Terbit: 27 Oktober 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sariawan pada anak adalah kondisi yang bisa membuatnya enggan makan atau minum. Meski begitu, luka kecil yang ada di dalam mulut ini sering kali bukanlah masalah serius. Simak penjelasan lengkap mengenai cara mengatasinya dan kapan waktu yang tepat untuk ke dokter.

11 Cara Mengatasi Sariawan pada Anak (Medis dan Alami)

Mengatasi Sariawan pada Anak dengan Cara Medis

Pada umumnya, sariawan sering ditemukan pada bibir, bagian belakang langit-langit mulut, pipi, atau lidah. Keadaan ini bukanlah gangguan serius, sehingga banyak kasus sariawan dapat dengan mudah ditangani dengan mengonsumsi obat nonresep atau dengan perawatan rumahan.

Berikut adalah berbagai cara mengobati sariawan dengan metode medis, antara lain:

1. Obat untuk Mengatasi Nyeri dan Demam

Obat sariawan anak yang bisa diberikan adalah ibuprofen atau asetaminofen. Penting untuk diketahui, ibuprofen tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang berusia di bawah 6 bulan. Selain itu, jangan berikan aspirin pada anak yang berusia di bawah 19 tahun kecuali mendapat arahkan dari dokter.

Memberikan aspirin pada anak dapat membuatnya berisiko terkena sindrom Reye, kondisi yang bisa memengaruhi otak dan hati.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

2. Antasida Cair

Mengonsumsi antasida cair 4 kali sehari dapat membantu meringankan rasa sakit ditimbulkan dari sariawan. Pada anak di atas 6 tahun, satu sendok teh (5 ml) sebagai obat kumur dapat diberikan setelah makan.

Pada anak dengan usia yang lebih muda, obat sariawan anak ini dapat dioleskan pada bagian mulut yang sakit menggunakan kapas. Antasida mungkin berinteraksi dengan obat lain, oleh karenanya beri waktu jeda apabila Anda ingin mengonsumsi obat lain. Obat ini harus hati-hati penggunaannya pada penderita gangguan ginjal.

3. Gel yang Bisa Menyebabkan Mati Rasa

Cara mengatasi sariawan pada anak dengan metode medis lainnya adalah menggunakan gel mati rasa. Gel ini dapat menyebabkan rasa sakit saat digunakan pada area yang terdapat sariawan, namun rasa sakit yang dirasakan berlangsung singkat.

Lidocaine obat topikal (krim, gel, salep) adalah obat yang berguna untuk membuat mati rasa bagian tubuh sebelum prosedur medis, atau dapat digunakan untuk meredakan sakit akibat gigitan serangga, terpapar getah tanaman, luka gores, atau luka bakar ringan.

Sariawan: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

Mengatasi Sariawan pada Anak dengan Cara Alami

Berikut adalah berbagai cara mengobati sariawan dengan metode alami, antara lain:

1. Cairan Dingin

Konsumsi minuman dingin atau mengompresnya dengan es batu dapat membantu meredakan nyeri pada mulut. Camilan dingin seperti es krim juga bisa diberikan untuk meredakan nyeri dengan cepat.

Jangan berikan makanan atau minuman yang pedas dan asam. Usahakan agar anak minum cairan dalam jumlah yang cukup. Apabila sariawan terjadi pada bayi, Anda mungkin perlu menghentikan penggunaan dot untuk sementara. Berikan asupan cairan lewat cangkir atau sendok.

2. Berkumur dengan Air Garam

Cara mengatasi sariawan pada anak ini sebaiknya dilakukan pada anak usia diatas 4 tahun. Selain sariawan, cara alami ini dipercaya dapat mengatasi berbagai masalah yang terjadi pada rongga mulut. Kandungan yodium dan unsur natrium chloride yang terdapat pada garam mampu membunuh bakteri dan mengurangi rasa nyeri akibat sariawan. Pastikan anak tidak menelan larutan ini.

3. Madu

Anda bisa menggunakan madu untuk mengobati sariawan pada anak jika usia anak di atas 1 tahun. Oleskan madu ke area yang sakit beberapa kali. Madu memiliki khasiat antimikroba yang mampu menyembuhkan luka dengan cepat. Jangan berikan madu pada anak jika usianya di bawah 1 tahun.

4. Minyak Kelapa

Saat anak mengalami sariawan, orang tua bisa mengoleskan minyak kelapa murni pada area luka. Namun, minyak ini tidak boleh digunakan pada anak di bawah 1 tahun. Selain bisa digunakan untuk mengatasi sariawan, minyak kelapa juga dapat melindungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang, menjaga keseimbangan bakteri pada rongga mulut, dan meredakan radang gusi.

5. Lidah Buaya

Perawatan rumahan lainnya yang mudah untuk dilakukan adalah menggunakan lidah buaya. Tumbuhan yang getahnya banyak dimanfaatkan untuk kulit dan rambut ini ternyata dipercaya dapat menyembuhkan sariawan pada anak. Selain meredakan nyeri, sifat antibakteri yang dimilikinya berkontribusi pada kesehatan gusi

Anda bisa langsung mengoleskan getah pada area yang luka atau mencampurnya dengan air dingin yang digunakan untuk berkumur. Cara ini sebaiknya dilakukan pada anak usia di atas 5 tahun.

6. Kunyit

Meski populer sebagai bahan pelengkap dalam makanan, ternyata kunyit juga bisa digunakan untuk mengatasi sariawan. Sifat antiinflamasi, antiseptik, dan antibakterinya dipercaya mampu menyembuhkan segala macam luka. Agar mempermudah pengaplikasiannya, campurkan kunyit dengan madu kemudian oleskan pada area yang terdapat luka.

7. Licorie

Meski tidak populer dibanding bahan-bahan alami lainnya, tanaman yang juga disebut akar manis ini dipercaya mampu mengatasi sariawan. Caranya, ambil satu sendok akar manis kemudian rendam dalam 2 gelas air. Gunakan air rendaman licorice untuk berkumur beberapa kali sehari.

Jika Anda memiliki akar manis dalam bentuk bubuk, maka pilihan terbaik adalah mencampurkannya dengan sedikit kunyit atau madu, lalu mengoleskannya pada area yang terdapat luka. Tanaman akar manis bertindak sebagai penawar rasa sakit karena sifat sifat antiinflamasinya. Cara ini sebaiknya dilakukan pada anak usia di atas 5 tahun.

8. Minyak Samin

Mengoleskan minyak samin pada area yang luka dipercaya dapat menyembuhkan sariawan. Caranya, Anda perlu mengoleskan minyak ini pada area yang terkena setidaknya tiga kali sehari untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Minyak ini membantu menyembuhkan luka dan mengurangi rasa nyeri.

Nah, itulah berbagai perawatan sariawan pada anak yang bisa Anda lakukan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera dapatkan penanganan medis jika sariawan yang dialami anak terasa sangat menyakitkan, bertahan lebih dari beberapa minggu, ukurannya semakin membesar, dan muncul berkali-kali.

 

  1. Anonim. When Your Child Has Mouth Sores . https://www.fairview.org/patient-education/89369. (Diakses pada 27 Oktober 2020).
  2. Anonim. Canker Sores (Aphthous Ulcers) in Children. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P01843. (Diakses pada 27 Oktober 2020).
  3. Mrunal. 2019. 11 Home Remedies for Mouth Ulcers in Children. https://parenting.firstcry.com/articles/10-effective-home-remedies-for-mouth-ulcer-in-babies-and-children/. (Diakses pada 27 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi