Begini Cara Diabetes Membunuh Secara Diam-Diam

penyebab-diabetes-doktersehat

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang paling sering menyerang masyarakat Indonesia adalah diabetes. Penyakit ini juga dikenal luas sebagai salah satu pembunuh diam-diam yang sangat mengerikan. Bagaimana tidak, banyak penderitanya yang tidak sadar jika kondisi kesehatannya terus menurun akibat diabetes dan akhirnya harus mengalami komplikasi atau bahkan kematian.

Bagaimana cara diabetes membunuh secara diam-diam?

Penderita diabetes akan mengalami kondisi kadar gula darah yang sangat tinggi. Tak hanya membuat luka sulit untuk disembuhkan, kadar gula tinggi ini juga bisa merusak berbagai macam jaringan dan organ tubuh.

Berikut adalah beberapa dampak yang akan dialami jika penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi dan tak terkendali.

  1. Kerusakan pembuluh darah

Pakar kesehatan menyebut dampak yang paling kentara dari kadar gula yang tak terkendali pada penderita diabetes adalah kerusakan pada pembuluh darah, khususnya dalam hal hilangnya keelastisitasan dari pembuluh darah dan penyempitan pembuluh darah. Karena alasan inilah diabetes bisa berujung menjadi komplikasi organ kardiovaskular yang mematikan layaknya serangan jantung, stroke, hingga kerusakan berbagai macam organ.

  1. Menyebabkan kerusakan saraf

Selain pembuluh darah, diabetes juga akan merusak saraf. Hal ini terkait dengan memburuknya sirkulasi darah selama bertahun-tahun lamanya akibat tingginya kadar gula darah. Biasanya, gejala dari kerusakan saraf ini adalah mati rasa pada bagian tangan dan kaki dan akhirnya berakhir pada neuropati diabetik.

  1. Gagal ginjal

Salah satu organ yang paling menderita akibat kadar gula darah yang sangat tinggi pada tubuh penderita diabetes adalah ginjal. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari American Diabetes Association, dihasilkan fakta bahwa 44 persen kasus gagal ginjal disebabkan oleh diabetes. Hal ini juga terkait dengan rusaknya pembuluh darah pada penderita diabetes.

Kerusakan pembuluh darah akan membuat ginjal kesulitan untuk menyaring limbah di dalam tubuh secara efisien. Hal ini akhirnya berimbas pada semakin menumpuknya racun di dalam ginjal yang akhrnya berimbas pada meningkatnya risiko terkena gagal ginjal.

  1. Kebutaan

Salah satu indera yang paling rentan terkena efek buruk dari diabetes adalah mata. Hal ini juga terkait dengan rusaknya pembuluh darah akibat kadar gula darah yang sangat tinggi. Jika sampai pembuluh darah menyempit atau bahkan rusak, maka mata tidak akan mendapatkan asupan darah yang cukup dan akhirnya menyebabkan gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan.

  1. Gastroparesis

Gastroparesis bisa dijelaskan sebagai kondisi yang menyebabkan perlambatan gerak peristaltik pada saluran pencernaan. Sebagai informasi, gerakan ini berperan besar dalam memindahkan makanan di organ-organ saluran pencernaan. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada saraf dan memicu gejala sepert perut kembung, mual-mual, kenaikan asam lambung, dan nyeri pada perut.

  1. Gangguan kesehatan kulit

Salah satu gejala dari diabetes adalah acanthosis nigrans, kondisi yang membuat pengidapnya mengalami gejala kulit kering atau munculnya bercak-bercak dengan warna gelap.

  1. Sulitnya luka sembuh

Sirkulasi darah yang sudah sangat buruk atau rusak akhirnya mempengaruhi proses penyembuhan luka. Hal ini membuat luka tak kunjung bisa disembuhkan atau bahkan baru bisa sembuh dalam waktu yang sangat lama. Dalam banyak kasus, luka ini akhirnya terpapar bakteri dan menyebabkan datangnya infeksi. Jika infeksi sudah berlangsung dengan sangat parah, maka risiko untuk terkena amputasi pun meningkat.

  1. Gangguan seksualitas

Bagi pasangan yang sudah menikah, diabetes juga akan menyebabkan penurunan kualitas kehidupan seksual dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh munculnya disfungsi seksual, khususnya pada kaum pria seperti impotensi. Sementara itu, bagi kaum hawa, mereka juga akan lebih rentan terkena masalah vagina kering, penurunan libido, dan sensasi nyeri pada saat berhubungan intim.

Melihat fakta-fakta ini, kita memang sebaiknya menjaga gaya hidup tetap sehat agar tidak mudah terkena diabetes.