Terbit: 16 Oktober 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Orang tua harus tahu cara mengatasi anak tantrum dengan baik dan tidak melihat gejala tantrum pada anak sebagai sesuatu yang menjengkelkan. Pelajari cara menghadapi anak tantrum dengan cepat dan tepat dalam pembahasan ini. 

13 Cara Mengatasi Anak Tantrum (Bunda Harus Paham!)

Apa Itu Tantrum?

Tantrum adalah ledakan emosi yang biasa terjadi pada anak saat mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ekspresi emosi tersebut dapat berupa kemarahan, tangisan, mengamuk, berteriak, memukul, menggigit, dan bentuk ledakan lainnya. 

Anak dapat mengalami tantrum saat ia lapar, haus, lelah, atau menginginkan sesuatu. Umumnya, tantrum sering terjadi pada anak usia 1-3 tahun namun normal juga terjadi pada anak hingga usia 5 tahun.

Cara Mengatasi Anak Tantrum 

Orang tua mungkin sering merasa kebingungan dan kewalahan menghadapi anak dengan temper tantrum. Terkadang, orang tua akan terbawa emosi padahal tantrum adalah proses normal bagi perkembangan emosi anak. Maka dari itu, ketahui cara menghadapi anak tantrum berdasarkan ilmu parenting yang tepat, sebagai berikut:

1. Tetap Tenang

Sebagai orang tua yang baik, Anda harus tetap tenang saat anak mulai ‘mengamuk‘. Bila Anda tidak tentang dan terpancing emosi, itu hanya akan membuat anak semakin marah tidak terkontrol. 

Bila perlu Anda harus tarik napas dan mengeluarkannya perlahan. Lalu, coba tanya apa yang anak inginkan dengan nada yang lembut. Pelan-pelan ajak anak untuk mengungkapkan apa yang membuatnya menangis dan marah. 

2. Berikan Perhatian pada Anak 

Berikan perhatian positif pada anak setiap saat, bukan hanya saat gejala temper tantrum muncul. Biasakan untuk mengerti dan mengobrol dengan anak Anda. Bila perlu, berikan anak hadiah atau pujian saat anak mau mendengarkan dan memerhatikan Anda.

3. Berikan Anak Pilihan 

Anak mungkin meminta sesuatu, misalnya mainan robot, dan Anda akan bilang “tidak!“. Hindari menolak anak dengan bilang “tidak” atau “jangan” karena anak akan terpancing untuk ngambek dan tantrum.

Lebih baik, beri anak pilihan agar anak juga dapat memiliki kontrol atas dirinya sendiri. Misalnya, “mau beli mainan robot atau pergi ke taman untuk main dengan teman-teman lain?“. Bila anak tidak mau mandi, beri pilihan untuk “setelah mandi kita pergi ke taman atau bila tidak mandi nanti tidak jadi main di taman”. Pilihan tersebut akan membuat anak berpikir dan mengenal konsekuensi atas pilihannya. 

Baca Juga: 4 Tanda Tantrum Anak yang Perlu Diwaspadai

4. Jauhkan Benda Berbahaya di Sekitar Anak 

Saat anak sedang tantrum, biasanya anak juga akan memukul dan melemparkan benda-benda yang bisa diraihnya. Anda harus menjauhkan objek berbahaya di sekitar anak, walaupun kadang tidak memungkinkan bila sedang berada di luar rumah. 

Sebaiknya, tenangkan anak dengan cara menggendongnya hingga tenang. Coba meminimalisir gejala tantrum pada anak agar tidak terlalu meledak. 

5. Ajari Anak Aktivitas Baru 

Cara mencegah anak tantrum dengan mengajarinya aktivitas atau keterampilan baru hingga berhasil. Beri pujian atau hadiah pada anak bila dapat melakukannya. Dengan begitu, anak akan belajar cara mengontrol emosi dan tidak tantrum setiap saat. 

6. Pahami Perasaan Anak 

Anda harus memahami perasaan dan kondisi anak. Bila akan lapar, haus, lelah, anak cenderung lebih rentan mengalami tantrum. Kurangi risiko tantrum dengan berbicara pada anak tentang apa yang anak rasakan dan inginkan. 

7. Alihkan Perhatian Anak 

Ketika anak mulai menunjukkan gejala tantrum seperti marah, menangis, atau berteriak, maka segera alihkan perhatiannya dengan sesuatu yang menarik. Misalnya, gendong anak ke luar rumah untuk melihat layang-layang atau buat lelucon tentang hewan hingga anak lupa apa yang tadi membuatnya menangis. 

8. Ajari Anak untuk Komunikasi 

Sering kali tantrum terjadi karena anak-anak belum memiliki kemampuan ekspresi yang baik. Anak tidak bisa mengatakan apa yang ia mau hingga menangis atau marah menjadi pilihan satu-satunya. 

Maka dari itu, mulai ajari anak cara komunikasi dan ekspresi. Beritahu anak caranya mengatakan atau mengekspresikan, “aku mau itu, aku tidak suka, aku lapar, aku lelah…” dan sebagainya. Bila anak tahu cara berekspresikan, anak tidak akan tantrum lagi. 

9. Ajari Anak tentang Perilaku Baik 

Cara mengatasi anak tantrum dengan memberi perhatian ekstra pada anak. Ajarkan anak bagaimana cara berperilaku baik seperti tidak boleh berteriak saat minta susu atau tidak boleh menangis saat tidak boleh makan permen. 

Beritahu juga pilihan ekspresi dan cara lain yang sebaiknya anak lakukan. Kemudian, beri anak pujian dan hadiah saat mereka mau mendengarkan Anda. 

Baca Juga: 8 Penyebab Kejang pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

10. Hindari Situasi yang Memicu Tantrum

Sering kali, orang dewasa juga sengaja memicu anak menjadi ngambek, marah, menangis, dan memicu ledakan tantrum. Misalnya, jangan memperlihatkan mainan pada anak pada waktu makan siang karena Anda tahu anak akan lebih memilih untuk main daripada makan. Bila tidak main mainan tersebut, anak cenderung akan tantrum hebat. 

11. Ketahui Batasan Anak 

Wajar bagi anak untuk sesekali rewel, maka orang tua harus mengerti. Biasanya, anak yang sudah lelah atau mengantuk akan lebih rewel dan bertingkah menjengkelkan. Jangan memarahinya, lebih baik segera ajak anak untuk minum susu lalu tidur siang.

12. Orang Tua Harus Sabar dan Mengerti 

Seperti penjelasan sebelumnya, tantrum adalah bagian penting dari pelajaran emosional bagi anak dan orang tua. Tingkah anak tantrum mungkin sangat menjengkelkan dan membuat Anda juga kesal, namun bersabarlah. 

Perawatan dan pendidikan anak usia 1-5 tahun sangat penting untuk bekal tumbuh kembangnya. Masa ini adalah golden age bagi anak. Bila orang tua keliru atau mengasuhnya dengan kurang tepat, akan berpengaruh pada perkembangan akan bahkan hingga anak tumbuh dewasa. 

13. Konsultasi ke Dokter

Anda dapat mempertimbangkan untuk konsultasi ke dokter anak bila gejala tantrum anak Anda sangat mengkhawatirkan dan Anda merasa tidak dapat mengatasinya. Segara konsultasi juga pada dokter bila gejala tantrum anak terjadi terlalu sering dan lama, atau tidak kunjung berhenti saat anak berusia 4 tahun. 

Pendampingan dan saran dari dokter dapat membantu mengatasi pertumbuhan fisik dan emosional anak. Itulah pembahasan tentang cara mengatasi anak tantrum dengan bijaksana. Semoga informasi ini bermanfaat bagi orang tua yang sedang belajar ilmu parenting

 

  1. Kids Health. 2018. Temper Tantrums. https://kidshealth.org/en/parents/tantrums.html. (Diakses pada 16 Oktober 2020). 
  2. Mayo Clinic. 2018. Infant and toddler health. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/tantrum/art-20047845. (Diakses pada 16 Oktober 2020). 
  3. WebMD. 2018. How to Handle a Temper Tantrum. https://www.webmd.com/parenting/guide/preventing-temper-tantrums-in-children#1. (Diakses pada 16 Oktober 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi