Terbit: 13 Mei 2020 | Diperbarui: 6 Juni 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Terdapat berbagai cara mencegah kehamilan yang bisa dicoba bagi pasangan yang ingin menunda untuk memiliki momongan. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan metode alami atau penggunaan alat kontrasepsi. Dari dua cara tersebut manakah cara yang paling efektif digunakan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

13 Cara Mencegah Kehamilan yang Aman (Medis dan Alami)

Cara Mencegah Kehamilan dengan Alat Kontrasepsi

Beberapa cara untuk mencegah kehamilan tersedia tanpa resep, tetapi sebagian lainnya memerlukan resep dan tindakan dokter. Perlu diketahui bahwa setiap kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah berbagai metode yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pembuahan, di antaranya:

1. Kondom

Cara mencegah kehamilan berikut ini adalah yang paling mudah dilakukan dan didapatkan. Selain kemampuannya untuk mencegah kehamilan, kondom juga mampu mencegah penularan infeksi menular seksual. Jika digunakan dengan benar, kondom sangat efektif untuk kehamilan.

Sebagian besar kondom terbuat dari lateks, tetapi terdapat jenis lain untuk Anda yang alergi terhadap lateks. Jika menggunakan pelumas, periksa apakah itu kompatibel dengan jenis kondom yang digunakan. Misalnya, kondom lateks hanya dapat digunakan dengan pelumas berbasis air.

2. Kondom Wanita

Alat kontrasepsi lainnya yang bisa digunakan sebagai cara mencegah kehamilan adalah kondom wanita. Meski kondom wanita tidak sepopuler kondom yang biasa digunakan pria, efektivitasnya untuk mencegah kehamilan hampir sama. Seperti halnya kondom pria, kondom wanita dapat mudah didapatkan tanpa resep dokter di apotek.

3. Diaphragm

Diaphragm adalah alat kontrasepsi yang diletakan di dalam vagina. Diaphragm terbuat dari karet atau silikon dan memiliki bentuk kubah. Setengah dari bagian kubah tersebut diisi dengan jeli atau krim pembunuh sel sperma (spermicidal) yang kemudian dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan.

Usai melakukan hubungan seksual, diaphragm harus berada di dalam vagina setidaknya 6 jam setelah berhubungan seks. Namun, penting untuk diingat jangan biarkan alat kontrasepsi ini berada vagina lebih dari 24 jam. Meski dapat digunakan sebagai cara mencegah kehamilan, alat kontrasepsi ini tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual.

3. Pil KB

Pil kontrasepsi atau pil KB adalah cara mencegah kehamilan yang cukup mudah dilakukan. Pil KB merupakan metode kontrasepsi bentuk tablet yang mengandung hormon estrogen dan progesteron, atau hanya mengandung progesteron saja. Agar efektif untuk mencegah kehamilan Anda harus meminum obat ini secara rutin tanpa boleh terlewat.

Meski efektif untuk mencegah kehamilan, pil KB tidak melindungi Anda dari infeksi menular seksual. Pil ini juga sebaiknya tidak digunakan pada wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen.

4. Intrauterine Device (IUD)

Intrauterine device atau kontrasepsi spiral adalah cara mencegah kehamilan lainnya yang cukup efektif. Alat kontrasepsi ini bekerja dengan cara menghambat sperma menuju saluran rahim. Dibanding metode kontrasepsi lainnya, metode ini lebih praktis karena hanya satu kali pemasangan dan dapat digunakan untuk mencegah kehamilan 3 hingga 10 tahun (tergantung jenisnya). Meski begitu, IUD tidak melindungi Anda penyakit menular seksual.

5. KB Implan

Kontrasepsi implan ini dikenal dengan sebutan susuk KB. Memiliki bentuk seperti batang korek api, alat kontrasepsi ini dimasukan ke kulit lengan atas pada permukaan kulit. Pemasangan harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Susuk KB mengandung hormon progesteron, hormon yang menghentikan ovarium melepaskan sel telur dan mengentalkan lendir serviks sehingga menyulitkan sperma untuk memasuki rahim. Susuk KB adalah cara mencegah kehamilan yang efektif karena bisa bertahan selama 3 tahun.

6. Suntik KB

Cara mencegah kehamilan berikutnya yang bisa Anda coba adalah dengan suntik KB. Hormon progesteron dan estrogen yang ada di dalamnya dapat efektif untuk menunda kehamilan selama tiga bulan. Meski efektif dalam mencegah kehamilan, metode ini dapat mengganggu jadwal menstruasi, menyebabkan kerontokan rambut, muncul jerawat, hingga penambahan berat badan.

7. Cincin KB

Cincin KB bekerja dengan melepaskan hormon estrogen dan progesteron dalam dosis rendah. Cara penggunaannya cukup mudah yaitu dengan memasukan cincin ke dalam vagina dan biarkan selama 3 minggu. Setelah 3 minggu, cincin harus dikeluarkan dan tunggulah selama 1 minggu (selama Anda mengalami menstruasi).

Selain dapat efektif digunakan sebagai cara mencegah kehamilan, cincin KB juga memiliki sedikit efek samping. Ketika Anda melepaskan alat kontrasepsi ini, jadwal menstruasi dan tingkat kesuburan dapat pulih dengan cepat.

8. Kontrasepsi Darurat

Pil kontrasepsi darurat dapat digunakan sebagai cara mencegah kehamilan setelah berhubungan. Pil ini digunakan jika kondom yang Anda gunakan rusak saat berhubungan seks. Konsumsi pil ini hanya efektif digunakan lima hari setelah berhubungan.

Namun, semakin cepat Anda mengonsumsinya semakin efektif obat untuk mencegah kehamilan. Pil ini bisa didapatkan dengan resep, oleh karenanya konsultasi dengan dokter diperlukan sebelum Anda menggunakannya.

Cara Mencegah Kehamilan dengan Metode Alami

Setelah mengetahui berbagai cara mencegah kehamilan menggunakan alat kontrasepsi seperti di atas, namun Anda tidak ingin mendapatkan efek samping yang ditimbulkannya, Anda bisa mencoba dengan cara alami.

Berikut adalah berbagai cara mencegah kehamilan alami yang bisa dicoba, di antaranya:

1. Metode Penghitungan Kalender

Sebelum menggunakan metode ini, Anda harus memperkirakan periode paling subur dari catatan siklus menstruasi Anda dalam 6 hingga 12 bulan terakhir. Namun, cara ini tidak efektif apabila Anda memiliki siklus haid yang tidak teratur.

Apabila siklus menstruasi Anda antara 26-32 hari (dihitung dari hari pertama haid terakhir sampai hari pertama haid selanjutnya), biasanya masa subur akan terjadi pada hari ke 8 hingga hari ke 19. Nah, cara mencegah kehamilan dengan cara alami adalah hubungan seksual bisa dilakukan di hari 1 hingga 7 dan hari ke 21 dari keseluruhan siklus.

2. Metode Gejala

Metode gejala atau symptothermal method adalah salah satu metode keluarga berencana alami yang mencakup beberapa tanda kesuburan wanita: lendir serviks, perubahan serviks, suhu pagi, dan perhitungan untuk menentukan awal dan akhir masa subur.

Seorang wanita tidak hanya mencatat perubahan dalam konsistensi cairan serviks dan suhu basal tubuh, tetapi juga melacak perubahan tubuh lainnya seperti nyeri payudara, nyeri atau bercak ovulasi, dll. Keduanya merupakan tanda kesuburan yang dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan.

3. Metode Lendir Serviks

Metode ini mewajibkan Anda untuk mengecek pola lendir serviks selama siklus menstruasi. Anda dikatakan subur apabila mengeluarkan cairan yang banyak, berwarna bening, encer, atau seperti putih telur. Hindari berhubungan badan dari hari pertama lendir serviks keluar dengan tekstur berbeda hingga hari keempat setelah hari puncak kesuburan.

4. Metode Suhu Basal Tubuh

Metode ini mengacu pada temperatur ketika tubuh dalam keadaan istirahat total. Ovulasi dapat menyebabkan sedikit peningkatan suhu basal tubuh. Gunakanlah termometer khusus untuk mengukur suhu basal.

Saat ovulasi, mungkin suhu basal tubuh akan meningkat kurang dari 0.3 derajat Celcius. Jika suhu tersebut tetap sama selama tiga hari atau lebih, hal itu diasumsikan tubuh telah berovulasi. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual? Hubungan intim bisa dilakukan tiga hingga empat hari setelah suhu basal tubuh naik. Mengukur suhu basal tubuh setiap hari diperlukan untuk mengetahui perubahan temperatur tubuh.

5. Ejakulasi di Luar Vagina

Cara mencegah kehamilan alami ini tidak seperti cara lainnya, karena yang menjadi fokus pencegahan adalah pria. Pembuahan bisa terjadi apabila ejakulasi dilakukan di dalam rahim. Coitus interuptus atau ejakulasi di luar vagina adalah suatu cara mencegah kehamilan dengan cara melakukan ejakulasi di luar rahim. Cara ini mencegah sperma bertemu dengan sel telur.

Makanan Pencegah Kehamilan

Metode lain yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu. Berikut adalah berbagai makanan yang dipercaya dapat mencegah kehamilan, di antaranya:

1. Jahe

Jahe menginduksi terjadinya menstruasi sehingga dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Tambahkan jahe parut ke dalam panci berisi air mendidih. Rebus selama kurang lebih selama lima menit, setelah itu saring air rebusan tersebut. Minumlah 2 cangkir jahe setiap hari.

2. Pepaya

Jika Anda melakukan hubungan seksual yang tidak aman, makan pepaya dua kali sehari selama 3-4 hari ke depan untuk mengurangi kemungkinan kehamilan yang tidak diinginkan.

3. Aprikot

Aprikot bisa digunakan untuk mencegah kehamilan dengan cara mencegah terjadinya pembuahan. Cara membuat ramuan aprikot adalah dengan mencampur 100 gram aprikot kering, 2 sdm madu, dan air. Rebus campuran ini selama sekitar setengah jam dan konsumsi satu cangkir setiap hari.

4. Buah Ara

Mengonsumsi buah ara adalah salah satu metode pengendalian kelahiran yang bisa dicoba. Makan 2-3 buah ara kering setelah melakukan hubungan intim. Jangan makan terlalu banyak karena dapat menyebabkan sakit perut.

5. Juniper Berry

Juniper berry adalah biji buah pinus betina dari tanaman juniper. Anda juga bisa mengonsumsi buah ini untuk mengontrol kelahiran. Buah ini harus dikonsumsi selama tiga hari berturut-turut setelah hubungan seksual.

6. Nanas

Khasiat nanas dapat mencegah implantasi janin, sehingga dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Makanlah nanas mentah setiap hari selama 2-3 hari setelah berhubungan seks.

7. Peterseli

Selain sering digunakan dalam campuran masakan dan sebagai hiasan, peterseli juga bisa digunakan untuk mencegah kehamilan. Peterseli juga bertindak sebagai emmenagogue, suatu zat yang merangsang aliran menstruasi.

Nah, itulah berbagai makanan pencegah kehamilan yang bisa Anda coba. Meski begitu, hingga kini tidak ada rujukan resmi ataupun penelitian akurat yang mengaitkan makanan-makanan di atas untuk mencegah kehamilan.

 

  1. Anonim. 9 types of contraception you can use to prevent pregnancy (with pictures!). https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/types-contraception-women-condoms-pill-iud-ring-implant-injection-diaphragm. (Diakses pada 13 Mei 2020).
  2. Khan, Aliya. 2019. 18 Best Home Remedies To Avoid Pregnancy. https://parenting.firstcry.com/articles/25-home-remedies-to-avoid-pregnancy/. (Diakses pada 13 Mei 2020).
  3. Leonard, Jayne. 2020. 15 ways to prevent pregnancy. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321558. (Diakses pada 13 Mei 2020).
  4. Singh, Medha. 2020. Common Natural Contraceptive Methods: Are They Effective?. https://www.momjunction.com/articles/best-home-remedies-to-prevent-conception_0080401/#gref. (Diakses pada 13 Mei 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi