Bagaimana Cara Memandikan Bayi yang Baru Lahir? Cek di Sini

cara-memandikan-bayi-doktersehat
Photo Source: Song Kimpton from Pixabay

DokterSehat.Com – Bagi Anda yang baru menjadi orang tua, salah tugas yang akan dihadapi dan biasanya menimbulkan rasa cemas adalah tentang bagaimana cara memandikan bayi. Bayi yang baru lahir memiliki kondisi fisik yang sangat rentan, oleh karenanya Anda juga harus mengetahui cara memegang bayi saat mandi.

Tahapan Memandikan Bayi

Sebelum memulai memandikan bayi, setiap orang tua terutama yang baru memiliki anak pertama, biasanya akan membayangkan bagaimana posisi memandikan bayi, apalagi jika si kecil menggeliat saat dimandikan.

Memikirkan bagaimana cara memegang bayi saat mandi sebelum Anda mempraktekkannya adalah sesuatu yang penting. Pada dasarnya, cara memandikan bayi bukan sesuatu yang sulit untuk dipelajari. Sebelum menjelaskan mengenai cara memandikan bayi, hal penting lain yang tak boleh luput adalah mempersiapkan perlengkapkan mandi bayi.

Berikut adalah hal-hal penting yang diperlukan dalam memandikan bayi, di antaranya:

  • Menyiapkan handuk dan baju ganti. Kemudian bentangkan handuk di tempat tidur, siapkan popok bersih dan bajunya.
  • Siapkan air hangat 32ºC sekitar 10 cm.
  • Siapkan gayung untuk mengalirkan air ke tubuhnya.
  • Gunakan produk pembersih kulit bayi dengan label soap-free untuk menghindari kulit kering.

Pastikan juga bayi dimandikan di ruangan yang bersuhu hangat. Siapkan semua perlengkapan mandi pada tempat yang mudah dijangkau tangan di sekitar bak mandi bayi.

Cara Memandikan Bayi

Usai menyiapkan berbagai perlengkapan jelang memandikan bayi, kini saatnya Anda mengetahui cara memandikan bayi , di antaranya:

  1. Buka pakaian bayi di atas tempat tidur, lalu bawa ke bak mandi.
  2. Posisi memandikan bayi; masukkan dulu bagian kaki bayi, kemudian satu tangan menopang leher, kepala hingga punggung. Siramkan (dengan tangan) air hangat ke tubuh bayi berulangkali, agar ia tidak kedinginan. Metode ini juga dapat digunakan sebagai cara membalikan badan bayi saat mandi.
  3. Gunakan sabun lembut dan pakailah sehemat mungkin, jangan terlalu banyak (terlalu banyak akan membuat kulit bayi kering). Usapkan tangan (atau pakai waslap) ke sabun lalu usapkan ke seluruh bagian tubuh bayi. Dari atas, depan, belakang dan bawah. Jika ada kotoran mata di sudut mata atau lubang hidungnya, seka beberapa kali untuk melembutkannya sebelum dibasuh. Bagian genitalnya adalah bagian yang harus sering dibersihkan.
  4. Guyur kepala bayi dan seluruh tubuh bayi secara perlahan dengan gayung.
  5. Setelah penyabunan selesai, bilas tubuh bayi dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh dan lap tubuhnya dengan waslap kering. Lalu angkat bayi, dengan tangan kiri menopang bagian kepala dan leher dan tangan kanan Anda menopang pantatnya (jemari menggenggam pahanya).
  6. Letakkan bayi di atas handuk yang sudah dibentangkan dan keringkan tubuhnya. Jika masih ada kulit ari yang menempel sejak ia lahir, gunakan cairan pembersih tubuh (lotion) bayi.
  7. Sesaat setelah keluar dari bak mandi Anda bisa langsung menyelimutinya dengan menggunakan handuk lembut, setelah itu keringkan dengan perlahan dan lembut.
  8. Guna menjaga kelembapan kulit bayi, Anda bisa mengoleskan krim lotion di area popok. Bedak bayi juga bisa digunakan untuk mencegah terjadinya biang keringat. Setelah itu, Anda juga bisa menggunakan minyak telon agar tubuh bayi tetap hangat.

Hal penting yang harus menjadi perhatian orang tua adalah seminggu pertama atau lebih, sampai sisa tali pusat putus dan udelnya sembuh (tidak lagi meradang), cara memandikan bayi hanya menggunakan spons mandi dan waslap basah. Bersihkan wajah, tangan dan area genitalnya setiap kali berganti popok.

Setelah sisa tali pusat mengering dan lepas dengan sendiri, maka area udel tidak lagi meradang, inilah saat di mana Anda bisa menggunakan bak mandi. Kalau tubuh bayi kecil, gunakan saja baskom besar atau bak mandi ukuran kecil daripada menggunakan ukuran yang standar.

Ketika pertama kali memandikan bayi Anda pasti akan merasa ngeri, memegang bayi yang beregerak-gerak, basah dan licin karena sabun membutuhkan pembiasaan dan kepercayaan diri. Jadi, tetaplah tenang dan pertahankan pegangan yang kuat pada bayi.

Pada beberapa bayi, air hangat dapat menjadikan bayi lebih tenang. Jika si kecil menyukai kondisi ini, maka tidak usah terlalu cepat untuk mengangkat bayi. Sementara bayi lain, ada yang menjadi menangis setiap kali dimandikan (ketika mulai maupun setelah selesai). Jika bayi Anda termasuk yang jenis ini, maka menjaga suhu kamar tetap hangat menjadi sangat penting.

Memandikan bayi dengan air dingin adalah sesuatu yang tidak dianjurkan. Jika bayi dimandikan dengan air dingin, tubuhnya akan menyesuaikan untuk tetap hangat dengan melakukan pembakaran metabolisme.

Tidak seimbangnya suhu dengan asupan kalori pada bayi bisa menyebabkan bayi sakit. Oleh karena itu, usahakanlah mandi dengan suhu yang membuat bayi nyaman yaitu dengan air hangat.

Waktu Terbaik Memandikan Bayi

Setelah Anda mengetahui cara memandikan bayi seperti di atas, hal lain yang penting untuk diketahui adalah kapan waktu terbaik untuk memandikan bayi? Pada dasarnya, hindari memandikan bayi setelah Anda memberikan ASI. Mandi dengan perut terisi bisa membuat bayi tidak nyaman.

Selain itu, perut bayi yang tertekan bisa membuat bayi muntah. Oleh karena itu, pilihlah waktu senggang, dengan begitu Anda bisa fokus untuk memandikan si kecil dan tidak terburu-buru.

Pada akhirnya, cara memandikan bayi yang terbaik adalah di pagi hari ketika suasana bayi sedang baik dan tidak sedang mengantuk. Meski begitu, memandikannya di sore hari bukanlah suatu larangan, karena yang terpenting adalah menjaga bayi agar tidak kedinginan.

Aktivitias mandi adalah sesuatu yang baik untuk bayi karena menghilangkan kotoran dari kulitnya. Namun terlalu sering mandi juga bisa mengurangi minyak alami yang ada pada kulitnya. Cara memandikan bayi yang aman berkisar antara 5 sampai 10 menit. Usai mandi, peluk dan timang bayi untuk meningkatkan ikatan dengan orang tua.