Mengobati Batuk Pilek pada Anak secara Alami

doktersehat-anak-sakit-batuk

DokterSehat.Com – Batuk pilek pada anak bukan penyakit yang mengherankan apabila menyerang buah hati. Namun tak jarang, orangtua mengambil tindakan yaitu langsung memberikan obat batuk pilek anak sebagai pengbatan. Risiko besar menanti apabila anak-anak terlalu sering mengonsumsi obat batuk pilek anak. Ada langkah yang bisa diambil adalah dengan menggunakan cara alami menyembuhkan anak batuk pilek.

Bila si kecil menderita batuk dan pilek jauh lebih bijak bila ibu memberikan obat alami batuk pilek anak atau tindakan lain yang bisa meredakan gejalanya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir efek samping yang ditimbulkan oleh obat-obatan kimia.

Mengobati Batuk Pilek pada Anak secara Alami

Berikut ini adalah cara alami menyembuhkan batuk dan pilek pada anak tanpa obat-obatan kimia yang bisa Anda coba saat anak terserang penyakit tersebut, di antaranya:

1. Uap Air

Uap air bisa membantu melancarkan hidung tersumbat pada anak batuk pilek. Cara termudah untuk menghasilkan uap air adalah dengan manaskan air di kamar mandi hingga menghasilkan uap air.

Kemudian tutup pintu kamar mandi dan duduklah bersama anak Anda dalam ruang tersebut selama kurang lebih 15 menit. Lakukan terapi obat alami batuk pilek anak ini dua kali sehari.

2. Madu dan Lemon

Saat anak batuk pilek biasanya mereka akan kesulitan bernapas sehingga hidung tersumbat. Cara mengobati batuk pilek pada anak, orangtua bisa memberikan campuran madu dan lemon guna melegakan tenggorokan dan mengatasi infeksi. Campurkanlah satu sendok teh madu ke dalam air hangat dan tambahkan perasan buah lemon. Aduk hingga merata dan berikan kepada anak.

3. Kunyit

Kunyit merupakan rempah-rempah yang baik untuk meredakan batuk. Caranya, campurkan satu jumput bubuk kunyit pada susu yang biasa dikonsumsi si kecil. Gunakanlah obat batuk pilek anak tradisional ini dua kali sehari.

4. Pijatan lembut dengan minyak telon

Fakta menunjukkan bahwa resep obat alami batuk pilek anak dengan minyak telon memiliki efek untuk mengurangi batuk pilek anak karena rasa hangat yang dihasilkan dapat membuat buah hati merasa lebih rileks dan mengatasi hidung tersumbat.

Pemijatan lembut pada dada anak menggunakan minyak telon dapat membantu mereka tertidur lebih mudah saat sakit. Jika tidak ada minyak telon, campuran minyak zaitun dan minyak essential akan membuat bayi lebih mudah bernapas. Anda dapat menggunakan minyak essential yang sehat seperti kayu putih, rosemary, dan minyak peppermint.

5. Perbanyak minum air putih

Air putih merupakan salah satu obat alami batuk pilek anak yang seringkali disepelekan oleh orangtua. Ketika terserang penyakit, baik anak kecil maupun orang dewasa cenderung banyak mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga tubuh rentan dehidrasi.

Padahal, saat sedang sakit tubuh haruslah tetap ternutrisi dengan cairan agar mempercepat proses pemulihan. Oleh karena itu, perbanyak konsumsi air putih saat anak batuk pilek.

6. Konsumsi sup ayam

Tahukah Anda bahwa sup ayam memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Membuat sup ayam membutuhkan rempah-rempah sebagai penguat rasa. Rempah-rempah tersebut yang berperan mengusir penyakit dari tubuh, termasuk pula penyakit batuk pilek anak.

Penyebab Batuk Pilek pada Anak

Flu atau pilek adalah infeksi pada hidung dan tenggorokan (infeksi saluran pernapasan atas) yang dapat disebabkan oleh satu dari lebih dari 100 virus. Rhinovirus adalah yang paling umum.

Setelah terinfeksi oleh virus, bayi umumnya menjadi kebal terhadap virus tersebut. Tetapi karena begitu banyak virus menyebabkan anak batuk pilek, anak Anda mungkin mengalami beberapa kali batuk pilek per tahun dan sering mangalaminya sepanjang hidupnya. Juga, beberapa virus tidak menghasilkan kekebalan yang bertahan lama.

Virus flu biasa masuk ke mulut, hidung atau mata anak. Anak bisa terinfeksi virus dengan:

1. Udara

Ketika seseorang yang sakit batuk, bersin atau berbicara, dia mungkin langsung menyebarkan atau menularkan virus pada anak.

2. Kontak langsung

Seseorang mengalami pilek menyentuh tangan anak  dapat mennularkan virus pada anak, yang dapat terinfeksi setelah menyentuh mata, hidung, atau mulutnya.

3. Permukaan benda yang terkontaminasi

Beberapa virus hidup di permukaan benda selama dua jam atau lebih lama. Anak mungkin terkena virus dengan menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi, seperti mainan anak.

Faktor Risiko Penularan Baruk Pilek

Beberapa faktor membuat anak berisiko lebih tinggi terkena baruk pilek, di antaranya:

1. Sistem kekebalan belum matang

Anak, pada dasarnya berisiko terkena batuk pilek karena mereka belum terkena atau mengembangkan resistensi terhadap sebagian besar virus yang menyebabkan mereka pilek.

2. Tertular dari anak-anak lain

Anak menghabiskan waktu dengan anak-anak lain, yang tidak selalu mencuci tangan dan menutupi batuk dan bersin, yang meningkatkan risiko anak tertular batuk pilek.

3. Peralihan musim

Anak-anak dan orang dewasa lebih rentan terkena flu saat peralihan musim atau pancaaroba – datangnya musim hujan.

Mencegah Penularan Batuk Pilek pada Anak

Berikut ini cara mencegah batuk pilek pada anak yang bisa Anda praktikkan:

  • Jauhkan bayi dari orang yang sedang sakit. Jika memiliki bayi baru lahir, jangan biarkan orang yang sedang sakit menjenguk. Jika memungkinkan, hindari menggunakan transportasi umum dan pertemuan umum dengan bayi baru lahir.
  • Cuci tangan sebelum menyusui atau menyentuh bayi. Ketika sabun dan air tidak tersedia, gunakan tisu tangan atau gel yang mengandung alkohol.
  • Bersihkan mainan dan dot anak sesering mungkin.
  • Ajarkan semua orang di rumah menggunakan tisu saat batuk dan bersin, kemudian membuangnya. Jika Anda tidak memiliki tisu, gunakan kedua tangan Anda untuk menutup hidung saat bersin. Ingat, jangan menutup hidung terlalu dekat atau rapat.

Itulah cara mengobati batuk pilek pada anak secara alami hingga pencegahannya. Apabila batuk pilek anak tak kunjung sembuh dan timbul gejala seperti demam tinggi, sulit bernapas, hingga kondisi tidak umum lainnya, segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis guna mendiagnosa penyakit-penyakit berbahaya lain.