Terbit: 16 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Penting untuk mengetahui cara mengatasi migrain karena migrain yang berlangsung lama dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Migrain atau yang disebut juga sakit kepala sebelah memang umumnya berlangsung lama atau berulang. Bagaimana cara mengatasinya? Simak berbagai caranya berikut ini!

cara-mengatasi-migrain-doktersehat

Apa Itu Migrain?

Sebelum mengetahui cara mengatasi migrain, ketahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan migrain. Migrain adalah kondisi yang menyebabkan timbulnya rasa sakit berdenyut pada satu sisi kepala.

Kemunculan migrain pada satu sisi kepala ini membuat migrain sering kali disebut dengan sakit kepala sebelah. Meskipun begitu, migrain juga dapat muncul di kedua sisi, tapi kondisi ini jarang terjadi.

Migrain sering kali dibarengi dengan beberapa gejala lain seperti mual, muntah, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Serangan migrain dapat bervariasi dari sakit kepala sedang hingga berat.

Penyebab migrain sangat beragam mulai dari perubahan hormon, konsumsi alkohol, stres, perubahan jadwal tidur, aktivitas fisik yang intens, perubahan cuaca, penggunaan obat tertentu, hingga makanan.

Cara Mengatasi Migrain

Terapi migrain dilakukan untuk menghentikan gejala dan mencegah migrain kambuh di masa depan. Terapi untuk migrain dapat berupa terapi obat-obatan maupun aktivitas yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.

Berikut adalah 8 cara mengatasi migrain yang dapat Anda coba:

1. Obat-Obatan

Obat-obatan digunakan untuk meredakan nyeri migrain paling baik bekerja apabila diminum pada saat gejala awal muncul. Jadi Anda sebaiknya segera mengonsumsi obat ini secepat mungkin setelah gejala muncul.

Berikut adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi migrain:

  • Obat penghilang rasa sakit. Jenis obat pereda nyeri yang dijual bebas adalah seperti Aspirin dan Ibuprofen. Penggunaan obat-obatan ini untuk jangka panjang mungkin dapat menimbulkan efek samping tertentu.
  • Triptan. Triptan adalah kelas obat yang bekerja memblokir jalur nyeri otak sehingga dapat mengatasi migrain.
  • Dihydroergotamines. Obat ini tersedia dalam bentuk semprotan hidung dan injeksi. Obat ini paling efektif apabila digunakan segera setelah gejala migrain muncul untuk mengatasi migrain yang bertahan hingga 24 jam. Namun obat ini dapat memberikan efek samping memburuknya gejala mual dan muntah.
  • Obat opioid. Hanya digunakan apabila jenis obat-obatan lain tidak membantu, karena obat ini dapat menyebabkan ketergantungan.
  • Obat anti mual. Obat ini biasanya digunakan bersama dengan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi mual dan muntah terkait migrain.

2. Teknik Relaksasi

Cara mengatasi migrain yang kedua dapat dengan menerapkan teknik relaksasi.

Terapi migrain dengan relaksasi dapat dipelajari dan dipraktikkan di rumah. Sebelum mempelajari cara relaksasi, Anda harus terbiasa dengan pola pernapasan yang dapat membuat Anda rileks.

Jenis latihan relaksasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi migrain meliputi:

  • Rhythmic breathing. Buatlah pernapasan Anda lebih berirama, ambil napas yang panjang dan lambat. Hitung sampai lima saat Anda menarik napas dan hitung sampai lima ketika Anda menghembuskannya.
  • Deep breathing. Bayangkan tempat di bawah pusar Anda, kemudian tarik napas dan isi perut Anda dengan udara. Biarkan udara memenuhi Anda dari perut ke atas, lalu biarkan keluar seperti mengempiskan balon.
  • Visualized breathing. Tutup mata dan kombinasikan pernapasan dengan imajinasi Anda. Bayangkan napas Anda masuk dan keluar dari tubuh dan bayangkan ketegangan berkurang pada setiap Anda menghembuskan napas.
  • Relaksasi otot progresif. Lakukan gerakan-gerakan yang membuat Anda rileks dan hindari gerakan yang menyakitkan dan menambah ketidaknyamanan.
  • Relaksasi dengan musik. Latihan relaksasi dengan musik dapat membantu mengatasi gejala migrain.

3. Memperbaiki Pola Tidur

Anda juga bisa mencoba memperbaiki pola tidur sebagai salah satu terapi untuk migrain.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, masalah pada pola tidur dapat menjadi salah satu penyebab migrain. Apabila Anda mengalami gejala migrain, cobalah untuk mulai memperbaiki pola tidur Anda.

Usahakan tidur yang cukup, tidak terlalu banyak dan tidak juga terlalu sedikit. Miliki jadwal tidur dan bangun yang sama setiap harinya.

4. Memperbaiki Pola Makan

Migrain juga bisa disebabkan oleh makanan.

Menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dapat membantu mengatasi migrain. Konsumsi makanan dengan kandungan vitamin B2 baik untuk mencegah migrain.

Selain itu, memenuhi kebutuhan magnesium juga mungkin dapat membantu gejala migrain karena magnesium rendah adalah salah satu penyebab migrain.

5. Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Cara mengatasi migrain selanjutnya adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan aktivitasnya masing-masing. Umumnya seseorang membutuhkan paling tidak 8 gelas air putih per hari. Tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat membantu Anda terhindar dari gejala migrain.

Baca Juga: Beda Sakit Kepala Biasa, Sinus, dan Migrain, Kenali Gejalanya!

6. Berolahraga Rutin

Latihan aerobik teratur dapat mengurangi ketegangan dan membantu mencegah migrain.

Pilihan olahraga yang dapat Anda lakukan adalah seperti berjalan, berenang, atau bersepeda. Sebelum olahraga, jangan lupa untuk melakukan pemanasan, karena olahraga intens yang mendadak dapat menyebabkan sakit kepala.

7. Akupuntur

Akupuntur adalah terapi tradisional dengan menggunakan jarum.

Uji klinis telah membuktikan akupuntur dapat membantu mengatasi sakit kepala, termasuk migrain. Terapis akan memasangkan jarum tipis pada tubuh Anda yang titiknya terhubung dengan bagian tubuh yang sakit.

8. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif adalah terapi yang biasa diterapkan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. Terapi ini ternyata dapat juga dijadikan sebagai terapi untuk migrain. Psikoterapi ini akan mengajarkan bagaimana perilaku dan pikiran memengaruhi cara Anda memandang rasa sakit.

9. Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)

Transcranial magnetic stimulation (TMS) menggunakan magnet untuk menciptakan listrik yang merangsang sel-sel di saraf otak. Awalnya prosedur ini digunakan untuk mempelajari cara kerja otak. Kini terapi ini juga digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan seperti migrain hingga depresi.

Itu dia berbagai cara mengatasi migrain yang sebagian di antaranya dapat dicoba. Pada dasarnya terapi migrain sebelah kiri dan sebelah kanan tidak memiliki perbedaan. Apabila migrain tidak membaik, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

  1. Anonim. 2019. Migraine. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/diagnosis-treatment/drc-20360207. (Diakses 16 September 2019).
  2. Anonim. 2019. Would TMS Help Your Migraine?. https://www.webmd.com/migraines-headaches/tms-for-migraines#1. (Diakses 16 September 2019).
  3. Anonim. 2019. Relaxation Techniques for Migraines and Headaches. https://www.webmd.com/migraines-headaches/relaxation-techniques. (Diakses 16 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi