7 Bahaya Radikal Bebas dan Cara Mencegahnya

radikal-bebas-doktersehat

DokterSehat.Com – Sebagian besar masyarakat mengenal radikal bebas adalah zat yang berasal dari luar tubuh yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Padahal radikal bebas juga merupakan dari proses alami yang terjadi di dalam tubuh.

Apa Itu Radikal Bebas?

Perlu Anda ketahui, saat tubuh menggunakan oksigen, sekitar 1-2 persen sel-sel akan menjadi rusak yang kemudian menjadi radikal bebas. Radikal bebas adalah sebutan untuk sel-sel rusak yang dapat menyebabkan kondisi negatif tertentu. Tidak hanya merusak sel lain, radikal bebas juga bisa merusak DNA yang menjadi benih tumbuhnya penyakit.

Radikal bebas dikaitkan dengan penyakit manusia, termasuk kanker, aterosklerosis, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan banyak lainnya. Perlu Anda ketahui juga, zat yang menghasilkan radikal bebas dapat ditemukan dalam makanan, obat-obatan, udara yang Anda hirup, hingga air yang Anda minum.

Hal penting lainnya dari radikal bebas yang harus Anda tahu adalah radikal bebas hanya memilki satu elektron dan akan menarik elektron dari molekul dalam tubuh, saat molekul tersebut ditarik maka akan berubah menjadi radikal bebas. Banyaknya radikal bebas di dalam tubuh inilah yang menjadi penyebab kerusakan sel.

Jika radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak hal itu akan membuat tubuh mengalami stres oksidatif. Ini adalah kondisi di mana pertahanan antioksidan kalah jumlah dibanding radikal bebas.

Bahaya Radikal Bebas

Keseimbangan antara kadar radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh diperlukan agar fungsi fisiologis berjalan dengan baik. Namun, jika kadar radikal bebas melampaui kemampuan tubuh untuk mengelolanya, maka akan timbul kondisi yang disebut stres oksidatif.

Pada akhirnya, radikal bebas dapat menyerang dan menyebabkan kerusakan pada berbagai sel tubuh. Asam nukleat, lipid, dan protein adalah unsur-unsur yang bisa terkena dampaknya.

Berikut adalah beberapa bahaya radikal bebas yang bisa terjadi pada tubuh, di antaranya:

1. Menimbulkan stres oksidatif

Gangguan radikal bebas yang harus diwaspadai adalah stres oksidatif. Beberapa gangguan yang bisa terjadi adalah stroke, hipertensi, tukak lambung, radang sendi, Alzheimer, hingga Parkinson.

Selain itu, radikal bebas dapat merusak kode DNA, sehingga sel baru tumbuh dengan tidak benar dan menyebabkan penuaan.

2. Masalah pada kulit

Bagaimana kaitan antara radikal bebas dengan kulit? Penjelasannya adalah ketika elektron mencoba menyeimbangkan dirinya dengan mengambil elektron ekstra dari atom yang ada di kulit.

Ketika atom diambil dari sel kulit, disaat itulah terjadi kerusakan pada DNA kulit. Kerusakan ini dapat merusak atau mempercepat penuaan pada kulit. Tanda kulit yang terkena radikal bebas adalah mengalami perubahan warna kulit, muncul bintik cokelat, menurunnya elastisitas kulit muncul kerutan pada kulit dengan cepat.

3. Kerusakan sel

Pada umumnya, sel jaringan organ tubuh memiliki kemampuan untuk menangkal serangan radikal bebas. Namun seiring peningkatan usia, degradasi alami dan rangsangan untuk membentuk radikal bebas dari lingkungan, kerusakan jaringan oleh radikal bebas tidak bisa dihindari.

Seperti paparan sinar matahari berlebihan dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel-sel kulit. Selain itu, radikal bebas juga dapat menyerang organ dalam seperti paru-paru akibat radikal bebas dari rokok.

4. Penyempitan pembuluh darah

Penyebab kematian utama dari radikal bebas adalah aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah oleh plak. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan.

Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari zat lemak, fibrin (zat dalam darah), kolesterol, dan kalsium.

5. Penyakit kronis

Karena penyakit yang disebabkan radikal bebas bersifar kronis, sehingga dibutuhkan bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit kronis tersebut adalah katarak, jantung, menurunnya fungsi ginjal dan kanker.

6. Kerusakan DNA

Kerusakan DNA bisa terjadi apabila ada lesi pada susunan molekul, apabila tidak segera mendapatkan penanganan dan terjadi sebelum replikasi maka bisa terjadi mutasi. Radikal oksigen dapat menyerang DNA jika terbentuk disekitar DNA seperti pada radiasi biologis.

Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker.

7. Kerusakan jaringan

Kerusakan jaringan ini merupakan bagian dari proses terjadinya penuaan, seperti hilangnya elastisitas jaringan kolagen dan otot yang membuat kulit tampak keriput, atau muncul bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel.

Cara Mengatasi Radikal Bebas

Penanganan radikal bebas yang paling penting adalah antioksidan. Antioksidan adalah zat yang mampu melindungi sel-sel tubuh Anda dari efek buruk radikal bebas. Salah satu langkah termudah yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi buah dan sayur. Buah dan sayur adalah asupan yang mampu memperlambat dan mencegah proses oksidasi

Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan polifenolik dan fenolik. Senyawa tersebut banyak ditemukan pada tumbuh-tumbuhan dan sumber makanan yang mengandung vitamin C, E dan karotenoid.

Meski makanan kaya akan antioksidan berguna untuk menangkal radikal bebas, bukan berarti dapat langsung dapat mencegah semua penyakit dari radikal bebas. Manfaat ini bisa lebih maksimal apabila dibarengi dengan olahraga rutin, istirahat cukup dan tidak merokok.

Pengaruh Radikal Bebas pada Tubuh

Pada dasarnya tubuh dapat memproduksi antioksidannya sendiri, namun jumlahnya tidak mencukupi. Perlu Anda ketahui, di sisi lain tidak ada antioksidan tunggal yang dapat melawan efek dari setiap radikal bebas.

Seperti halnya radikal bebas yang memiliki efek berbeda-beda di berbagai area tubuh, setiap antioksidan juga memiliki sifat berbeda karena sifat kimianya. Pada keadaan tertentu, beberapa antioksidan dapat menjadi pro-oksidan–yang mengambil elektron dari molekul lain. Kondisi ini bisa menciptakan ketidakstabilan kimia yang bisa menyebabkan stres oksidatif juga.

Meski radikal bebas memiliki dampak buruk bagi tubuh, namun radikal bebas juga merupakan komponen penting dalam kehidupan. Hal ini dikarenakan kemampuan tubuh dalam mengubah udara dan makanan menjadi energi kimia bergantung pada reaksi berantai dari radikal bebas. Selain itu, radikal bebas merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, membantu menyerang zat asing yang masuk ke tubuh.

Selama kadar radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh seimbang, sebenarnya efek negatif dari radikal bebas tetap bisa dikontrol. Namun, ketika kadar ini tidak seimbang, maka efek radikal bebas mulai menimbulkan perubahan. Pastikan tubuh Anda memiliki kadar radikal bebas yang normal.