Terbit: 20 Mei 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Memaafkan memang sangat mudah hanya dengan diucapkan tetapi cara memaafkan terkadang sulit dilakukan. Memaafkan orang lain dan diri sendiri memerlukan kasih sayang, empati, pengertian, dan kebaikan. Anda orang yang termasuk sulit memaafkan? Jika ya, baca terus untuk mendapatkan informasi tentang kiat-kiat memaafkan diri sendiri dan orang lain!

15 Cara Memaafkan dan Manfaatnya untuk Kesehatan (Fisik dan Mental)

Apa Itu Memaafkan?

Memaafkan adalah sikap yang disengaja untuk melepaskan perasaan dendam terhadap seseorang atau kelompok yang telah melukai Anda, terlepas dari apakah mereka benar-benar pantas untuk dimaafkan.

Memaafkan seseorang bukan berarti mengabaikan, menyangkal, melupakan, dan membiarkan kesalahan yang orang lain perbuat terhadap Anda.

Manfaat memaafkan pada dasarnya dapat membantu memperbaiki hubungan yang rusak, tetapi memaafkan tidak mengharuskan Anda membebaskan mereka dari pertanggungjawaban hukum, jika perbuatannya telah melanggar hukum. Manfaat memaafkan juga memberikan ketenangan pikiran, yang membebaskan dari rasa marah.

Cara Memaafkan Diri Sendiri dan Orang Lain

Meski terkadang tidak mudah memaafkan seseorang yang melukai Anda, percayalah bahwa memaafkan seseorang akan memberikan kedamaian dan ketenangan. Memendam kebencian, kemarahan, dan dendam hanya akan menguras energi yang akan mengganggu kesehatan tubuh dan mental.

Berikut ini adalah sejumlah cara memaafkan diri sendiri dan orang lain:

1. Fokus Mengendalikan Emosi

Langkah pertama untuk belajar cara memaafkan adalah berfokus pada emosi Anda. Sebelum memulai, Anda perlu mengakui dan mengendalikan emosi dalam diri. Biarkanlah hati Anda untuk membuka diri dengan menyambut mereka meski telah menyakiti.

2. Mengakui Kesalahan

Jika Anda membuat kesalahan dan terus berjuang untuk melupakannya, akuilah apa yang Anda pelajari dari kesalahan tersebut.

Ketika Anda terus memikirkan dan timbul emosi di dalam hati, Anda bisa membebaskan diri dari beban dan menanamkan dalam pikiran Anda tentang hikmah dari tindakan dan konsekuensinya untuk Anda.

3. Jadikan Setiap Kesalahan Sebagai Pembelajaran

Menjadikan setiap kesalahan yang Anda perbuat sebagai pengalaman untuk belajar tidak mengulangi kesalahan yang sama adalah salah satu cara memaafkan diri sendiri.

Mencoba mengingatkan diri Anda bahwa telah melakukan sesuatu yang terbaik dengan pengetahuan yang dimiliki akan membantu memaafkan diri sendiri dan menjadikan hidup lebih baik.

4. Menuliskan Percakapan Batin Anda

Cara memaafkan yang satu ini mungkin sering Anda lakukan, yakni membatin dalam pikiran. Namun caranya sedikit berbeda.

Berbicara dengan batin bisa dituangkan dalam bentuk jurnal untuk membantu memahami kritik batin Anda dan mengembangkan belas kasihan dalam diri. Menulis “percakapan” antara Anda dan kritik batin diri sendiri dapat membantu menemukan pola pikir yang menghambat Anda untuk memaafkan diri sendiri.

Anda juga dapat menggunakan waktu menulis jurnal untuk membuat daftar yang Anda sukai tentang diri sendiri, termasuk kemampuan dan keterampilan. Cara ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri ketika merasa sedih terhadap kesalahan yang diperbuat.

5. Memerhatikan Sikap Kritis Terhadap Diri Sendiri

Anda adalah kritik Anda sendiri ketika merasa bersalah terhadap diri sendiri. Salah satu cara memaafkan yang terpenting adalah memerhatikan kapan kritik keras itu muncul dan kemudian menuliskannya dalam bentuk jurnal. Anda mungkin terkejut dengan apa yang sebenarnya dikatakan kritik batin diri sendiri kepada Anda.

6. Menenangkan Pikiran Negatif dari Kritik Batin Anda

Setelah menuliskan dan memerhatikan kritik batin Anda, terkadang sulit untuk mengenali pikiran yang menghalangi untuk memaafkan. Jika kesulitan memilah kritik batin diri sendiri, sebaiknya lakukan cara memaafkan diri sendiri berikut ini:

  • Tuliskan apa yang dikatakan kritik batin Anda (yang cenderung kritis dan tidak rasional) dalam selembar kertas.
  • Tulislah respons diri yang belas kasih dan rasional untuk setiap hal yang Anda tulis dalam selembar kertas yang sama.

7. Ketahui Apa yang Anda Inginkan

Jika melakukan kesalahan yang Anda buat telah melukai orang lain, Anda perlu menentukan sikap yang terbaik dan memahami mengapa kita harus jadi pemaaf untuk diri sendiri. Mungkin berbicara dengan orang yang Anda sakiti dan meminta maaf. Pikirkan seberapa penting dan manfaatnya berdamai dengan mereka dan menebus kesalahan.

Jika berpikir tentang apa yang harus dilakukan, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk menebus kesalahan selain meminta maaf. Sebagai gantinya, cobalah untuk memperbaiki kesalahan yang Anda perbuat dan tidak mengulanginya.

Satu penelitian menemukan bahwa memaafkan untuk diri sendiri karena telah menyakiti orang lain lebih mudah jika kita menebus kesalahan dengan perbuatan.

Baca Juga: Kesehatan Mental: Pengaruh Psikis, Gejala, Diagnosis, & Pengobatan

8. Ikuti Kata Hati Anda

Biasanya orang lebih mudah menasihati orang lain apa yang harus dilakukan daripada mengikuti kata hati sendiri.

Terapis perkawinan dan keluarga Heidi McBain mengatakan bahwa bertanya pada diri sendiri tentang apa yang akan Anda katakan kepada teman jika mereka bertukar pikiran tentang kesalahan yang mereka perbuat dengan Anda, dan kemudian mengambil saran Anda sendiri.

Jika kesulitan dalam mengatasi hal ini, Anda dapat bertukar peran dengan teman. Mintalah teman seolah-olah berada di posisi Anda dengan kesalahannya. Ia akan memberi tahu Anda masalahnya dan bagaimana harus berjuang cara memaafkan diri sendiri.

Dengan cara itu, Anda bisa menjadi pemberi saran dan berlatih memberi tahu teman bagaimana memaafkan yang tidak lain untuk Anda sendiri.

9. Jangan Memikirkan Kesalahan Masa Lalu

Memikirkan kesalahan yang telah lama terjadi mungkin sudah menjadi sifat manusia untuk menghabiskan waktu dan energi. Meskipun ini proses penting untuk pembelajaran, membahas kembali kesalahan di masa lalu tidak akan memungkinkan Anda melakukan cara memaafkan diri sendiri.

Saat diri Anda menyesali kesalahan yang lalu, berhentilah memikirkannya dan fokus pada satu langkah yang positif. Misalnya, alih-alih memikirkan kesalahan masa lalu, cobalah tarik napas dalam-dalam selama tiga kali atau sekadar jalan-jalan.

Mengontrol pola pikir dapat membantu diri Anda terhindar dari pengalaman negatif dan mengurangi stres dan kecemasan.

10. Tebarkan Kebaikan dan Kasih Sayang

Tunjukkanlah kebaikan dan belas kasih kepada diri sendiri jika respons pertama Anda terhadap situasi negatif adalah mengkritik diri sendiri.

Satu-satunya cara memaafkan orang lain dan diri sendiri adalah dengan berbaik hati dan berbelas kasih dengan diri sendiri. Meskipun cara ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan pengingat untuk diri sendiri bahwa Anda layak dimaafkan dan memaafkan.

11. Berkomitmen Memaafkan

Mengapa kita harus jadi pemaaf adalah untuk mendapatkan mendapatkan kedamaian. Oleh karena itu, bersikaplah adil kepada mereka yang tidak adil kepada Anda.

Begitu melihat bagaimana efek kemarahan membuat mereka tidak bahagia, mungkin penting bagi Anda dalam berkomitmen untuk tidak ‘membahayakan’ orang yang Anda coba maafkan. Cara ini hanya berarti jangan menimbulkan hal negatif bagi diri sendiri dan orang lain.

12. Tempatkan Diri Anda pada Posisi Mereka

Cara memaafkan orang lain ini bertujuan untuk merasa iba kepada orang lain. Itu sebabnya, mulailah menempatkan diri pada posisi orang lain. Cobalah memikirkan: Mengapa mereka terluka? Bagaimana mereka diperlakukan tidak adil? Apakah mereka begitu terluka sehingga melukai Anda?

Orang tersebut mungkin memiliki masa lalu kelam dalam hidupnya yang Anda tidak tahu tentang atau memiliki pengalaman yang memicu mereka bertindak.

Dengan melihat sesuatu dari perspektif orang yang telah melukai, Anda mungkin dapat memahami kesalahannya, meskipun tidak berarti harus memaafkan.

13. Menemukan Empati atau Simpati

Memahami dari mana seseorang yang berbuat kesalahan berasal akan membantu Anda menggantikan emosi negatif dan tidak memaafkan dengan emosi positif seperti empati dan belas kasih.

Jika sama sekali tidak ada cara yang bisa menimbulkan rasa berempati dengan orang yang melukai Anda, cobalah untuk bersimpati dengan mengingat ketika Anda juga telah dimaafkan untuk sesuatu.

Otak Anda pada dasarnya memiliki begitu banyak ruang dan memilih emosi-emosi positif yang menyisakan lebih sedikit ruang untuk emosi-emosi negatif yang membantu Anda merasa lebih baik. Inilah alasan mengapa kita harus jadi pemaaf.

14. Katakan atau Jangan Katakan

Jika memaafkan seseorang, cobalah untuk mengetahui alasannya agar dapat dimengerti. Sebelum melakukannya, ingat bahwa ketika mengatakan “Saya memaafkan,” Anda mungkin menyiratkan bahwa mereka telah melukai Anda. Jika mereka tidak mengerti alasan ini, Anda mungkin menyinggung mereka dan membuat kondisi ini kembali bermasalah.

Karena alasan tersebut, mengatakan memaafkan hanya boleh diberikan kepada seseorang setelah mereka meminta maaf, mengaku, menawarkan untuk menebus kesalahan, atau paling tidak sudah bertanggung jawab atas kesalahannya.

15. Berkonsultasi dengan Psikolog

Jika Anda sedang berusaha bagaimana cara memaafkan orang lain dan diri sendiri, bicaralah dengan seorang professional. Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog yang dapat membantu mempelajari cara memecahkan masalah dalam hidup dan mempelajari cara-cara baru dan lebih sehat untuk mengatasi kesalahan.

Manfaat Memaafkan Diri Sendiri dan Orang Lain

Mengapa kita harus jadi pemaaf? Orang yang belajar cara memaafkan orang lain dan diri sendiri cenderung memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik. Selain itu, berikut ini adalah sejumlah manfaat memaafkan:

  • Lebih bahagia.
  • Menjaga kesehatan mental.
  • Meningkatkan kesehatan tubuh.
  • Memperbaiki hubungan.
  • Baik untuk kelangsungan pernikahan.
  • Membantu menyembuhkan ‘luka’ akibat perselisihan.
  • Meningkatkan kebaikan dan hubungan dengan orang lain.
  • Baik untuk anak-anak dan remaja.
  • Mengurangi tingkat stres di tempat kerja.

 

  1. Anonim. Tana Tahun. What Is Forgiveness?. https://greatergood.berkeley.edu/topic/forgiveness/definition. (Diakses pada 20 Mei 2020)
  2. Juliana LaBianca. 2020. 14 Proven Steps to Truly Forgive Anyone for Anything. https://www.thehealthy.com/family/relationships/best-way-to-forgive/. (Diakses pada 20 Mei 2020)
  3. Lindberg, Sara. 2018. How to Forgive Yourself. https://www.healthline.com/health/how-to-forgive-yourself#1. (Diakses pada 20 Mei 2020)
  4. Shortsleeve, Cassie. 2019. How to Forgive Someone Who Hurt You—Even When It Feels Impossible. https://www.prevention.com/life/a29995725/how-to-forgive-someone/. (Diakses pada 20 Mei 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi