Terbit: 12 Januari 2020 | Diperbarui: 14 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ketahui penyebab ngompol, cara mengatasi ngompol pada orang dewasa secara alami, dll. Umumnya mengompol adalah kebiasaan anak kecil di malam hari, namun terdapat beberapa kasus orang dewasa yang masih ngompol. Mengompol disebut juga dengan enuresis, pada orang dewasa dapat menjadi indikasi gejala penyakit serius.

6 Cara Mengatasi Ngompol pada Orang Dewasa Secara Alami

Apa Itu Enuresis?

Enuresis adalah istilah medis untuk mengompol. Terdapat dua jenis enuresis, yaitu:

  • Enuresis Nokturnal: Kebiasaan mengompol di malam hari yang umum terjadi.
  • Enuresis Diurnal: Kebiasaan mengompol di siang hari.

Mengompol adalah kondisi yang paling umum terjadi pada anak-anak karena kandung kemih mereka masih berkembang untuk memberi sinyal ingin buang air kecil dan sebagian besar anak-anak belum belajar bagaimana caranya menggunakan kamar mandi di malam hari.

Apabila pada anak-anak kebiasaan mengompol tidak menjadi masalah, bagi orang dewasa kebiasaan mengompol mungkin menjadi tanda-tanda penyakit serius yang harus segera ditangani. Menurut penelitian, 1-2% orang dewasa masih mengompol terkait dengan kondisi medis yang mereka alami.

Berdasarkan National Association for Continence, terdapat sekitar 3% wanita dan laki-laki dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami enuresis nokturnal terkait kondisi medis. Kebiasaan mengompol pada orang dewasa ini juga mengganggu kondisi psikologis mereka.

Penyebab Ngompol pada Orang Dewasa

Berikut ini beberapa penyebab ngompol pada orang dewasa:

  • Gangguan Hormonal

Hormon antidiuretik (ADH) adalah hormon yang bertugas untuk memberi sinyal pada ginjal untuk memperlambat produksi urine, terutama di malam hari agar Anda dapat tidur nyenyak.

Orang dewasa yang masih mengompol umumnya tidak memproduksi hormon ADH yang cukup sehingga produksi urine tetap banyak di malam hari, kurangnya respon tubuh untuk bangun dan buang air kecil, serta masalah kandung kemih.

  • Kandung Kemih Kecil

Volume kandung kemih berukuran kecil untuk menampung urine, hingga Anda harus mengosongkan urine setiap saat karena kandung kemih cepat penuh, terutama di malam hari.

  • Otot yang Terlalu Aktif

Kandung kemih memiliki otot yang bernama otot detrusor. Fungsi otot detrusor adalah untuk merespon aktivitas di kandung kemih. Otot detrusor akan berkontraksi saat kandung kemih terisi urine, lalu otot akan rileks saat Anda mengeluarkan urine.

Otot detrusor mungkin bekerja terlalu aktif sehingga sering berkontraksi di waktu yang tidak tepat, lalu menyebabkan Anda tidak dapat mengontrol atau menahan buang air kecil di malam hari.

  • Tanda Kanker

Mengompol pada orang dewasa bisa menjadi tanda Anda menderita kanker kandung kemih atau kanker prostat. Sel-sel kanker ini menyebabkan Anda tidak dapat menahan urine untuk keluar di malam hari, sehingga Anda sering mengompol.

  • Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur di mana pernapasan Anda sering terhenti saat tidur. Berdasarkan penelitian, 7% penderita sleep apnea memiliki kebiasaan ngompol. Mengompol dapat menjadi gejala bahwa kondisi sleep apnea yang Anda derita semakin memburuk.

Baca Juga: 5 Pemicu Ngompol di Usia Dewasa, Salah Satunya Diabetes!

Penyebab ngompol pada orang dewasa yang paling umum adalah:

  • Diabetes mellitus
  • Kelainan saraf
  • Pengaruh genetika
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Pembesaran kelenjar prostat
  • Stres atau kecemasan.
  • Efek samping dari pengobatan tertentu

Bila Anda telah mengetahui penyebab mengompol pada orang dewasa, maka akan lebih mudah mengatasinya. Anda mungkin harus konsultasi pada dokter untuk memastikan kondisi medis apa yang menyebabkan kebiasaan mengompol sampai dewasa.

Cara Mengatasi Ngompol pada Orang Dewasa Secara Alami

Kebiasaan mengompol pada orang dewasa mungkin juga berakibat pada kondisi psikologis orang tersebut. Berikut ini adalah cara mengatasi ngompol pada orang dewasa secara alami, yaitu:

1. Mengatur Jadwal Minum

Cara mengatasi ngompol pada orang dewasa secara alami yang pertama adalah dengan mengatur jadwal minum Anda. Sebaiknya, Anda tidak minum terlalu banyak beberapa jam sebelum tidur malam.

Anda harus memastikan diri Anda tetap terhidrasi, karena bila Anda dehidrasi malah akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Anda dapat mengatasinya dengan minum lebih banyak di siang dan sore hari sesuai dengan kebutuhan cairan Anda per hari.

2. Melatih Kandung Kemih Anda

Melatih kandung kemih adalah bagian dari program perawatan enuresis yang umumnya disarankan oleh dokter. Latihan kandung kemih dengan cara membuat jadwal teratur untuk ke kamar mandi dengan interval yang semakin tinggi untuk melatih agar bisa memperlambat keluarnya urine.

Hal ini juga akan membantu meregangkan ukuran volume kandung kemih agar lebih besar untuk menampung urine lebih banyak. Kebiasaan ini juga akan melatih otot kandung kemih untuk merespon dengan lebih baik.

Anda mungkin harus konsultasi ke dokter tentang program perawatan enuresis yang benar agar mengurangi risiko penyakit lain karena Anda menahan urine terlalu lama.

3. Pasang Alarm

Anda mungkin harus memasang alarm beberapa kali di malam hari untuk mengingatkan Anda bangun untuk mengeluarkan urine sepenuhnya. Setiap kali alarm berbunyi, Anda akan bangun untuk buang air kecil dan mencegah ngompol.

Ini adalah cara mengatasi ngompol pada orang dewasa secara alami yang dapat Anda lakukan dengan mudah.

Baca Juga: Enuresis: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

4. Buat Jadwal Buang Air Kecil

Anda disarankan untuk membuat jadwal buang air kecil sebelum tidur untuk mengosongkan kandung kemih. Anda mungkin juga harus membuat jadwal buang air kecil di malam hari, misal setiap 3 jam sekali di jam tidur Anda.

5. Kurangi Beberapa Jenis Minuman

Cara mengatasi ngompol pada orang dewasa secara alami yang selanjutnya adalah dengan membatasi beberapa jenis minuman yang dapat menyebabkan iritasi pada kandung kemih, seperti kafein, alkohol, pemanis buatan, dan minuman manis lainnya. Jenis minuman tersebut akan mengiritasi kandung kemih dan membuat Anda lebih sering buang air kecil.

6. Bed-wetting Alarms

Terdapat teknologi baru yang dikembangkan di luar negeri untuk mengatasi kebiasaan mengompol yang bernama bed-wetting alarms. Bed-wetting alarms adalah alarm yang dipasang di tempat tidur.

Alarm ini akan menyala saat tempat tidur Anda mulai basah karena ompol. Saat Anda terbangun karena alarm tersebut, Anda akan melanjutkan buang air kecil di kamar mandi. Sensor dari bed-wetting alarms akan melatih sensasi kandung kemih di malam hari.

Bed-wetting alarms umumnya digunakan untuk mengatasi ngompol pada anak-anak. Selain itu, teknologi sensor terbaru ini hanya dikembangkan di luar negri dengan harga yang cukup tinggi.

Baca Juga: 4 Mitos Seputar Ngompol pada Anak

Cara Mengatasi Ngompol pada Orang Dewasa dengan Obat-obatan

Selain cara mengatasi ngompol pada orang dewasa secara alami, Anda dapat mengatasi kebiasaan mengompol dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Berikut ini adalah cara mengatasi ngompol pada orang dewasa dengan obat-obatan, yaitu:

  • Obat antibiotik untuk mengobati infeksi saluran kemih.
  • Obat antikolinergik untuk melatih otot kandung kemih.
  • Obat desmopressin acetate untuk meningkatkan ADH yang berfungsi untuk mengendalikan produksi urine.
  • Golongan obat 5-alpha-reductase inhibitors untuk mengatasi pembesaran prostat.

Anda mungkin harus berkonsultasi pada dokter tentang obat-obatan untuk mengatasi kebiasaan mengompol.

Itulah cara mengatasi ngompol pada orang dewasa secara alami. Anda dianjurkan untuk mengubah gaya hidup untuk melatih sensasi kandung kemih, serta mengurangi jenis minuman yang akan mengiritasi kandung kemih. Semoga informasi kesehatan ini dapat bermanfaat bagi Anda.

 

  1. Elgin, Stephanie Struyck. 2018. Adult Bedwetting: Some Common Causes and Treatments. http://www.shieldhealthcare.com/community/incontinence/2018/02/15/adult-bedwetting-causes-treatments/. (Diakses pada 12 November 2019).
  2. Holland, Kimberly. 2018. Causes of Bed-Wetting in Adults and How to Treat It. https://www.healthline.com/health/adult-bed-wetting. (Diakses pada 12 November 2019).
  3. Hines, Jennifer. 2018. Adult Bed-wetting: Causes, Diagnosis & Treatment. https://www.alaskasleep.com/blog/sleep-enuresis-adult-bedwetting-causes-diagnosis-treatment. (Diakses pada 12 November 2019).
  4. WebMD. 2018. Enuresis in Children. https://www.webmd.com/mental-health/enuresis#1. (Diakses pada 12 November 2019).

 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi