Terbit: 2 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mencegah anemia bisa dengan berbagai cara. Ya, anemia adalah salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena jika tidak, dampaknya akan sangat buruk bagi tubuh. Simak penjelasan mengenai apa saja langkah-langkah pencegahan anemia berikut ini!

11 Cara Mencegah Anemia agar Tidak Mudah Lelah

Cara Mencegah Anemia yang Efektif

Anemia adalah kondisi ketika kadar darah—tepatnya sel darah merah—tergolong sedikit. Hal ini tentu saja tidak baik karena sel darah merah memiliki tugas penting di dalam tubuh, yakni mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh organ dan jaringan tubuh guna menjalankan fungsinya masing-masing.

Lantas, bagaimana cara mencegah agar anemia ini tidak terjadi pada Anda? Berikut adalah jawabannya!

1. Zat Besi

Alasan utama mengapa Anda bisa mengalami anemia atau kekurangan darah adalah minimnya kadar zat besi pada tubuh. Pasalnya, zat besi inilah yang berperan dalam proses produksi hemoglobin yang merupakan komponen penting dari sel darah merah. Hemoglobin berperan untuk menghasilkan warna merah pada sel darah sekaligus membantu distribusi oksigen ke seluruh tubuh.

Oleh sebab itu, mencukupi kebutuhan zat besi menjadi cara utama dalam mencegah kekurangan darah. Anda bisa mengonsumsi sejumlah makanan yang mengandung zat besi, seperti:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  • Telur
  • Daging merah (tanpa lemak)
  • Sayuran berdaun hijau (bayam, sawi, dsb.)

2. Minum Air Putih yang Cukup

Tips pencegahan anemia yang selanjutnya adalah dengan minum air putih yang cukup setiap harinya. Asupan air putih yang cukup akan membantu penyerapan zat besi sehingga produksi sel darah merah bisa berjalan optimal.

Selain itu, air putih berperan untuk memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh. Hal ini tentu saja bagus untuk menjaga proses distribusi oksigen dan nutrisi bagi organ dan jaringan tubuh.

3. Vitamin B9

Vitamin B9 (asam folat) memiliki peran untuk membentuk sel-sel darah merah yang baru manakala sel darah yang lama mati. Itu sebabnya, asupan vitamin ini juga harus tercukupi jika tidak ingin mengalami anaemia.

Vitamin B9 bisa Anda temukan pada sejumlah jenis makanan, seperti:

  • Jeruk
  • Roti
  • Kacang polong
  • Daun bayam
  • Nasi

4. Vitamin B12

Cara mencegah kekurangan darah lainnya adalah dengan mencukupi kebutuhan vitamin B12. Sama seperti zat besi, vitamin B12 juga berfungsi untuk membantu pembentukan sel darah merah.

Dibutuhkan setidaknya 2,6 mcg vitamin B12 setiap harinya guna mencegah tubuh mengalami anemia. Vitamin ini bisa Anda temukan dalam sejumlah makanan seperti:

  • Telur
  • Daging merah
  • Daging unggas
  • Ikan
  • Kerang
  • Susu
  • Hati sapi atau ayam

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anemia dengan Efektif

5. Vitamin C

Jenis vitamin lainnya yang juga dapat mencegah Anda dari anemia apabila asupan hariannya mencukupi adalah vitamin C. Mengapa vitamin ini dibutuhkan? Jawabannya tidak lain karena vitamin C berperan untuk membantu penyerapan zat besi pada usus halus. Beberapa kasus anaemia pun terkait dengan kurangnya vitamin C.

Beberapa sumber vitamin C alami yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai berikut:

  • Jeruk
  • Jambu
  • Bayam
  • Kale
  • Brokoli
  • Kiwi
  • Stroberi
  • Pepaya

6. Minum Susu

Minum susu menjadi cara mencegah anemia yang tidak boleh Anda lewatkan. Susu mengandung zat besi yang penting untuk membantu produksi hemoglobin pada sel darah merah.

Penggunaan susu sapi untuk mencegah kekurangan darah ini juga berlaku untuk anak. Namun, perlu Anda perhatikan jika pemberian susu apabila anak sudah berusia minimal 1 tahun. Pasalnya, susu sapi jika yang mengonsumsinya adalah bayi di bawah 1 tahun justru berisiko mengiritasi usus hingga memicu perdarahan.

Baca Juga: 12 Obat Anemia (Alami dan Medis)

7. Makan Kacang-kacangan

Mencegah kekurangan darah juga bisa Anda lakukan dengan cara mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian. Kedua jenis makanan ini mengandung zat besi dalam jumlah yang cukup untuk mengoptimalkan pembentukan hemoglobin.

Jenis kacang dan biji-bijian tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Kacang mete
  • Kacang pistachio
  • Biji bunga matahari
  • Biji labu
  • Hemp seeds

8. Hindari Minuman Beralkohol

Ingin menghindar dari anemia, maka Anda juga harus menghindar dari minuman beralkohol. Ya, mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol ternyata dapat mengurangi jumlah sel darah merah, lho!

Mengapa bisa demikian? Jawabannya tidak lain karena jenis minuman ini dapat menghambat proses penyerapan nutrisi dari makanan maupun suplemen, termasuk zat besi. Jadi, sebaiknya tidak mengonsumsi minuman ini jika tidak ingin mengalami anaemia.

9. Batasi Konsumsi Minuman Berkafein

Selain minuman beralkohol, minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh juga dapat menyebabkan sel darah merah mengalami penurunan jumlah. Akan tetapi, tidak seperti minuman beralkohol, Anda tidak harus sampai benar-benar menghindarinya.

Alih-alih demikian, Anda cukup membatasi konsumsi dari minuman-minuman tersebut. Atau, pilihlah produk kopi atau teh yang kandungan kafeinnya tidak terlalu banyak.

10. Minum Suplemen Zat Besi

Nah, mencukupi kebutuhan zat besi tidak hanya dengan mengonsumsi makanan-makanan yang tadi disebutkan. Anda juga bisa mengimbanginya dengan minum suplemen yang mengandung zat besi.

Suplemen zat besi bisa Anda temukan dengan mudah. Apotek, toko obat, maupun swalayan pada umumnya menjual produk suplemen yang satu ini. Gunakan suplemen sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan.

11. Mengonsumsi Makanan Fortifikasi

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dalam buku panduan pencegahan anemia bertajuk “Preventing and Controlling Iron Deficiency Anaemia Through Primary Health Care” menyarankan untuk mengonsumsi makanan fortifikasi sebagai salah satu langkah pencegahan terhadap masalah medis yang satu ini. Makanan fortifikasi yang termasuk antara lain meliputi:

  • Roti
  • Sereal jagung
  • Susu formula

Dampak Buruk Anemia bagi Kesehatan Tubuh

Mencegah diri dari kekurangan darah kiranya menjadi sangat penting. Pasalnya, ada sejumlah dampak buruk dari gangguan medis ini, seperti:

  • Tubuh mudah lelah
  • Napas pendek
  • Kulit tampak pucat
  • Mudah sakit
  • Risiko terinfeksi jadi lebih tinggi
  • Gangguan irama jantung
  • Komplikasi kehamilan.

 

 

  1. Anonim. How Can I Prevent Anaemia? https://www.webmd.com/a-to-z-guides/qa/how-can-i-prevent-anemia (accessed on 2 November 2020)
  2. Anonim. Iron Deficiency Anaemia. https://www.nhs.uk/conditions/iron-deficiency-anaemia/ (accessed on 2 November 2020)
  3. DeMaeyer, E. M et al. 1989. Preventing and Controlling  Iron Deficiency Anaemia Through Primary Health Care. https://www.who.int/nutrition/publications/micronutrients/anaemia_iron_deficiency/9241542497.pdf (accessed on 2 November 2020)
  4. Hill, C. 2018. 20 Foods That Are High in Vitamin C. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-foods#TOC_TITLE_HDR_12 (accessed on 2 November 2020)
  5. McDermott, A. 2020. Best Diet Plan for Anemia. https://www.healthline.com/health/best-diet-plan-for-anemia (accessed on 2 November 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi