Terbit: 11 Agustus 2020 | Diperbarui: 18 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bagaimana cara memilih obat batuk yang tepat? Batuk adalah penyakit umum yang biasanya dapat diatasi dengan obat batuk yang dijual bebas. Ketahui bagaimana cara cara memilih obat batuk agar Anda cepat sembuh.

6 Cara Memilih Obat Batuk Berdasarkan Jenis Batuknya

Jenis Obat Batuk

Ada banyak jenis obat batuk yang dijual secara bebas atau disebut juga dengan obat over-the-counter (OTC). Semua jenis obat batuk tersebut bekerja dengan cara berbeda untuk mengatasi gejala batuk yang berbeda.

Ketahui apa saja jenis obat batuk yang tersedia, sebagai berikut:

1. Ekspektoran

Ekspektoran adalah jenis obat batuk untuk membantu mengencerkan lendir atau dahak dari paru-paru atau saluran pernapasan atas. Obat batuk ekspektoran juga dapat membantu melegakan hidung tersumbat akibat lendir.

Ada berbagai macam obat generik dan obat merek yang bersifat ekspektoran, salah satunya adalah Guaifenesin, Robitussin, Mucinex, dll. Obat batuk ini dipercaya efektif mengatasi batuk berdahak, tapi memiliki efek samping seperti mual dan muntah.

2. Suppressants

Suppressants atau disebut juga dengan obat batuk antitusif berguna untuk mengurangi frekuensi batuk. Kandungan utama obat ini adalah Dextromethorphan (DM) yang biasanya digunakan untuk mengatasi batuk akibat merokok, emfisema, asma, pneumonia, atau bronkitis kronis.

Obat ini biasa diresepkan untuk malam hari agar Anda dapat tidur nyenyak tanpa batuk. Selain itu, obat batuk suppressants tidak dianjurkan untuk anak <6 tahun karena mereka belum memiliki kemampuan untuk membuang dahak sendiri. Bila diberi obat batuk suppressants, dikhawatirkan akan meredam dahak lebih dalam dan menyebabkan batuk dalam frekuensi yang lebih intens di saluran pernapasan.

3. Obat Batuk Topikal

Obat batuk topikal adalah salah satu perawatan alami untuk flu dan batuk. Obat ini tersedia dalam bentuk salep, balsem, cair, atau vaporizer yang menghasilkan uap untuk dihirup agar melegakan hidung tersumbat.

Obat ini mengandung minyak camphor dan aroma mentol untuk membantu meredakan gejala pusing, hidung mampet, dan menghangatkan bila digunakan di tubuh Anda. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala atau krim untuk pijat.

Baca Juga: 10 Jenis Batuk yang Harus Anda Kenali (Ringan hingga Berat)

4. Antihistamin

Obat batuk juga ada yang mengandung antihistamin untuk mengatasi batuk yang disebabkan oleh alergi atau postnasal drip (lendir atau ingus yang mengalir dari hidung ke tenggorokan). Obat antihistamin seperti Diphenhydramine digunakan untuk batuk dengan gejala lainnya seperti pilek, alergi serbuk bunga, mata berair, iritasi, atau gatal.

5. Dekongestan Nasal

Dekongestan adalah kandungan dalam obat batuk untuk melegakan hidung tersumbat dan gejala batuk secara umum. Obat dekongestan tersedia dalam obat generik dan obat merek seperti Sudafed dan Sudafed PE. Obat ini diproduksi dalam sediaan kapsul, tablet, cairan, atau semprotan hidung.

6. Obat Kombinasi

Obat batuk kombinasi adalah obat dengan campuran kandungan antihistamin, suppressants, ekspektoran, dekongestan, dan pereda nyeri. Obat batuk ini dapat mengatasi batuk, flu, nyeri, melegakan tenggorokan, dan hidung tersumbat.

Cara Memilih Obat Batuk Berdasarkan Jenis Batuknya

Anda tidak boleh menggunakan obat batuk sembarangan walaupun obat tersebut dijual bebas. Sebaiknya, ketahui gejala batuk yang Anda alami lalu gunakan obat batuk sesuai dengan gejala batuk Anda.

Berikut ini cara memilih obat batuk sesuai dengan jenis batuknya:

1. Batuk Berdahak

Batuk berdahak biasanya disebabkan oleh flu atau pilek biasa dengan gejala hidung tersumbat, beringus, bersin, dan kelelahan. Batuk berdahak berarti ada lendir atau dahak di saluran pernapasan yang harus dikeluarkan.

Gunakan obat batuk ekspektoran untuk mengatasi batuk berdahak. Anda dapat menggunakan obat batuk ekspektoran (OTC) yang mengandung guaifenesin seperti Mucinex dan Robitussin Chest Congestion. Obat batuk berdahak lainnya seperti Actifed Plus Expectorant, Siladex Expectorant, Bisolvon Extra, dll.

Baca Juga: 10 Penyebab Batuk Dahak Berdarah dan Cara Mengobati

2. Batuk Kering

Batuk kering adalah jenis batuk yang tidak menghasilkan dahak atau lendir, namun membuat saluran pernapasan sangat sensitif. Batuk kering umumnya disebabkan oleh alergi, peradangan saluran pernapasan, pilek, flu, refluks asam, dan infeksi lain.

Bila Anda menderita batuk kering, pilih obat batuk suppressants yang dijual bebas seperti dekstrometorfan atau Robitussin. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan obat topikal seperti balsem atau salep mentol dan minum air hangat dengan madu untuk membantu melegakan tenggorokan.

3. Batuk Tidak Berdahak dengan Alergi

Anda mungkin batuk biasa akibat alergi tertentu atau disertai alergi parah seperti hidung gatal, bersin, atau mata berair. Jenis batuk ini dapat diatasi dengan obat batuk yang mengandung antihistamin seperti dextromethorphan dan diphenhydramine.

4. Batuk Rejan

Batuk rejan (pertusis) adalah infeksi saluran pernapasan menular dengan gejala batuk dengan suara tinggi atau seperti berteriak. Batuk rejan rentan terjadi pada anak-anak, tapi bisa juga dialami oleh remaja atau orang dewasa.

Batuk rejan dapat dicegah dengan vaksin pertusis. Batuk rejan juga dapat diatasi dengan obat antibiotik dari dokter. Batuk rejan tidak dapat diatasi dengan obat batuk yang dijual secara bebas, obat ekspektoran, atau obat suppressants.

5. Batuk Kronis

Batuk kronis adalah batuk terus-menerus yang terjadi lebih dari 8 minggu. Penyebab batuk kronis berbeda-beda, mungkin saja akibat alergi, komplikasi gastroesophageal reflux, eosinophilic bronchitis, infeksi sinus, asma, atau efek samping merokok.

Anda dapat mengobatinya dengan antibiotik azithromycin dan cefuroxime, dekongestan, seperti pseudoephedrine, obat antihistamin, seperti cetirizine dan fexofenadine, atau obat topikal untuk membantu melegakan pernapasan.

Dalam kondisi yang lebih parah, batuk kronis menyebabkan gejala nyeri dada, sesak napas, batuk darah, dan risiko penyakit saluran udara obstruktif kronis. Selebihnya, konsultasi pada dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Itulah pembahasan lengkap tentang cara memilih obat batuk. Apabila mengalami gejala batuk, usahakan untuk mengenali jenis batuknya terlebih dahulu agar Anda dapat menentukan obat batuk yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Brazier, Yvette. 2017. Cough and cold medications: Use them safely. https://www.medicalnewstoday.com/articles/16181. (Diakses pada 11 Agustus 2020).
  2. Benadyl. 2020. Types of Cough Syrup. https://www.benadryl.co.in/types-of-cough-syrups. (Diakses pada 11 Agustus 2020).
  3. Duda, Kristina, RN. COLD & FLU  TREATMENT  OVER THE COUNTER – How to Choose the Right Over-the-Counter Cough Medication. https://www.verywellhealth.com/choosing-over-the-counter-cough-medications-770663. (Diakses pada 11 Agustus 2020).
  4. Isabel. 2018. 9 Types of Cough – symptoms, causes and when to seek help. https://info.isabelhealthcare.com/blog/9-types-of-cough-symptoms-causes-and-when-to-seek-help. (Diakses pada 11 Agustus 2020).
  5. O’Keefe Osborn, Corinne. 2020. What Does My Type of Cough Mean?. https://www.healthline.com/health/types-of-coughs. (Diakses pada 11 Agustus 2020).
  6. WebMD. 2019. A Guide to Cough Medicine. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/cough-syrup-cough-medicine. (Diakses pada 11 Agustus 2020).
  7. WebMD. 2019. How many types of cough medicines are there?. https://www.webmd.com/cold-and-flu/qa/how-many-types-of-cough-medicines-are-there. (Diakses pada 11 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi