Cara Membedakan Biang Keringat dan Alergi Pada Bayi

doktersehat-bayi-tangan-merah-rash-gatal-iritasi-sindrom-stevens-johnson-Erisipelas-lupus

DokterSehat.Com– Kulit bayi yang baru lahir memang sangat sensitif sehingga banyak ditemui bayi yang mengidap biang keringat. Namun ternyata banyak orang tua yang tidak bisa membedakan antara gejala biang keringat dengan reaksi alergi pada bayi karena keduanya memiliki gejala yang sama yaitu kulit kemerahan, gatal dan iritasi. Hal ini menyebabkan beda penanganan pada bayi sehingga gejala tersebut tidak kunjung hilang. Lalu bagaimana membedakan antara biang keringat dan alergi pada bayi?

Biang keringat
Biang keringat disebabkan oleh keringat, bakteri atau sel kulit mati yang terperangkap di bawah kulit. Biang keringat umumnya muncul pada area yang tertutup pakaian sehingga memicu keluar keringat lebih banyak. Namun karena keringat tidak dapat keluar dengan lancar, akhirnya muncul bintik-bintik kecil yang gatal dan menyengat.

Untuk mencegah biang keringat, sebaiknya hindari mengenakan pakaian yang membuat bayi gerah. Sebaiknya bayi dimandikan secara teratur pagi dan sore untuk mencegah bakteri berkembang biak. Segera keringkan keringat pada bayi dengan lap basah kemudaian keringkan dan jaga suhu ruangan tetap normal agar bayi merasa sejuk.

Alergi
Alergi adalah respon berlebihan dari kekebalan tubuh pada berbagai alergen seperti makanan, debu, atau zat kimia pada produk perawatan bayi. Tanda-tanda yang muncul juga lebih beragam, bukan hanya kulit yang kemerahan saja namun juga gatal, sulit bernapas, muncul gangguan pencernaan, pilek dan bersin.

Umumnya alergi tidak tergantung pada cuaca, namun pada kontak dengan alergen. Setiap anak terpapar dengan alergen, maka alergi tersebut akan muncul.

Salah satu gangguan kulit akibat alergi yang sering terjadi pada bayi adalah eksom atopik atau dermatitis atopik. Biasanya kondisi ini ditandai dengan munculnya gejala bintik merah di daerah lipatan ataupun ruam merah di pipi disertai rasa gatal.

Untuk meminimalisir alergi, sebaiknya jauhkan anak dari pencetus alergi (alergen). Selain itu Anda bisa mengurangi kemungkinan si kecil menderita alergi dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan jaga kebersihan dari debu dan kutu. Jika anak alergi pada makanan, maka hindari memberikan makanan tersebut hingga respon tubuhnya membaik.