Cara Mengatasi Anak Pemarah

cara mengatasi anak pemarah
source: pexels - Nelly Aran

DokterSehat.Com – Anak pemarah merupakan masalah bagi orang tua. Bayangkan saja anak yang selalu marah-marah jika permintaannya tidak dituruti, bagaimana pusingnya orang tua dalam menghadapi anak yang seperti itu? Anak pemarah biasanya melampiaskan emosi atau amarah mereka secara fisik, baik itu dengan cara membanting pintu, melempar sesuatu, menendang meja, mengacaukan segala hal maupun dengan berteriak-teriak penuh kemarahan.

Bagaimana cara mengatasi anak pemarah?

Rasa marah pada manusia disebabkan oleh banyak hal, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Hal ini yang seringkali membuat orangtua ikut kesal, karena orangtua tidak selalu mengetahui penyebab sebenarnya mengapa anak tiba-tiba menjadi marah. Berikut saran dari psikolog kami:

Penyebab Anak menjadi Pemarah

Sebelumnya kita sebagai orangtua harus mengetahui dahulu 2 perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah, yaitu:

  1. Seorang anak memiliki rasa ingin tahu dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini yang biasanya membuat anak menjadi kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang diungkapkan melalui amarah.
  2. Kurangnya pengertian dari orangtua kepada anak. Biasanya anak akan merasakan hal ini dan cenderung menjadi pemarah jika orangtua melarangnya untuk melakukan sesuatu tanpa memberikan penjelasan dan pengertian. Tanpa pengertian yang baik, anak yang belum bisa menguasai emosinya secara logis akan memilih mengekspresikan frustasinya ke luar melalui kemarahan.

Cara Mengatasi Anak Pemarah

Sifat anak yang pemarah bisa menjadi masalah bagi ibu dan anak dikemudian hari. Karena itu, penting bagi orangtua untuk mengatasi sifat tersebut sejak dini. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang pemarah:

  1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah.

    Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, seperti lapar, bosan,atau suasana lingkungan yang tidak mendukung atau lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.

  2. Memberikan contoh sikap tenang dan sifat anak yang baik.

    Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya. Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar.

  3. Refleksi diri dan ketahui siapa yang sebenarnya sedang marah.

    Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali.

  4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum.

    Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang. Memarahi anak didepan banyak orang akan berpengaruh ke psikologis anak yang membuatnya menjadi malu dan semakin frustasi. Jadi sebagai orangtua, cobalah untuk tetap tenang dan membawanya ke tempat yang lebih sepi untuk dinasehati.

  5. Memeluk dan merangkul anak untuk memberi kenyamanan.

    Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan yang baik sebaiknya diberikan dari belakang tubuh anak. Pelukan ini tidak akan terasa mengekang, namun memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah.

  6. Menahan diri adalah kunci yang utama.

    Tunggulah sampai ia tenang sebelum menasehati atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih dalam keadaan marah, maka kemungkinan besar Anda akan juga terpancing untuk ikut marah.

Itulah beberapa cara yang baik dan benar untuk mengatasi anak yang pemarah. Selain mengetahui penyebab mengapa anak menjadi pemarah, penting bagi kita sebagai orangtua untuk lebih mawas diri dan bersikap tenang dalam menghadapi anak yang sedang dalam keadaan marah. Ingat, keluarga yang bahagia dimulai dengan cinta dan dibangun dengan kasih sayang.