Terbit: 24 Februari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Bagaimana cara mengatasi kesemutan? Anda tentunya pernah merasakan kesemutan. Kesemutan adalah sensasi geli atau mati rasa yang dibarengi dengan rasa sakit seperti tertusuk jarum. Kondisi ini dapat terjadi sementara atau dapat juga hadir sebagai gejala penyakit tertentu. Simak selengkapnya dalam artikel ini!

9 Cara Mengatasi Kesemutan, Ketahui Juga Penyebabnya!

Penyebab Kesemutan

Penyebab kesemutan adalah karena saraf yang tidak sengaja tertekan. Umumnya kesemutan jenis ini dapat sembuh dengan sendirinya ketika kita mengubah posisi dan membiarkan bagian tubuh yang kesemutan terbebas dari tekanan. Ini merupakan jenis kesemutan sementara.

Apabila Anda sering kesemutan dan kesemutan terjadi bukan karena tekanan tertentu, kemungkinan kesemutan tersebut merupakan gejala kondisi medis tertentu.

Berikut adalah beberapa kondisi penyebab sering kesemutan:

  • Neuropati diabetes
  • Defisiensi vitamin
  • Saraf terjepit
  • Carpal tunnel syndrome
  • Gagal ginjal
  • Kehamilan
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, lupus, penyakit celiac
  • Penyakit Lyme
  • Hepatitis B dan C
  • HIV/AIDS
  • Kusta
  • Hipotiroidisme
  • Fibromyalgia
  • Kista ganglion
  • Spondylosis serviks
  • Fenomena Raynaud
  • Neuropati terkait alkohol

Cara Mengatasi Kesemutan

Sering kesemutan dapat diatasi dengan menggunakan pengobatan di rumah hingga menggunakan obat-obatan medis. Berikut adalah berbagai cara mengatasi kesemutan yang dapat Anda coba:

1. Istirahat

Cara mengatasi kesemutan yang pertama adalah dengan mengistirahatkan bagian tubuh yang kesemutan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kesemutan sementara disebabkan oleh saraf yang tertekan. Mengistirahatkan bagian tubuh yang kesemutan dan membebaskannya dari tekanan akan ampuh meredakan kesemutan. Apabila Anda sering kesemutan dan dibarengi dengan gejala lain, konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi Anda.

2. Kompres Panas atau Dingin

Kompres panas atau dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan, sakit, kekakuan, atau ketegangan  yang dapat menekan saraf dan menyebabkan kesemutan dan mati rasa

Aplikasikan kompres es selama 15 menit sebanyak beberapa kali sehari.  Selain kompres es, Anda juga dapat menggunakan kompres panas. Hindari suhu yang terlalu panas karena dapat memperburuk peradangan dan mati rasa.

3. Pijat

Cara mengatasi tangan kesemutan yang sering terjadi juga dapat dengan cara pijat.

Memijat tangan atau kaki yang sering kesemutan dapat membantu meningkatkan aliran darah. Pijat juga dapat membantu beberapa gejala penyakit yang mungkin menyebabkan kesemutan. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter tentang apakah pijat aman dilakukan untuk kondisi medis yang Anda alami.

4. Olahraga

Olahraga juga dapat membantu mengatasi sering kesemutan.

Sama seperti pijat, olahraga juga dapat membantu melancarkan aliran darah dan meningkatkan kemampuan jantung dalam memompa darah. Olahraga seperti yoga, pilates, dan tai chi dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi peradangan dan sakit kronis, sehingga dapat juga mengurangi intensitas terjadinya kesemutan sebagai gejala penyakit tertentu.

5. Menjaga Asupan Makanan

Salah satu penyebab kesemutan adalah defisiensi vitamin.

Maka dari itu, menjaga asupan makanan dengan gizi seimbang dapat menjadi salah satu cara mengatasi kesemutan yang sering terjadi. Malnutrisi, terutama kekurangan vitamin B kompleks adalah penyebab kesemutan dan mati rasa yang cukup umum.

Hal ini disebabkan karena kekurangan vitamin B dapat menyebabkan kerusakan saraf yang memicu kesemutan dan mati rasa tersebut.

6. Berendam dengan Garam Epsom

Cara mengatasi kesemutan dan mati rasa selanjutnya adalah dengan menggunakan garam Epsom.

Garam Epsom mengandung magnesium, mineral yang dipercaya dapat membantu meningkatkan aliran dan sirkulasi darah. Sirkulasi darah yang lebih lancar dapat membantu mengurangi kesemutan dan gejala lainnya yang terkait dengan kondisi tersebut.

7. Menghindari Alkohol

Penggunaan alkohol jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf yang dapat menyebabkan mati rasa dan sering kesemutan.

Konsumsi alkohol juga dapat memperparah peradangan dan berbagai kondisi kronis. Maka dari itu, jika Anda sering kesemutan, sebaiknya hindari konsumsi alkohol untuk mencegah kondisi medis yang mendasari kesemutan semakin memburuk.

8. Mengelola Stres

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan kronis seperti multiple sklerosis dan fibromyalgia dapat memburuk karena stres. Stres juga dapat memperburuk gejala gangguan sistem saraf pusat. Mengelola stres dapat membantu Anda untuk mengurangi berbagai gejala kondisi ini, termasuk kesemutan.

9. Obat-Obatan

Sering kesemutan juga dapat diatasi dengan menggunakan beberapa jenis obat-obatan. Jenis obat-obatan yang mungkin diresepkan untuk mengatasi kesemutan dan mati rasa adalah seperti:

  • Antidepresan. Beberapa jenis antidepresan seperti Duloxetine dan Milnacipran biasanya digunakan untuk pengobatan fibromyalgia.
  • Kortikosteroid. Beberapa jenis obat kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan kronis dan mati rasa serta kesemutan terkait dengan kondisi seperti multiple sclerosis.
  • Gabapentin dan Pregabalin. Obat-obatan jenis ini menghalangi atau mengubah pensinyalan saraf, sehingga dapat membantu mengatasi sering kesemutan dan mati rasa terkait dengan kondisi seperti fibromyalgia, multiple sclerosis, dan neuropati diabetes.

Obat kesemutan ini harus digunakan sesuai dengan resep dokter. Dokter akan meresepkan obat setelah melakukan diagnosis tentang kondisi apa yang menjadi penyebab kesemutan yang Anda alami.

Kapan Harus ke Dokter?

Pada dasarnya cara mengatasi kesemutan yang sering terjadi harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Maka dari itu, apabila Anda mengalami sering kesemutan bersama dengan gejala lainnya, segera konsultasikan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang pasti, sehingga langkah pengobatan yang dilakukan juga lebih sesuai.

Berikut adalah beberapa hal tentang kesemutan yang mengharuskan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter:

  • Kesemutan tidak terkait dengan kebiasaan postur atau faktor gaya hidup lain seperti pakaian ketat atau penggunaan alas kaki yang tidak tepat
  • Kesemutan berlangsung sering dan untuk waktu yang lama
  • Kesemutan disertai dengan gejala kronis lainnya
  • Kesemutan disertai dengan perubahan permanen atau jangka panjang dalam warna, bentuk, atau suhu bagian tubuh yang sering mengalami kesemutan.

 

  1. Huizen, Jennifer. 2019. What causes numbness and tingling?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326062.php. (Diakses 24 Oktober 2019).
  2. Huizen, Jennifer. 2018. Why are my legs and feet numb?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321560.php. (Diakses 24 Oktober 2019).
  3. Seladi-Schulman, Jill. 2019. 25 Causes of Tingling in Hands and Feet. https://www.healthline.com/health/tingling-in-hands-and-feet. (Diakses 24 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi