Cara Alami Atasi Jamur pada Kelamin Pria

Doktersehat-obat-alami-jamur-pada-kemaluan-pria

DokterSehat.Com – Tidak hanya organ intim wanita saja yang harus dirawat, organ intim pria pun juga perlu dirawat agar terhindar dari segala penyakit kelamin. Salah salah satu penyakit kelamin yang dapat diderita oleh pria adalah infeksi jamur yang disebabkan adanya jamur Candida.

Jamur Candida bisa menimbulkan gatal yang luar biasa. Ruam merah pada penis, gatal dan sensasi terbakar di ujung penis disertai bau tidak sedap adalah gejala-gejala yang bisa dikenali. Infeksi ini termasuk penyakit menular seksual, khususnya jika terjadi pada pasangan. Karena itu, pengobatan sesegera mungkin sangat penting bagi pasien yang terinfeksi.

Jika tidak ditangani dan dibiarkan terlalu lama, jamur Candida berpotensi menyebabkan jamur masuk hingga ke aliran darah dan memicu infeksi di darah (sepsis).

baca juga: Waspada, Inilah Tanda-Tanda Miss V Terkena Infeksi Jamur

Bayi, lansia, pengidap penyakit kronis (seperti diabetes), penggunaan obat-obatan jangka panjang (antibiotik), hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi merupakan faktor yang meningkatkan risiko infeksi ini.

Penanganan utama untuk infeksi jamur ini adalah dengan obat antijamur. Menjaga kebersihan juga akan membantu proses pemulihan sekaligus pencegahannya.

Seperti dilansir dari Livestrong, jika Anda mengidap infeksi jamur terdapat beberapa pengobatan alami yang bisa Anda coba di rumah. Berikut adalah obat alami jamur pada kemaluan pria, di antaranya:

  • Minyak oregano

Jamur pada kemaluan pria dapat di atasi oleh minyak oregano. Minyak oregano adalah salah satu pengobatan herbal yang efektif membasmi jamur kelamin pria. Hasil penelitian menyebutkan bahwa minyak oregano efektif sebagai pengobatan antijamur, baik jamur pada kulit atau infeksi sistematik.

Anda bisa menggunakan lima atau enam tetes minyak oregano dan mengoleskannya pada bagian yang terkena infeksi sebanyak dua sampai tiga kali sehari.

  • Bawang putih mentah

Meski memiliki bau yang tidak sedap, namun bawang putih dipercaya sebagai salah satu obat alami jamur pada kemaluan pria yang cukup efektif. Bawang putih dianggap mampu mengatasi infeksi jamur Candida dan lebih ampuh dibanding menggunakan obat antijamur di pasaran.

Anda bisa mengonsumsi bawang putih mentah satu atau dua kali sehari atau pilih kapsul bawang putih yang mengandung 4.000 miligram allicin-alliin, yaitu senyawa antijamur berasal dari bawang putih.

  • Teh chamomile

Teh chamomile mampu membunuh organisme Candida. Ramuan teh chamomile juga mengandung kalsium dan magnesium yang bermanfaat untuk mengobati infeksi jamur. Pengobatan dilakukan dengan dosis untuk teh chamomile adalah tiga cangkir per hari.

Anda dapat menyeduh teh herbal ini dengan seduhan satu sendok teh bunga chamomile kering dalam satu cangkir air panas mendidih selama tiga sampai lima menit.

  • Minyak kelapa

Asam laurat dan asam kaplirat di dalam minyak kelapa bermanfaat untuk melawan infeksi jamur. Ambil 3½ sendok makan minyak kelapa murni setiap hari atau menggunakan minyak ini saat Anda memasak.

Mengenali Jamur pada Kemaluan Pria

Selain jamur Candida, jamur lain yang juga menyebabkan gatal pada kelamin adalah jamur tinea. Jamur ini tumbuh subur di daerah tubuh yang hangat dan lembap, misalnya di selangkangan, sekitar kelamin dan bokong.

Keluhan ini sering terjadi pada orang yang banyak berkeringat, sering memakai celana ketat, memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, menurunnya sistem kekebalan tubuh, dan penderita obesitas. Pada beberapa kasus, pria lebih sering mengalami hal ini ketimbang wanita.

Perlu diketahui, gatal di selangkangan bisa menular dari satu orang ke orang lain. Bisa melalui kontak langsung dari kulit ke kulit, menggunakan pakaian atau handuk yang sama dengan penderita infeksi jamur, atau bisa juga karena Anda sudah menderita infeksi jamur di bagian tubuh yang lain.

baca juga: 7 Jenis Penyakit Kelamin Pria dan Penyebabnya

Selain gatal, jamur tinea juga bisa menyebabkan ruam merah berbentuk lingkaran seperti cincin, pada tepi ruam dapat terbentuk lepuhan dan lesi yang tampak lebih aktif dibandingkan bagian tengah ruam.

Selain itu, jamur tinea juga bisa menyebabkan sensasi perih, gatal, dan kulit mengelupas di area yang terinfeksi. Infeksi ini lebih sering muncul pada saat musim panas atau di daerah yang hangat, lembap, dan berawan seperti di daerah beriklim tropis.