Terbit: 25 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Karena memiliki rasa yang manis, cokelat digemari oleh banyak orang. Tak hanya orang tua atau dewasa, anak-anak juga suka dengan cokelat dan sering menjadikannya camilan. Hanya saja, ada anggapan yang menyebut cokelat bisa menyebabkan kenaikan asam lambung. Sebenarnya, bagaimana bisa cokelat bisa memicu efek ini?

Begini Cara Cokelat Bisa Sebabkan Kenaikan Asam Lambung

Cara cokelat mempengaruhi kondisi lambung

Meskipun termasuk dalam makanan yang bisa menenangkan pikiran, dalam realitanya cokelat memang bisa mempengaruhi kinerja lambung dengan signifikan sehingga akhirnya menyebabkan kenaikan asam lambung.

Berikut adalah penjelasan tentang cara cokelat menaikkan asam lambung.

  1. Cokelat melemaskan otot sfingter pada esophagus

Pakar kesehatan menyebut cokelat sebagai makanan yang sebaiknya dihindari oleh orang-orang dengan gangguan pencernaan, khususnya refluks asam lambung atau GERD. Hal ini disebabkan oleh kemampuan cokelat dalam membuat penyakit ini menjadi semakin parah.

Sebagai informasi, saat berada dalam kondisi normal, cairan asam lambung tidak akan mudah naik ke bagian kerongkongan karena ditahan oleh sejenis katup yang dikenal sebagai otot sfingter esophagus bawah. Otot ini mampu menutup rapat sehingga asam lambung tidak akan mudah naik ke bagian kerongkongan. Sayangnya, terkadang otot ini akan melemah atau tak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini tentu akan membuatnya tidak mudah tertutup rapat dan akhirnya menaikkan asam lambung. Gejala dari kenaikan asam lambung ini bisa dirasakan berupa sensasi panas atau perih pada kerongkongan dan ulu hati.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Cokelat ternyata mampu menyebabkan otot sfingter esophagus ini melemah. Hal inilah yang kemudian membuatnya tidak bisa menahan kenaikan asam lambung. Selain cokelat, beberapa makanan yang sering kita konsumsi seperti buah berjenis sitrus seperti jeruk dan lemon, bawang merah dan bawang putih, tomat, minuman berkafein, minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan efek yang sama.

  1. Di dalam cokelat terdapat kandungan lemak

Terdapat banyak sekali jenis cokelat yang bisa kita pilih. Setiap jenisnya memiliki kadar lemak yang berbeda-beda. Masalahnya adalah semakin banyak kadar cokelat di dalam cokelat, semakin tinggi pula kemungkinan tubuh mengalami masalah kenaikan asam lambung.

Pakar kesehatan menyebut lemak mampu membuat perut memproduksi asam lambung dalam jumlah yang lebih banyak. Karena jumlahnya terus meningkat, maka lambung tak lagi kuat menampungnya dan akhirnya membuat asam ini terus naik ke bagian kerongkongan. Ditambah dengan otot sfingter esophagus yang melemah, maka kondisi asam lambung ini pun akan menjadi semakin parah.

Jenis cokelat yang paling memungkinkan memicu kenaikan asam lambung adalah milk chocolate karena kandungan lemaknya lebih tinggi dibandingkan dengan di dalam dark chocolate. Sayangnya, dark chocolate memiliki kadar kafein yang tinggi. Meskipun begitu, dark chocolate masih dianggap lebih aman dibandingkan dengan cokelat jenis lainnya.

Selain cokelat, kita sebaiknya menghindari makanan pemicu asam lambung ini

Meskipun bisa diatasi dengan obat-obatan atau perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, masalah asam lambung bisa menyebabkan sensasi tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, jika kondisi ini sering terjadi, dikhawatirkan akan menyebabkan komplikasi yang serius seperti luka pada kerongkongan atau bahkan tumbuhnya kanker yang berbahaya.

Melihat adanya fakta ini, pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk menghindari beberapa jenis makanan yang bisa menyebabkan kenaikan asam lambung seperti makanan pedas, makanan berlemak, cokelat, gorengan, tomat, minuman bersoda, minuman beralkohol, daging berlemak, susu dengan kadar lemak tinggi, dan lain-lain. Selain itu, cobalah untuk tidak langsung tiduran setelah makan demi mencegah datangnya kondisi ini.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi