Terbit: 8 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Membersihkan telinga bayi memang harus dilakukan secara khusus, karena tidak semua bagian telinga dapat terjangkau ketika kita memandikan bayi. Nah, sudahkah Bunda tahu cara membersihkan telinga bayi yang baik dan benar? Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam membersihkan telinga bayi.

Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Benar dan Aman, Jangan Sembarangan!

Cara Membersihkan Telinga Bayi

Menjaga telinga bayi agar tetap bersih tentunya sangat penting untuk dilakukan. Telinga harus dibersihkan secara khusus karena terkadang tidak langsung terjangkau untuk dibersihkan ketika mandi. Berikut adalah cara membersihkan telinga bayi yang benar:

1. Cara Membersihkan Telinga Bayi dengan Waslap atau Kapas

Cara yang satu ini dapat dilakukan setiap hari. Cara ini paling tepat untuk dilakukan ketika memandikan si kecil. Caranya juga sangat mudah, Anda hanya membutuhkan bola kapas atau waslap dan juga air hangat. Hindari penggunaan air panas yang dapat mengiritasi kulit bayi.

Cara membersihkan telinga bayi dengan waslap atau bola kapas:

  • Basahi bola kapas atau waslap dengan air hangat. Peras waslap dengan baik jika Anda menggunakan waslap.
  • Usapkan waslap atau kapas perlahan ke belakang telinga bayi dan ke seluruh telinga bagian luar.
  • Hindari untuk mengusapkan waslap atau kapas ke bagian dalam telinga bayi.

2. Cara Membersihkan Telinga Bayi dengan Obat Tetes Telinga

Penggunaan obat tetes telinga dapat dilakukan untuk mengatasi penumpukan kotoran dalam telinga. Jenis cairan yang biasanya digunakan untuk membersihkan telinga bayi adalah larutan hidrogen peroksida (H2O2).

Cara ini hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis THT. Membersihkan telinga dengan hidrogen peroksida hanya dilakukan pada kasus otitis media supuratif kronis (OMSK) yaitu infeksi telinga tengah yang menyebabkan gendang telinga pecah dan keluar cairan seperti nanah.

Tindakan ini tidak boleh dikerjakan secara rutin di rumah kecuali sudah pernah dilakukan dan diajarkan langsung oleh dokter spesialis THT. Kadar hidrogen peroksida yang digunakan pun harus sesuai dengan resep dokter karena jika kadarnya terlalu pekat/tinggi bisa menyebabkan iritasi atau kulit terbakar.

Berikut adalah langkah cara membersihkan telinga bayi dengan obat tetes telinga:

  • Baringkan bayi dengan posisi miring dengan telinga yang mengalami gangguan menghadap ke atas.
  • Tarik perlahan daun telinga bawah ke arah bawah agar kanal telinga terbuka.
  • Teteskan obat ke dalam telinga sebanyak 5 tetes atau sesuai dengan jumlah yang disarankan oleh dokter.
  • Jaga posisi bayi kurang lebih selama 10 menit sebelum menghadapkan telinga yang diberi obat ke arah bawah.
  • Setelah mengganti posisi bayi, biarkan seluruh obat keluar bersama dengan kotoran telinga, bersihkan dengan kain bersih atau tissue.

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Membersihkan Telinga Bayi

Membersihkan telinga bayi memang tidak dapat dilakukan sembarangan. Cara yang salah dalam membersihkan telinga justru dapat berbahaya dan menyebabkan cedera telinga. Cedera yang umum terjadi akibat membersihkan kotoran yang salah adalah seperti cedera jaringan lunak, gendang telinga berlubang dan adanya benda yang tersangkut di telinga.

Agar tidak melukai telinga anak Anda, berikut hal yang harus diperhatikan:

  • Jangan gunakan cotton bud atau kapas untuk membersihkan telinga bagian dalam. Tidak diperbolehkan untuk menempelkan apapun di gendang telinga bayi untuk menghilangkan kotoran telinga. Cara ini dapat memecahkan gendang telinga dan memperburuk masalah kotoran telinga.
  • Jangan bersihkan telinga secara langsung menggunakan tangan. Menggunakan tangan untuk membersihkan kotoran telinga sama buruknya dengan menggunakan cotton bud.
  • Hindari untuk memasukkan benda asing apapun ke dalam telinga bayi karena telinga termasuk dalam area sensitif. Kotoran yang tidak terlihat dan tidak mengganggu tidak perlu dibersihkan.

Baca Juga:  Tips Memilih Permainan Anak Sesuai dengan Usianya

Fungsi Kotoran Telinga

Keberadaan kotoran telinga bukan tanpa alasan, tubuh memproduksinya karena memang kotoran telinga memiliki fungsi tertentu. Kotoran telinga sehat untuk bayi dan bersifat antibakteri. Kotoran telinga bermanfaat untuk melindungi dan melumasi telinga. Jika kotoran ini dibersihkan hingga habis, maka dapat berbahaya bagi telinga.

Berikut adalah beberapa fungsi kotoran telinga:

  • Kotoran telinga berfungsi melindungi gendang telinga dan saluran telinga, menjaganya tetap kering, dan mencegah kuman berkembang biak yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Kotoran telinga juga berfungsi untuk menjebak debu dan partikel lainnya agar tidak masuk ke dalam saluran telinga dan menyebabkan iritasi.

Apakah Penumpukan Kotoran Telinga Berbahaya

Penumpukan kotoran dalam telinga pada dasarnya jarang terjadi, karena telinga memproduksi kotoran sesuai dengan kebutuhannya. Namun cara membersihkan telinga bayi yang salah seperti penggunaan cotton bud atau tangan seperti yang disebutkan di atas justru dapat menyebabkan kotoran telinga menumpuk.

Penumpukan kotoran telinga ini dapat berbahaya apabila diikuti dengan beberapa gejala lain seperti:

  • Sakit pada telinga
  • Gatal
  • Pendengaran berkurang
  • Telinga berdengung
  • Keluar cairan kuning dari telinga

Bayi biasanya menunjukkan keluhan-keluhan ini dengan menarik telinganya atau menggelengkan kepala. Bayi yang merasakan gejala ini biasanya juga lebih rewel dari biasanya.

Jika bayi terlihat mengalami gejala gangguan pada telinga, jangan bersihkan telinga bayi sendiri di rumah. Segera konsultasikan ke dokter anak agar segera mendapatkan penanganan. Begitu juga ketika muncul gejala seperti pendarahan telinga akibat benda asing yang masuk ke telinga.

Dokter akan membantu mengeluarkan kotoran telinga yang mengganggu atau menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi. Penggunaan alat yang disebut kuret juga mungkin dilakukan untuk membersihkan kotoran telinga bayi, jika memang dibutuhkan.

Apabila dokter mendeteksi adanya infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang biasanya berbentuk obat tetes telinga. Gunakan obat sesuai dengan dosis yang diresepkan oleh dokter.

Pada dasarnya prosedur pembersihan telinga baik untuk anak maupun orang dewasa lebih baik dilakukan di bawah pengawasan dokter.  Pembersihan yang dilakukan di rumah hanya difokuskan untuk membersihkan bagian luar telinga saja.

Sekian informasi tentang cara membersihkan telinga bayi. Selain menjaga kebersihan telinga, tentunya menjaga kebersihan anggota tubuh lainnya juga tidak kalah penting, karena kebersihan tubuh sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang. Yuk, pastikan setiap anggota keluarga Anda menjaga kebersihan tubuhnya dengan baik!

 

 

  1. Anonim. Earwax: what’s healthy and what’s not?. https://www.babycentre.co.uk/a557533/earwax-whats-healthy-and-whats-not. (Diakses 8 Januari 2019).
  2. Cappetta, Kristina. How to Clean Baby Ears. https://www.thebump.com/a/how-to-clean-baby-ears. (Diakses 8 Januari 2019).
  3. Chertoff, Jane. 2018. How to Care for Your Baby’s Ears. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-clean-baby-ears#how-to. (Diakses 8 Januari 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi