Captopril – Dosis, Indikasi, dan Peringatan

Obat Captopril-doktersehat

Anda sedang mencari fungsi captopril? Ataukah Anda justru bertanya-tanya obat Captopril obat apa? Obat captopril adalah obat yang sering diresepkan oleh dokter dan mudah diperoleh dengan harga terjangkau di apotek. Sampai di penjelasan awal ini, tentu Anda sudah tahu Captopril obat apa. Namun, selanjutnya, sudah tahukah Anda manfaat dan fungsi captopril yang sering Anda dengar? Obat captopril adalah obat yang digunakan untuk merawat pasien hipertensi dan congestive heart failure.

Obat captopril adalah obat yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah. Bukan hanya itu saja, ketika Anda mengkonsumsi Obat Captopril untuk menurunkan darah tinggi, obat captopril bermanfaat untuk mencegah gagal jantung, melindungi ginjal dari bahaya akibat diabetes dan meningkatkan kelangsungan hidup setelah serangan jantung.

Jadi bagaimana? Apakah Anda masih merasa bingung dan penasaran captopril obat apa? Perlu diketahui, obat captopril adalah obat yang juga dapat dikombinasi dengan obat darah tinggi lainnya. Namun perlu Anda ingat, kombinasi dua obat darah tinggi harus sesuai dengan anjuran dari Dokter. Dari penjelasan ini, Anda tentu sudah mengetahui obat captopril obat apa. Jika Anda ingin mengetahui lebih detail mengenai komposisi Captopril, manfaat Captopril dan fungsi captopril, Anda dapat membaca informasi lebih mendalam mengenai obat captopril di bawah ini.

Nama: Captopril
Nama dagang: Capoten, Captoril
Kelas: ACE Inhibitor
Golongan ACE inhibitor yang lain: Accupril, Aceon, Benazepril, Fosinopril, Lisinopril, Lotesin, Moexipril, Perindopril Quinapril, Ramipril, Trandolapril, Vasotec
Sediaan: Tablet 12,5 mg dan 25 mg

Penggunaan dan Dosis Captopril untuk Dewasa

Untuk pasien dengan Hipertensi akut
Dosis Captopril 12,5-25 mg peroral; dapat diulang jika perlu

Untuk pasien dengan Hipertensi (pemberian captopril Sendiri atau dengan thiazide)

  • Dosis  Captopril Awal: 25 mg PO setiap 8-12 jam, tingkatkan secara bertahap berdasarkan respon (mungkin mulai lebih rendah pada beberapa pasien)
  • Dosis Pemeliharaan: 25-150 mg PO setiap 8-12 jam
  • 450 mg/hari maksimum

Congestive Heart Failure (Dengan Diuretik dan Digitalis)

  • Awal: 6,25-12,5 mg PO setiap 8 jam dalam hubungannya dengan glikosida jantung dan terapi diuretik
  • Terapi Target: 50 mg setiap 8 jam
  • 450 mg/hari maksimum

Untuk Disfungsi Ventrikel kiri jantung Setelah Infark Miokard

  • 6,25 mg PO awalnya lalu diikuti oleh 12,5 mg setiap 8 jam
  • Meningkat menjadi 25 mg setiap 8 jam PO selama beberapa hari ke depan; KEMUDIAN
  • Target dosis Captopril: 50 mg PO setiap 8 jam

Nefropati diabetes
25 mg PO setiap 8 jam

Pertimbangan dosis Captopril

  • Bermanfaat bagi banyak pasien dengan risiko penyakit jantung; mengurangi risiko MI, stroke, nefropati diabetik, mikroalbuminuria, onset DM baru
  • Pertimbangkan memulai inhibitor ACE pada pasien berisiko tinggi, bahkan jika tidak ada hipertensi atau CHF
  • Dapat memperpanjang kelangsungan hidup pada CHF, mempertahankan fungsi ginjal pada DM
  • Dapat membantu untuk mencegah migrain
  • Pilihan yang baik pada pasien hiperlipidemia
  • Membutuhkan beberapa minggu untuk mencapai efek penuh; untuk memulai, menggunakan dosis rendah dan titrasi setiap 1-2 minggu

Pemakaian
Dikonsumsi ketika perut kosong

Dosis Captopril dan Pemakaian pada Anak-Anak

Hipertensi

  • Neonatus: 0,05-0,1 mg/kg/setiap dosis 8-24 jam, titrasi dosis sampai dengan 0,5 mg/kg/ setiap 6-24 jam
  • Bayi: 0,15-0,3 mg/kg/dosis; titrasi dosis ke atas untuk maksimum 6 mg/kg/hari dalam 1-4 dosis terbagi; 2,5-6 mg/kg/hari biasanya diperlukan
  • Anak-anak: 0,3-0,5 mg/kg/dosis; titrasi maksimal 6 mg/kg/hari dibagi setiap 6-12 jam
  • Anak-anak: 6,25-12,5 mg setiap 12-24 jam/dosis; titrasi tidak lebih dari 6 mg/kg/hari dibagi setiap 6-12 jam
  • Remaja: 12,5-25 mg/setiap 8-12 jam dosis; dapat meningkat sebesar 25 mg/dosis mingguan setiap 1-2 minggu 450 mg/hari

Informasi lainnya

Dikonsumsi ketika perut kosong

Penggunaan Obat Captopril pada Kehamilan dan Menyusui

Keamanan untuk kehamilan: kategori C, dan kategori D untuk trimester kedua dan ketiga.

Segera hentikan konsumsi obat captopril ketika kehamilan terdeteksi, selama trimester kedua dan ketiga kehamilan, obat dapat langsung bekerja pada sistem renin-angiotensin tubuh, yang menyebabkan kerusakan janin seperti hipotensi, hipoplasia pembentukan tengkorak neonatus, anuria, gagal ginjal reversibel maupun ireversibel, serta kematian.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: Tidak ada informasi

Untuk wanita hamil, tidak boleh mengkonsumsi obat captopril. Jika telanjur menggunakan, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Begitu pula dengan ibu menyusui, obat captopril yang mengandung ACE Inhibitor akan diteruskan kepada bayi melalui ASI, sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan. Jika memang Anda harus mengkonsumsi captopril, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

Kini, Anda telah mengetahui manfaat Captopril atau fungsi Captopril. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda untuk penggunaan obat ini agar lebih aman dan efektif.