Terbit: 16 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Salah satu olahraga yang paling mudah dilakukan dan tidak membutuhkan tempat dan alat khusus adalah lari. Selama kaki sedang ada pada kondisi terbaiknya, Anda bisa melakukannya kapan saja. Bahkan, lari di dalam ruangan pun bisa dilakukan kalau di laur sedang hujan dan cuacanya sedang tidak menentu.

Manfaat Lari untuk Kesehatan dan Cara Membiasakannya dengan Benar

Melakukan lari secara rutin dan membiasakannya akan membuat Anda menjadi lebih sehat. Oleh karena itu, coba lakukan mulai dari sekarang. Simak beberapa cara membiasakan lari di bawah ini.

Manfaat dari olahraga lari secara rutin

Olahraga lari memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh. Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan.

  1. Meningkatkan kesehatan secara menyeluruh

Berlari akan membuat Anda sehat secara menyeluruh karena tubuh jadi lebih aktif dari sebelumnya. Semua fungsi organ akan berjalan dengan maksimal terutama pembuluh darah, otot, persendian, jantung, dan juga paru-paru. Rutin melakukan lari akan membuat Anda jadi produktif.

Oleh karena itu, coba lakukan lari setiap dua hari sekali atau semampunya agar tubuh tidak jadi pasif. Selama ini Anda jadi mudah sekali sakit atau selalu tidak fit karena tubuh jarang digunakan untuk bergerak. Mau ke tempat gym malas atau ingin sepak bola atau basket juga harus ada temannya. Nah, lari bisa dilakukan sendirian saja.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  1. Mencegah munculnya penyakit

Selain membuat tubuh sehat secara menyeluruh, melakukan lari secara rutin juga menurunkan beberapa risiko penyakit tertentu. Misal Anda berisiko terkena diabetes tipe 2 karena ada keturunan. Dengan rutin melakukan lari, kemungkinan terjadi kenaikan gula darah akan sangat rendah.

Selanjutnya lari juga membuat peredaran darah berjalan dengan lebih lancar. Peredaran darah ini memengaruhi kesehatan jantung dan juga memengaruhi kondisi stroke. Kalau peredaran darah berjalan dengan lancar, stroke bisa dicegah dan jantung tidak akan mengalami gangguan seperti hipertensi.

  1. Membantu menurunkan berat badan

Lari adalah salah satu olahraga jenis kardiovaskular yang baik untuk menurunkan lemak di dalam tubuh. Kalau Anda rutin melakukan lari baik lari jarak jauh atau lari interval dengan intensitas tinggi, kemungkinan lemak di dalam tubuh menurun akan besar. Bahkan, berat badan ideal akan selalu didapatkan.

Kalau Anda ingin menurunkan berat badan dengan cepat, lari jenis interval dengan intensitas cukup disarankan. Namun, kalau Anda belum terbiasa dengan lari intensitas tinggi bisa melakukan jogging ringan. Yang paling penting ada penambahan detak jantung yang baik untuk menunjang pembakaran lema di dalam tubuh.

  1. Menurunkan stres

Lari secara rutin setiap hari bisa membuat seseorang jadi lebih relaks. Itulah kenapa lari sering direkomendasikan untuk mengurangi stres dari tubuh. Dengan melakukan lari, tekanan ditubuh akan dilepas perlahan-lahan dan hanya tersisa rasa lelah diikuti segar dan lega.

Kalau Anda merasa memiliki banyak tekanan di pekerjaan, ada baiknya untuk segera melakukan lari secara rutin. Dengan hanya duduk diam, Anda akan semakin tersiksa dan tidak bisa menikmati keadaan. Lakukan lari selama 10-15 menit asal rutin dan membuat Anda semakin santai.

  1. Melawan depresi

Melakukan lari akan membuat Anda bisa melawan depresi yang sedang muncul. Depresi adalah bentuk parah dari stres dan cemas yang berlebihan. Kalau Anda atau orang di sekitar sudah mulai memiliki gejala depresi ada baiknya untuk segera diajak untuk berlari atau melakukan olahraga lainnya.

Depresi memang tidak serta-merta akan hilang begitu saja. Namun, kondisi ini akan membaik seiring dengan berjalannya waktu. Lari yang dibarengi dengan terapi akan meningkatkan penyembuhan depresi.

Cara membiasakan lari secara rutin

Seseorang yang tidak biasa berlari akan susah saat melakukannya. Oleh karena itu, pembiasaan harus dilakukan agar lari tidak menyebabkan masalah. Berikut beberapa cara untuk membiasakan lari.

  1. Mempelajari beberapa program lari

Kalau ingin melakukan lari, Anda bisa langsung melakukannya di lapangan. Namun, kalau berlari tanpa mempelajari dasar sainsnya akan menimbulkan banyak sekali kesalahan. Coba cari informasi terlebih dahulu terkait dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, misal jenis sepatu yang wajib digunakan harus seperti apa dan posisi kaki saat melangkah harus seperti apa.

  1. Mulai dari yang paling mudah

Pelajari juga program-program untuk lari mulai dari yang mudah hingga ke yang sulit dan intens. Kalau Anda tidak pernah melakukan lari sama sekali, coba ikuti beberapa program lari untuk membiasakan diri. Setiap program biasanya memiliki target yang harus dicapai misal target 500 meter selama beberapa minggu.

  1. Jangan memaksakan diri

Anda mengetahui batasan tubuh yang dimiliki. Batasan ini akan membuat Anda lebih memahami kapan harus berhenti dan kapan harus berlanjut. Lari cukup menyiksa kaki dan pernapasan. Kala Anda belum terbiasa atau memiliki tubuh yang obesitas, memaksakan diri akan membuat kaki menjadi lebih sakit. Jadi, selalu miliki kontrol yang baik. Semangat boleh, tapi terlalu berlebihan akan berbahaya.

  1. Mencatat perkembangan dan konsisten

Catat perkembangan yang sudah dimiliki. Dengan melakukan pencatatan, Anda jadi lebih memahami apa yang terjadi dan bisa memiliki semangat untuk melanjutkan lari yang cukup melelahkan ini.

  1. Memiliki target di masa depan

Kalau Anda ingin membiasakan lari, miliki target untuk masa depan. Misal sekarang Anda hanya bisa lari sepanjang 300 meter saja lalu kehabisan napas. Selanjutnya, buat target untuk menambah target menjadi 500 meter hingga 1.000 meter. Memiliki target bukanlah sebuah kesalahan, bahkan meningkatkan motivasi.

Inilah sedikit ulasan tentang manfaat lari untuk kesehatan dan beberapa cara untuk membiasakannya. Nah, apakah Anda tertarik untuk memulai lari? Kalau Anda tertarik, tetap perhatikan kondisi fisik dengan baik, ya. Kalau memaksakan diri justru menyebabkan cedera.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi