6 Cara Memakai Kondom yang Benar, Perhatikan Juga Hal Ini!

cara-memakai-kondom-doktersehat

DokterSehat.Com – Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi paling populer dan umum digunakan. Kemudahan dan harganya yang cukup terjangkau menjadi alasan mengapa kondom dijadikan pilihan utama untuk mencegah kehamilan dan untuk menghindari penyakit menular seksual. Sering disepelekan, cara memakai kondom yang benar perlu diperhatikan.

Ada berbagai merk kondom dapat dengan mudah kita temui di pasaran. Alat kontrasepsi yang satu ini pun hadir dengan berbagai macam varian rasa buah-buahan guna memberikan sensasi menyenangkan saat melakukan oral seks.

Cara Memakai Kondom yang Benar

Sebagai alat kontrasepsi, fungsi kondom tentu untuk mencegah kehamilan. Efektivitas kondom sangat bergantung dari cara memasang kondom itu sendiri (selain kualitas kondom). Faktanya, masih banyak orang yang belum tahu cara pakai kondom yang benar.

Berikut cara memakai kondom yang benar:

1. Buka Bungkus Kondom dengan Hati-Hati

Kondom sudah di tangan, kini saatnya memulai tahapan cara memakai kondom yang benar. Pertama-tama, buka bungkus kondom secara perlahan menggunakan jari-jari. Sebaiknya hindari membuka bungkus kondom menggunakan benda tajam seperti gunting atau pisau. Hal ini guna menghindari kondom sobek dan rusak.

Satu hal lagi, sobek bungkus kondom dari arah samping (biasanya dijelaskan pada kemasan kondom), alih-alih membukanya dari tengah.

Membuka bungkus kondom secara perlahan tanpa menggunakan benda tajam adalah bagian dari cara memasang kondom yang benar. Tekstur karet kondom yang rentan robek (terutama kondom supertipis) menjadi alasan mengapa hal ini benar-benar harus diperhatikan.

2. Pasang Kondom Saat Penis Ereksi Sempurna

Cara memakai kondom yang benar selanjutnya yakni pastikan penis sudah benar-benar ‘keras’ alias ereksi sempurna sebelum memasang kondom. Setelah penis ereksi, Anda bisa secara mandiri atau meminta pasangan (sekaligus membangkitkan gairah) untuk memasangkan kondom dari mulai ujung kepala penis hingga ujung penis.

3. Tekan Ujung Kondom

Dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk, tekan ujung kondom sesaat sebelum memakaikan kondom pada penis. Hal ini bertujuan untuk menghambat udara masuk sehingga kondom tidak mudah pecah.

Ujung kondom yang berbentuk menyembul seperti topi kecil ini sendiri berfungsi untuk menampung air mani. Pastikan Anda tidak melewatkan cara memakai kondom yang satu ini. Dengan begitu, risiko kondom pecah dapat dicegah semaksimal mungkin.

4. Pasang Sampai ke Pangkal Penis

Saat jari-jari Anda menekan ujung kondom, tangan yang satu mulai menarik gulungan kondom secara perlahan sampai seluruh penis, dari ujung kepala hingga pangkal penis, terbungkus oleh kondom.

Setelah penis terbungkus sepenuhnya, Untuk melengkapi tahap atau cara memakai kondom ini, Anda bisa meminta pasangan untuk melakukan oral seks guna melumasi penis agar siap untuk berpenetrasi ke dalam vagina. Pilihlah kondom yang memiliki rasa buah-buahan agar memberikan sensasi menyenangkan bagi pasangan saat mengulum si Mr. P.

5. Segera Tarik Penis Setelah Terjadi Ejakulasi

Manakala air mani sudah keluar alias ejakulasi, segera tarik penis Anda keluar sebelum kembali ‘loyo’. Cara pakai kondom ini wajib untuk dilakukan guna mencegah kemungkinan kondom bocor padahal masih berada di dalam vagina pasangan.

6. Lepas Kondom dan Buang dengan Benar

Setelah penis keluar seutuhnya, lepaskan kondom secara perlahan agar sperma yang berada di ujung kondom tidak berceceran. Sesudah itu, bungkus kondom dengan tisu kemudian buang kondom ke tempat sampah.

Jangan lupa untuk langsung membersihkan penis Anda sesaat setelah selesai berhubungan intim guna menjaga higienitasnya.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Memakai Kondom?

Selain memerhatikan cara memakai kondom yang baik dan benar, ada sejumlah hal penting lainnya yang perlu Anda ketahui ketika memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini.

1. Pastikan Kemasan Kondom Berada dalam Kondisi Baik

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah, Cek terlebih dahulu produk kondom yang hendak Anda beli, dalam hal ini, kemasannya. Teliti baik-baik kondisi kemasan kondom, apakah ada kerusakan atau tidak. Kesampingkan soal merek, apalagi harga. Pasalnya, keduanya tidak serta-merta menjamin kualitas produk kondom.

2. Label Sertifikasi Kesehatan dan Keamanan

Selain memastikan kondisi kemasan kondom dalam keadaan baik, yang juga harus Anda perhatikan adalah adanya label sertifikasi kesehatan dan keamanan produk pada kemasan. Label sertifikasi yang dimaksud seperti ISO, FDA, Kitemark, CE, dan BPOM.

3. Tanggal Kadaluwarsa

Kondom juga memiliki batas waktu penggunaan, dalam artian alat kontrasepsi ini juga bisa kadaluwarsa. Oleh karen itu, tanggal kadaluwarsa kondom tidak boleh luput dari pengawasan.

Produk kondom yang sudah kadaluwarsa memiliki kualitas karet kondom yang bisa dibilang sudah tidak baik sehingga lebih mudah robek atau rusak saat digunakan.

4. Penyimpanan Kondom

Banyak orang yang menyimpan kondom di dalam dompet. Hal ini sebenarnya tidak dianjurkan, mengingat suhu di dalam dompet cenderung panas akibat tekanan dan gesekan. Dikhawatirkan, ini akan membuat kondom lebih mudah rusak.

Usahakan untuk menyimpan kondom di tempat yang kering dan juga sejuk guna menjaga agar kualitas karetnya tetap baik.

5. Tidak Menggunakan Pelumas Berbahan Minyak

Anda juga tidak disarankan untuk menggunakan pelumas kondom yang terbuat dari bahan minyak seperti petroleum oil dan baby oil. Penggunaan pelumas-pelumas tersebut hanya akan membuat kondom lebih rentan mengalami kerusakan.

Alih-alih menambahkan pelumas minyak, Anda cukup membeli produk kondom yang sudah dilengkapi oleh cairan pelumas berbahan air yang lebih aman.

Kondom dan Sensasi Seks yang Menurun

Kondom memang menjadi alat kontrasepsi yang paling mudah, murah, dan efektif untuk mencegah kehamilan dan risiko penyakit kelamin. Namun, bukan berarti semua orang senang memakai kondom saat berhubungan seks. Menariknya, ketidaksukaan ini tidak hanya dirasakan oleh para pria, seperti yang selama ini kita ketahui.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari The Kinsey Institute, Indiana, Amerika Serikat, mengungkapkan sekitar 50 persen wanita mengaku pengalaman bercintanya mengalami penurunan akibat pasangannya menggunakan kondom.

Kendati demikian, hal ini jangan serta merta membuat Anda dan pasangan menjadi enggan untuk menggunakan kondom saat bercinta. Seks yang menyenangkan tak melulu soal penetrasi. Ada sejumlah faktor lainnya yang—jika Anda mampu menguasainya dengan baik—juga sanggup menciptakan sesi bercinta yang nikmat tiada tara.

Itu dia informasi mengenai cara memasang kondom yang benar untuk menjadi perhatian Anda. Semoga bermanfaat!

 

Sumber:

  1. How to use a Condom. https://teens.webmd.com/boys/how-to-use-a-condom#1 [Diakses pada 31 Juli 2019]
  2. How do I use a Condom? https://www.nhs.uk/conditions/contraception/how-do-i-use-condom/ [Diakses pada 31 Juli 2019]
  3. Relationships between condoms, hormonal methods, and sexual pleasure and satisfaction: an exploratory analysis from the Women’s Well-Being and Sexuality Study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2746830/ [Diakses pada 31 Juli 2019]