaman.

8. Konsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen

Fitoestrogen adalah senyawa yang bertindak mirip dengan estrogen dalam tubuh. Senyawa yang dipercaya sebagai cara mengatasi vagina kering ini ditemukan dalam makanan nabati, termasuk kedelai, kacang-kacangan, biji-bijian, dan tahu.

Penyebab Vagina Kering

Seperti penjelasan sebelumnya, berkurangnya kadar estrogen adalah penyebab utama vagina kering. Estrogen membantu menjaga jaringan vagina tetap sehat dengan mempertahankan pelumasan normal vagina, elastisitas, dan keasaman jaringan. Penyebab lain dari kekeringan pada vagina termasuk kondisi medis atau hal-hal lain yang tidak terkait dengan kondisi medis

Kadar estrogen bisa turun karena sejumlah alasan, antara lain:

  • Sedang menyusui.
  • Usai menjalani persalinan.
  • Merokok.
  • Efek dari terapi kanker.
  • Gangguan kekebalan tubuh.
  • Perimenopause (waktu transisi sebelum menopause).
  • Ooforektomi (operasi pengangkatan ovarium).
  • Penggunaan obat antiestrogen.

Penyebab vagina kering lainnya meliputi:

  • Douching.
  • Sindrom Sjogren.
  • Alergi dan penggunaan obat flu.

 

  1. Anonim. Vaginal Dryness: Causes and Moisturizing Treatments. https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-dryness-causes-moisturizing-treatments#1. (Diakses pada 6 April 2020).
  2. Anonim. Vaginal dryness after menopause: How to treat it?. https://www.mayoclinic.org/vaginal-dryness-after-menopause/expert-answers/faq-20115086. (Diakses pada 6 April 2020).
  3. Anonim. Vaginal dryness. https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-dryness/basics/causes/sym-20151520. (Diakses pada 6 April 2020).
  4. Ellis, Mary Ellen. 2017. Vaginal Dryness Alternative Treatments. https://www.healthline.com/health/vaginal-dryness-alternative-treatments. (Diakses pada 6 April 2020).
  5. Johnson, Shannon. 2018. What are the possible causes of vaginal dryness?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321615. (Diakses pada 6 April 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi