9 Cara Mengatasi Depresi Berat Paling Efektif

cara-mengatasi-depresi-doktersehat

DokterSehat.com – Depresi adalah perasaan sedih, murung, dan putus asa berkepanjangan yang menyelimuti seseorang dalam jangka waktu cukup lama. Depresi dapat terjadi pada siapa saja. Ketahui lebih detail apa itu depresi, penyebab depresi, cara mengatasi depresi berat, dll.

Apa Itu Depresi?

Depresi adalah bentuk kesedihan, putus asa, marah, kecewa, perasaan tidak berdaya dan tidak berharga yang terjadi secara intens dan berlangsung dalam waktu dua minggu atau lebih dan bahkan dapat terjadi bertahun-tahun dalam hidup seseorang. Depresi membuat orang tersebut selalu merasa gagal, kosong, dan bahkan tidak bergairah untuk hidup.

Perasaan sedih adalah hal yang normal terjadi pada setiap orang, namun bila Anda merasakan kesedihan, kehilangan, kegagalan, kegelisahan, dan putus asa yang kemudian berpengaruh pada aktivitas Anda bahkan di saat hidup Anda terlihat sempurna, itu mungkin gejala depresi.

Penyebab Depresi

Dokter Jati Satriyo mengatakan bahwa penyebab depresi yang paling umum dapat dikelompokan menjadi 3 faktor, yaitu:

  • Peristiwa Traumatik

Penyebab depresi yang paling utama adalah karena trauma akibat peristiwa yang perih, yaitu suatu kejadian berat dan menyakitkan yang dialami seseorang dan dia tidak bisa mengendalikan perasaannya atas kejadian tersebut.

Contoh dari peristiwa traumatik adalah kehilangan seseorang yang penting bagi dirinya, seperti kehilangan orang tua, kakak, adik, keluarga, sahabat, atau bahkan ditinggal kekasih hati.

Trauma di masa kecil juga dapat memicu terjadinya depresi pada seseorang, seperti kejadian buruk yang menyebabkan stres dan ketakutan serta tidak bisa dilupakan hingga dewasa.

  • Garis Keturunan Keluarga

Seseorang yang tidak mengalami riwayat kejadian traumatik mungkin saja mengalami depresi bila orang tersebut memiliki garis keturunan atau riwayat keluarga yang menderita depresi.

  • Kondisi Lainnya

Faktor risiko pemicu depresi akan bertambah besar bila terdapat paparan zat-zat kimia berbahaya di otak dan apabila lobus frontal otak Anda kurang aktif.

Dokter Jati Satriyo mengungkapkan bahwa ketiga penyebab depresi tersebut menjadi faktor pendukung yang memicu gejala-gejala depresi timbul lebih cepat. Ketiga penyebab tersebut saling berkaitan, walaupun kebanyakan penderita depresi mengalami gejala depresi karena peristiwa traumatik.

Baca Juga: Perbedaan Stres dan Depresi: Definisi, Penyebab, Gejala, dll

Gejala Depresi

Gejala depresi dapat dilihat dari sisi psikologi, seperti:

  • Selalu murung
  • Sedih
  • Tidak bersemangat
  • Sulit konsentrasi
  • Suka menyendiri
  • Gelisah
  • Putus asa
  • Emosional

Menurut dokter Jati Satriyo, gejala depresi paling terlihat pada faktor psikologisnya, sementara gejala fisik muncul setelahnya karena penderita depresi umumnya tidak merawat dirinya dengan baik.

Walaupun begitu, banyak penderita depresi yang tidak menunjukan gejala depresi tersebut dan hidupnya terlihat baik-baik saja atau orang tersebut berpura-pura bahagia untuk menutupi kondisi depresinya, namun ternyata orang tersebut mengalami gejala depresi berat.

Cara Mengatasi Depresi

Dokter Jati Satriyo mengatakan bahwa cara mengatasi depresi berat yang paling efektif adalah dengan melakukan pendekatan emosional seperti mengajak orang dengan gejala depresi tersebut berbicara, mengobrol, berbagi, atau jalan-jalan agar dia dapat keluar dari zona kesedihannya yang sangat gelap itu.

Untuk mengetahui secara lebih detail, berikut ini adalah cara mengatasi depresi berkepanjangan:

  1. Buat Daftar Tujuan dan Pencapaian

Orang yang depresi cenderung merasa hidupnya gagal dan tak berguna, hal itu akan memperburuk suasana mental Anda. Anda harus mengubah pikiran tersebut dan buat daftar tujuan serta pencapaian baru Anda agar hidup Anda bersemangat lagi.

Daftar pencapaian tersebut tidak perlu tentang hal-hal besar, tapi Anda bisa mulai tujuan hidup dari hal-hal kecil seperti target untuk bangun lebih pagi hari, target membersihkan kamar, atau target olahraga.

  1. Buat Jadwal Rutinitas

Cara mengatasi depresi berat selanjutnya adalah dengan membuat jadwal rutinitas. Hal ini mungkin terdengar sangat mudah, namun untuk orang yang depresi akan menjadi sebuah tantangan karena penderita depresi biasanya tidak mampu melakukan aktivitas bahkan untuk aktivitas normal sehari-hari.

Anda harus menguatkan diri untuk kembali pada rutinitas Anda dan melakukan hal terbaik, misal jika Anda memiliki tanggung jawab untuk sekolah, kuliah, bekerja, dll. Anda harus meyakinkan diri untuk melakukan aktivitas Anda dengan baik.

  1. Lakukan Hal Baru

Terdapat banyak hal lain yang bisa Anda lakukan selain terkurung dalam ruangan sumpek di kepala Anda sendiri. Misalnya, Anda bisa pergi jalan-jalan ke tempat yang belum pernah Anda kunjungi, baca buku baru, belajar masak, belajar musik, atau mungkin kenalan dan ngobrol dengan orang-orang baru.

Anda juga dapat melampiaskan perasaan sedih, kelam, gelap, dan semua yang Anda rasakan ke dalam media lain seperti karya seni, musik atau hobi Anda lainnya.

  1. Olahraga

Cara mengatasi depresi berat juga dapat dilakukan dengan olahraga secara rutin. Berolahraga akan meningkatkan hormon endorfin, yaitu hormon pereda rasa sakit dan penghilang stres. Otak Anda juga akan bekerja secara positif saat Anda rutin berolahraga, jadi aktivitas ini dapat Anda jadikan media penghilang depresi.

  1. Dukungan Lingkungan Sekitar

Dokter Jati Satriyo mengatakan bahwa cara mengatasi depresi berat yang paling efektif adalah dengan meminta dukungan dari lingkungan sekitar Anda, dalam hal ini yang paling dapat Anda andalkan dan percaya adalah keluarga.

Ceritakan pada keluarga tentang kondisi Anda maka secara natural mereka akan membantu, mendukung, menghibur, serta memberikan Anda perhatian dan kasih sayang yang Anda butuhkan agar Anda tidak merasa sendiri.

Anda juga disarankan untuk menceritakan masalah Anda pada sahabat Anda. Biasanya sahabat adalah orang yang paling mengerti tentang apa yang Anda rasakan dan mereka juga dapat memberikan Anda saran agar Anda merasa lebih baik.

  1. Mulai Gaya Hidup Sehat

Penderita depresi cenderung tidak memiliki gaya hidup yang sehat, mereka mungkin juga tidak peduli pada kesehatan dirinya sendiri seperti tidur larut malam, makan sembarangan, dan tidak memerhatikan kebersihan diri.

Bila Anda memiliki gejala depresi, sebaiknya Anda mulai menjalankan pola hidup sehat dan teratur. Atur pola makan Anda dan Anda dianjurkan untuk makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 dan asam folat untuk meredakan kegelisahan.

Baca Juga: Makanan Cepat Saji Bisa Bikin Depresi

  1. Menyingkirkan Pikiran Negatif

Cara mengatasi depresi berkepanjangan selanjutnya adalah dengan menyingkirkan pikiran negatif dan menggantinya dengan kesibukan lain yang lebih bermanfaat. Gunakan logika Anda dan pikirkan potensi terbaik yang dapat Anda lakukan.

  1. Mengurangi Faktor Pemicu

Dokter Jati Satriyo juga mengatakan bahwa cara mengatasi depresi karena cinta paling mudah adalah dengan mengurangi faktor risiko pemicu depresi tersebut. Bila Anda merasa gelisah dan sedih saat mendengar tentang mantan Anda, maka berhentilah mencari informasi tentangnya.

Anda juga harus berhenti mengikutinya dan bila perlu menghapusnya dari media sosial dan dari pikiran Anda pelan-pelan. Patah hati bisa jadi salah satu faktor penyebab depresi yang paling berat, namun Anda pasti bisa melewati fase galau dan sedih dengan cara mengatasi depresi karena cinta tersebut.

  1. Hubungi Tenaga Ahli

Menurut Dokter Jati Satriyo, bila cara mengatasi depresi berat yang sudah disebutkan sebelumnya sudah Anda coba namun tidak dapat membantu banyak dan gejala depresi yang Anda rasakan semakin memburuk serta mengancam hidup Anda, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis kejiwaan.

Dokter spesialis kejiwaan akan menggali penyebab depresi yang Anda alami lalu memberi Anda saran pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda seperti terapi perilaku. Terapi perilaku umumnya dilakukan 6-12 bulan untuk mengurangi gejala depresi.

Bila dibutuhkan, dokter juga akan memberikan resep obat antidepresan untuk mengontrol gejala depresi pada pasien. Pemberian obat ini tidak serta-merta menyembuhkan pasien depresi, pasien mungkin harus minum obat antidepresan selama 2-6 minggu tergantung kondisinya.

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Depresi Tanpa Obat (Aman Dilakukan)

Kapan Harus ke Psikolog?

Anda disarankan untuk segera konsultasi ke dokter spesialis kejiwaan atau psikolog bila Anda memiliki gejala depresi dimana Anda ingin menyakiti diri sendiri sampai memiliki keinginan untuk bunuh diri, namun sebaiknya Anda sudah mulai konsultasi pada dokter sebelum gejala depresi berat tersebut muncul.

Gejala depresi akan lebih baik dan lebih mudah ditangani bila Anda konsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan lebih awal. Jangan menunggu kondisi mental Anda sangat jatuh, bila setelah 2 minggu Anda merasa lebih buruk, sebaiknya segera konsultasi.

Cara Membantu Teman yang Depresi

Cara membantu teman yang depresi adalah dengan memberinya tempat untuk berbicara atau berbagi. Apabila Anda melihat anggota keluarga, teman, atau orang di sekitar Anda memiliki gejala depresi seperti terlihat selalu murung, sedih, putus asa, tidak semangat, emosional, dll, maka sebaiknya Anda ajak orang tersebut berbicara.

Anda juga dianjurkan untuk mengajaknya jalan-jalan, bergembira, melakukan aktivitas baru, atau bila perlu ajak orang tersebut untuk beribadah dan menemukan jalan hidupnya yang baru. Bila semua cara tersebut tidak berhasil, Anda disarankan untuk mengantarnya untuk konsultasi ke dokter spesialis kejiwaan. Baca selengkapnya tentang 10 cara membantu teman mengatasi depresi dengan benar.

Layanan Konseling untuk Masalah Kejiwaan

Bila Anda membutuhkan pertolongan pertama atau ruang konsultasi untuk kondisi depresi yang Anda rasakan, Anda dapat menghubungi pusat pelayanan telepon pencegahan bunuh diri di nomor 021 500 454. Layanan konseling tersebut merupakan layanan resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Anda juga dapat menghubungi layanan telepon Public Safety Center di nomor 119. PSC 119 merupakan pelayanan cepat tanggap darurat yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan kerjasama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. 

Layanan telepon 119 adalah layanan cepat tanggap darurat kesehatan untuk kondisi kritis kesehatan, penanganan kecelakaan, terintegrasi dengan rumah sakit, serta penanganan kondisi kesehatan mental.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan bahwa semua masyarakat dapat menghubungi nomor 119 untuk konsultasi masalah kejiwaan, keluh kesah, dan masalah Anda yang tidak bisa diceritakan kepada orang lain.

Nomor layanan 119 juga ditujukan untuk konsultasi masalah perundungan dan pencegahan bunuh diri. Anda juga dapat menghubungi 119 untuk kondisi darurat lainnya. Kedepannya nanti nomor layanan 119 juga akan terhubung dengan kepolisian dan penanganan kebakaran.

 

Depresi adalah gangguan medis pada kesehatan mental seseorang yang ditandai dengan kesedihan dan kegelisahan berkepanjangan. Kondisi ini merupakan penyakit mental kronis yang harus ditangani dengan tepat.

Bila Anda atau kerabat Anda sedang berjuang menyembuhkan depresi, semoga artikel kesehatan tentang cara mengatasi depresi berat ini dapat membantu Anda.

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

 

Sumber:

  • Higuera, Valencia dan Kimberly Holland. 2018. Everything You Want to Know About Depression. https://www.healthline.com/health/depression. (Diakses pada 15 Oktober 2019).
  • WebMD. 2019. What Is Depression?. https://www.webmd.com/depression/guide/what-is-depression#1. (Diakses pada 15 Oktober 2019).
  • WebMD. 2015. 10 Natural Depression Treatments. https://www.webmd.com/depression/features/natural-treatments#1. (Diakses pada 15 Oktober 2019).