DokterSehat.Com – Trombosit adalah sel darah yang penting dalam pembekuan darah normal. Jumlah trombosit dapat digunakan sebagai metode deteksi dini dan mendiagnosis berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang membuat trombosit turun antara lain, kekurangan zat besi, gangguan ginjal, infeksi sepsis dan deman berdarah (DBD).

trombosit-adalah-doktersehat

Penyebab Trombosit Turun

Setelah Anda mengetahui trombosit adalah komponen penting dalam mendiagnosis suatu penyakit pada tubuh, hal penting lainnya yang harus diketahui adalah penyebab trombosit bisa turun.

Apabila volume trombosit pada tubuh tidak mencapai 150.000/mikroliter maka Anda mengalami trombositopenia (kekurangan trombosit). Penyebab trombosit turun tidak hanya disebabkan oleh demam berdarah. Sejumlah faktor gangguan kesehatan dan penyakit lainnya dapat berkontribusi besar terhadap menurunnya jumlah trombosit, di antaranya:

  • Sirosis.
  • Leukemia.
  • Kehamilan.
  • Anemia aplastik.
  • Pembengkakan limpa.
  • Defisiensi zat besi dan asam folat.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Idiopathic Trombocytopenic Purpura (ITP).
  • Efek samping dari obat tertentu, kemoterapi.
  • Infeksi, seperti sepsis dan demam berdarah dengue.

Dampak Trombosit Rendah

Pada beberapa kasus, trombosit dalam jumlah rendah sering kali tidak memiliki gejala, namun juga bisa menimbulkan perdarahan berat. Gejala trombosit rendah yang bisa Anda kenali adalah muncul memar, bintik ungu kemerahan, urine atau tinja berdarah, kulit dan mata menguning, gusi dan hidung berdarah.

Beberapa efek yang terjadi pada tubuh saat kadar trombosit mengalami penurunan, di antaranya: sakit kepala, nyeri dada, menurunnya penglihatan (sementara), sering mengalami kesemutan pada tangan atau kaki dan sering pingsan.

Berikut adalah beberapa dampak trombosit rendah lainnya, adalah:

1. Kehilangan darah secara berlebihan

Jika Anda memiliki kasus trombositopenia yang lebih parah, Anda berisiko mengalami memar yang berlebihan dan pendarahan karena luka ringan yang dialami. Bahkan, saat kadar trombosit menurun, cedera kecil pun bisa mengancam jiwa. Pendarahan secara internal bisa terjadi karena menyebabkan kehilangan darah melalui sistem pencernaan.

2. Anemia

Saat jumlah trombosit dalam tubuh rendah, maka Anda berisiko mengalami anemia. Ketika Anda mengalami anemia, hal itu menandakan bahwa tubuh Anda tidak mendapatkan oksigen dengan cukup.

Gejala anemia yang umum terjadi seperti sakit kepala, kelelahan, rasa dingin pada tangan dan kaki, sesak napas, hingga jantung berdebar kencang. Pada umumnya, anemia adalah penyakit ringan dan hanya terjadi sementara. Namun pada kasus kronis, anemia bisa menyebabkan kecacatan dan mengancam nyawa.

3. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh

Menurunnya jumlah trombosit bisa menjadi pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh Anda terganggu. HIV dapat menyebabkan jumlah trombosit pada tubuh mengalami penurunan. Selain itu, leukemia juga bisa menyebabkan tubuh tidak menghasilkan trombosit yang cukup

4. Komplikasi yang parah

Sebuah penelitian mengungkapkan, jumlah trombosit yang terlalu rendah bisa mengancam nyawa jika mengakibatkan pendarahan di otak. Walaupun hal ini termasuk jarang terjadi, tetapi beberapa orang pernah mengalaminya.

Pada beberapa kasus, trombositopenia berat bisa diobati apabila penyebab utamanya dikendalikan. Oleh karena itu, jika Anda merasakan gejala trombositopenia, segera konsultasikan ke dokter untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi.

Baca juga: Trombositopenia – Pengobatan, Pencegahan, dan Prospek

Berapa Nilai Normal Trombosit?

Sebelum membahas mengenai kadar normal trombosit, perlu Anda ketahui bahwa darah terbuat dari dua unsur yaitu cairan (plasma darah) dan padat. Sedangkan pada bagian padatnya terbagi lagi menjadi trombosit (platelet), sel darah merah, dan sel darah putih. Setiap sel darah memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

Trombosit sendiri dapat ditemukan dalam darah dan limpa. Sel darah ini tidak berwarna dan memiliki siklus hidup hanya selama 10 hari. Tubuh Anda akan memperbaharui persediaan trombosit dengan menghasilkan trombosit baru di sumsum tulang.

Saat terjadi luka, trombosit berfungsi untuk membuat luka cepat sembuh. Ketika jumlah trombosit dalam dalam darah Anda rendah, otomatis tubuh akan kesulitan menghentikan perdarahan saat terluka.

Lantas, berapa nilai normal trombosit? Pada umumnya, jumlah trombosit normal dalam darah adalah sekitar 150.000 – 400.000 trombosit/mikroliter. Namun, jumlah trombosit pada setiap individu berbeda-beda. Seseorang dikatakan memiliki trombosit tidak normal saat jumlah trombositnya berada jauh di luar rentang tesebut.

 Baca juga: Benarkah Jus Jambu Biji Bisa Menaikkan Kadar Trombosit Pasien Demam Berdarah?

Cara Meningkatkan Kadar Trombosit saat DBD

Menurunnya jumlah trombosit memiliki dampak buruk pada tubuh. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui cara meningkatkan trombosit. Berikut adalah beberapa cara menaikkan trombosit yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Asupan lemak omega-3

Cara menaikkan trombosit yang pertama adalah dengan meningkatkan asupan makanan yang kaya asam lemak omega-3. Kacang kenari, bayam, ikan laut, minyak ikan, dan telur adalah beberapa pilihan yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga membantu sumsum tulang untuk menciptakan lebih banyak trombosit.

2. Konsumsi daun pepaya

Cara menaikkan trombosit berikutnya adalah dengan mengonsumsi daun pepaya. Daun pepaya memiliki kandungan vitamin kompleks yang tinggi. Jika daun pepaya dikonsumsi dalam bentuk jus, ia juga membantu sumsum tulang untuk meningkatkan produksi trombosit.

Selain daun pepaya, sayuran lainnya yang bisa menaikkan trombosit adalah wortel. Fakta yang kurang diketahui adalah bahwa wortel juga berfungsi sebagai obat yang sangat baik untuk mempertahankan jumlah trombosit darah normal.

3. Buah

Tomat adalah salah satu buah yang kaya akan mineral dan vitamin. Kandungan lycopene, antioksidan yang kuat di dalamnya membantu dalam meningkatkan jumlah trombosit. Selain tomat, buah-buahan lain yang dipercaya sebagai cara menormalkan trombosit pada anak adalah jeruk, kiwi, delima, kurma dan buah naga.

Selain itu, kismis mengandung zat besi dan membantu memperkuat tubuh sambil menormalkan jumlah trombosit darah. Kismis dapat dimakan sebagai camilan, ditambahkan pada hidangan oatmeal atau bahkan dicampurkan dengan yoghurt.

4. Susu

Susu segar juga dapat membantu meregenerasi trombosit darah. Selain itu, susu mengandung Vitamin K, yang sangat penting untuk pembekuan darah yang tepat.

5. Bawang putih

Bawang putih adalah salah bumbu dapur yang dapat membantu secara alami untuk meningkatkan jumlah trombosit darah.

6. Daging tanpa lemak

Daging tanpa lemak seperti ikan, ayam dan kalkun kaya akan protein, seng dan vitamin B12, yang semuanya membantu meningkatkan jumlah trombosit darah.

Nah, itulah beberapa cara menaikkan trombosit yang bisa Anda lakukan. Selamat mencoba, Teman Sehat