Terbit: 27 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cara isolasi mandiri COVID-19 dengan tinggal di rumah saja, jaga kebersihan, cuci tangan, makan sehat, dan lainnya. Ketahui isolasi mandiri berapa hari dan cara karantina mandiri yang benar berdasarkan KEMENKES dalam pembahasan ini.

15 Cara Isolasi Mandiri COVID-19 sesuai Protokol Kesehatan

Apa Itu Isolasi Mandiri COVID-19?

Isolasi mandiri adalah tindakan pencegahan penyebaran infeksi COVID-19 bila Anda sudah terkonfirmasi COVID-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala (asimtomatik). Anda juga disarankan untuk melakukan isolasi mandiri bila Anda melakukan kontak dekat dengan orang lain yang terkonfirmasi COVID-19. 

Selama isolasi mandiri, Anda harus tinggal di rumah atau tempat khusus dengan melimitasi kontak dengan orang lain selama 14 hari. Anda juga harus memantau gejala COVID-19 yang mungkin Anda alami, tetap dengan pendampingan dari rumah sakit atau pusat kesehatan setempat. 

Siapa yang Disarankan untuk Isolasi Mandiri COVID-19?

Anda diwajibkan melakukan isolasi mandiri COVID-19 bila mengalami: 

  • Terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala. 
  • Pasien positif COVID-19 dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, dan mengalami perubahan indera penciuman atau perasa. 
  • Terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan seperti pilek, flu, batuk, atau demam ringan. 
  • Memiliki kontak langsung dengan seseorang yang terkonfirmasi positif COVID-19. 
  • Bila Anda positif COVID-19 dan memiliki fasilitas di rumah yang memungkinkan untuk isolasi mandiri dan tidak membahayakan anggota keluarga lain. 
  • Anda adalah suspek atau kasus probable COVID-19. 

Selama melakukan isolasi mandiri, Anda harus tetap dipantau oleh oleh petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) via telepon atau daring. Bila tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri di rumah, Anda dapat menghubungi FKTP untuk isolasi di fasilitas atau pusat COVID-19 yang disediakan pemerintah.

Isolasi Mandiri COVID-19 Berapa Hari?

Berdasarkan Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2 yang diterbitkan pada Agustus 2020 oleh: 

  • Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
  • Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN).

Karantina mandiri di rumah dilakukan selama maksimal 14 hari sejak Anda terkonfirmasi positif COVID-19 atau sejak kontak terakhir dengan pasien positif COVID-19 (untuk kasus probable/suspek). 

Lakukan karantina mandiri selama 10 hari di rumah sejak gejala pertama kali muncul, lalu ditambah karantina mandiri 3 hari untuk memastikan Anda bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Anda harus melakukan kontrol di FKTP setidaknya setelah 10 hari karantina untuk pemantauan klinis dan gejala COVID-19. 

Baca Juga: Perlengkapan dan Cara Mencegah Penularan COVID-19 (Lengkap)

Cara Isolasi Mandiri COVID-19 sesuai Protokol Kesehatan

Isolasi mandiri adalah salah satu perawatan dan pencegahan penyebaran COVID-19. Saat Anda di rumah saja, Anda akan memutus risiko paparan COVID-19 pada orang lain baik bila Anda sudah terkonfirmasi positif COVID-19 atau bila Anda tergolong kasus probable, suspek, atau memiliki kontak dengan pasien COVID-19.

Pahami cara isolasi mandiri COVID-19 dengan benar berdasarkan protokol isolasi mandiri yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), sebagai berikut:

1. Tinggal di Kamar Terpisah 

Tinggal di rumah atau kamar yang terpisah dengan anggota keluarga atau orang lain. Pastikan kamar Anda tertutup dari kontak dengan orang lain namun tetap memiliki ventilasi udara yang memadai dan juga bersih. Sebaiknya, pindahkan semua peralatan yang Anda butuhkan ke dalam kamar agar Anda tidak bolak-balik ke ruangan lain dan meningkatkan risiko penyebaran virus Corona. 

2. Selalu Gunakan Masker 

Gunakan masker untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 melalui droplet, terutama bila Anda mengalami gejala ringan seperti batuk, pilek, dan bersin. Pakai masker dengan benar, harus menutupi semua bagian hidung, mulut, dan dagu. Buang bekas masker di tempat sampah khusus. 

3. Jaga Jarak dengan Anggota Keluarga Lain 

Bila Anda tinggal dengan orang lain di rumah, pastikan untuk menghindari kontak dekat atau kontak langsung dengan orang lain. Jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Bila anggota keluarga ingin membantu aktivitas Anda sehari-hari seperti mengantarkan makanan dan lainnya, bisa meletakkannya di depan pintu tanpa kontak langsung. 

4. Tidak Keluar Rumah Sama Sekali 

Anda tidak boleh keluar rumah sama sekali terutama ke tempat umum seperti pasar, sekolah, kantor, mall, tempat sosialisasi, tempat ibadah, dan ruang publik lainnya. Konsultasikan pada pihak yang bersangkutan agar Anda bisa bekerja, sekolah, atau kuliah di rumah hingga Anda dinyatakan sembuh. 

5. Cuci Tangan

Cuci tangan adalah salah satu cara mencegah COVID-19 yang paling efektif karena tangan Anda menjadi media paparan virus paling rentan. Anda harus cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Cuci tangan Anda sesering mungkin. 

Baca Juga: New Normal: Definisi, Panduan, Penerapan Saat Pandemi COVID-19

6. Jaga Kebersihan Rumah 

Jaga kebersihan kamar Anda. Gunakan cairan pembersih dan disinfektan untuk membersihkan lantai dan benda-benda lain yang sering disentuh. Anda juga harus membersihkan gagang pintu dan ponsel Anda. Selain itu, Pisahkan baju kotor Anda dengan anggota keluarga lain. Sebaiknya dicuci secara terpisah. 

7. Pantau Gejala COVID-19 Setiap Hari 

Walaupun Anda karantina mandiri dan tanpa gejala, Anda harus tetap konsultasi dengan tempat Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kontrol rutin (atau di hari 10 karantina) akan membantu menganalisis kondisi kesehatan Anda untuk mengetahui apakah gejala sudah berkurang, memburuk, atau Anda sudah sehat berdasarkan pemeriksaan klinis. 

8. Jangan Berbagi Peralatan Makan dan Mandi 

Pisahkan alat makan, mandi, tidur, dan kebutuhan lainnya dari orang lain. Jangan menggunakan alat-alat tersebut bersamaan karena sangat riskan menularkan virus. 

Bila Anda harus berbagi kamar mandi dengan orang lain, mohon minimalisir menyentuh banyak benda dan permukaan. Bila perlu, bersihkan kamar mandi setelah Anda menggunakannya. Anda dapat menggunakan desinfektan spray khusus yang mudah digunakan.

9. Makan Sehat Setiap Hari 

Kunci utama untuk melawan virus dari tubuh adalah dengan meningkatkan sistem imun tubuh dengan konsumsi makanan dan minuman sehat. Setiap hari, Anda harus makan buah dan sayur apa pun yang mengandung vitamin A, B, C, D, E, serta makanan tinggi antioksidan. 

Bila ingin makan makanan ringan, Anda harus konsumsi camilan sehat seperti kacang-kacangan, madu, dan buah. Contoh makanan sehat yang mudah diolah dan didapatkan adalah sayur bayam, kangkung, capcay sayuran, brokoli, sayur sop, ikan, kacang panjang, dan lainnya. 

10. Konsumsi Vitamin Tambahan

Selain makan sayur dan buah setiap hari, sebaiknya Anda juga konsumsi vitamin tambahan termasuk vitamin C 1000, vitamin E, vitamin B kompleks, vitamin D, dan vitamin untuk immune booster. Mohon konsultasikan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan terkait untuk jenis vitamin yang sesuai dengan kondisi Anda. 

11. Olahraga 

Cara isolasi mandiri COVID-19 selanjutnya adalah olahraga teratur, minimal 15 menit per hari. Walaupun Anda di rumah saja, Anda harus tetap olahraga. Pilih jenis olahraga yang memungkinkan Anda lakukan di kamar seperti squat, yoga, push up, plank, crunch, senam sederhana, dan lainnya. 

12. Berjemur Setiap Hari 

Selain olahraga, Anda juga disarankan untuk berjemur setiap pagi selama 15-30 menit. Waktu berjemur paling ideal adalah jam 9-10 pagi. Manfaat berjemur adalah meningkatkan sistem imun, memproduksi vitamin D alami untuk tubuh, serta mengurangi level stres. 

13. Manajemen Pembuangan Sampah 

Sampah pribadi seperti bekas tisu, bekas masker, dan lainnya harus dikumpulkan di kantong plastik terpisah. Buang sampah ke tempat sampah luar rumah tangga setelah 72 jam.

14. Manfaatkan Fasilitas Telemedicine 

Anda dapat memanfaatkan fasilitas telemedicine untuk mengetahui informasi kesehatan terkini. Anda juga dapat berkonsultasi kesehatan secara online sehingga tidak perlu bepergian ke luar. 

15. Hubungi Fasilitas Kesehatan Terdekat 

Hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat bila Anda mengalami gejala COVID-19 yang semakin memburuk. Anda mungkin harus melakukan check-up kesehatan keseluruhan. Selanjutnya, dokter akan memberitahu Anda saran perawatan kesehatan terbaik. 

Setelah Selesai Isolasi Mandiri COVID-19

Lakukan tes swab PCR (polymerase chain reaction) COVID-19 untuk memastikan bahwa Anda sudah sembuh dan negatif virus Corona COVID-19. Perlu diketahui bila Anda sudah tidak mengalami gejala dan menyelesaikan karantina mandiri selama 14 hari, hasil tes swab Anda mungkin tetap positif COVID-19 namun virus tersebut sebenarnya sudah lemah di dalam tubuh Anda.

Anda mungkin harus melakukan tes swab lagi beberapa hari setelahnya. Silakan konsultasi dengan dokter Anda untuk memastikan apakah diri Anda sudah sembuh dari COVID-19.

Itulah panduan cara isolasi mandiri COVID-19 berdasarkan KEMENKES. Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah untuk tidak panik atau stres menghadapi COVID-19. Lakukan semua protokol kesehatan dan konsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan terdekat yang menampung pasien COVID-19. 

 

  1. KEMENKES. 2020. Protokol Isolasi Mandiri Covid-19. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/protokol-isolasi-mandiri-covid-19. (Diakses pada 27 November 2020). 
  2. KEMENKES. 2020. Isolasi Mandiri. Jakarta: KEMENKES. (Diakses pada 27 November 2020). 
  3. NHS. 2020. When to self-isolate and what to do. https://www.nhs.uk/conditions/coronavirus-covid-19/self-isolation-and-treatment/when-to-self-isolate-and-what-to-do/. (Diakses pada 27 November 2020). 
  4. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), et all. 2020. Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: KEMENKES. (Diakses pada 27 November 2020). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi