Cara Memilih Kopi yang Aman untuk Lambung

Doktersehat-kopi-yang-aman-untuk-lambung
Photo Credit: Flickr.com/Ioannis Cherouvim

DokterSehat.Com – Bagi beberapa orang yang memiliki masalah dengan kondisi asam lambung, minum kopi adalah salah satu aktivitas yang umumnya dihindari. Meski sudah mengetahui kafein yang terkandung di dalam kopi dapat memicu munculnya asam lambung, pada beberapa kasus beberapa orang tidak bisa meninggalkan kebiasaan mengonsumsi kopi.

Lantas, kopi yang aman untuk lambung seperti apa yang boleh dikonsumsi penderita penyakit lambung?

Memilih kopi yang aman untuk lambung tentu sangat penting terutama bagi penderita penyakit maag, hal ini karena kopi mengandung kafein yang dapat memicu kenaikan asam lambung.

Memilih kopi untuk penderita maag harus menjadi perhatian serius, melihat perkembangan minum kopi saat ini tidak hanya menjadi hobi tetapi menjadi tren yang terus diminati.

baca juga: Benarkah Kopi Bisa Mencegah Impotensi pada Pria?

Menurut ahli kopi Adi W. Taroepratjaeka, aktivitas meminum kopi sebenarnya tidak selalu berdampak buruk pada lambung. Pada dasarnya kopi itu mempunyai sifat yang asam, kopi yang berjenis espresso umumnya mempunyai kadar keasaman sekitar 5-5,5.

Padahal, jus jeruk mempunyai kadar pH 4 dan juga pada makanan rujak yang mempunyai kadar pH 3,5. Bila Anda makan dengan kadar asam yang biasa, mengapa ini tidak berlaku pada kopi? Ini karena kadar asam kopi mempunyai pemicu yang cepat yang berakibat munculnya asam lambung secara berlebihan.

Kopi jenis Arabika, menurutnya adalah jenis kopi yang cukup aman untuk lambung penderita maag karena mempunyai kadar kafein yang lebih rendah. Hal ini telah dibuktikan dengan beberapa orang yang mempunyai sakit maag, namun tetap aman ketika mengonsumsi kopi Arabika.

Kandungan kafein yang tinggi pada kopi memang dapat bersifat racun dan lambung mempunyai batas tertentu untuk mentolerir kafein yang dikonsumsi. Adapun batas normal minum kopi adalah dua cangkir sehari, yang mempunyai kadar kafein setara dengan tiga shot espresso. Batasan tersebut dinilai aman bahkan bisa menyehatkan untuk tubuh.

Saat ini banyak orang yang membuat kopi dari biji yang pecah dan kecil. Dengan cara ini, maka seseorang akan membutuhkan jumlah kopi yang lebih banyak untuk secangkir kopi, dan ternyata hal ini juga akan menghasilkan kandungan kafein yang lebih banyak pada secangkir kopi, dibandingkan dengan kopi yang dibuat dari bubuk kopi halus.

Mengenai banyaknya produk kopi putih instan yang dijual, Adi menyarankan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Karena meski aman untuk lambung, namun kandungan gulanya terlalu tinggi.

Berbeda dengan kopi hitam yang meskipun manis, namun terdiri dari komposisi kopi yang lebih banyak dibandingkan dengan gula yang digunakan. Sedangkan kopi putih instan, mempunyai kadar gula dan krimer yang lebih tinggi dibandingkan gulanya.

baca juga: Efek Negatif dan Positif Minum Kopi

Kopi yang Tidak Asam

Demi menjaga agar kadar asam lambung tidak naik, beberapa orang terpaksa berpuasa dari aktivitas meminum kopi. Namun, terdapat sebuah penelitian yang mengatakan, terdapat substansi lain dalam kopi yang dapat menurunkan produksi asam lambung sehingga membuatnya lebih aman untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit lambung.

Substansi ini adalah N-methylpyridium (NMP) yang merupakan produk degradasi yang akan muncul saat proses roasting kopi, sehingga mengonsumsi kopi dark roast (dark roast coffee) cenderung lebih aman untuk lambung. Jenis biji kopi yang digunakan juga memengaruhi tingkat keasaman kopi. Kopi Arabika memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan Robusta.

Jika Anda memiliki penyakit lambung dan tetap ingin mengonsumsi kopi, cobalah memilih kopi yang terbuat dari kopi Robusta serta kopi yang mengalami roasting dengan suhu tinggi hingga menghasilkan dark roast coffee. Selamat mencoba.