Terbit: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda pasti sudah familiar dengan istilah cantengan. Cantengan umumnya terjadi di jari kaki dan menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman untuk berjalan. Ternyata cantengan tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, namun juga anak-anak usia bayi. Bagaimana mengatasinya?

Cantengan Juga Bisa Dialami oleh Bayi Lho Mom!

Apa itu cantengan?

Cantengan adalah kondisi dimana sudut ujung jari menjadi bengkak karena pertumbuhan kuku yang menjorok ke dalam. Umumnya kondisi ini dialami oleh orang dewasa, namun bisa juga dialami oleh bayi.

Cantengan pada bayi dapat membuat bayi rewel karena rasa nyeri yang mengganggu. Jika Anda melihat kuku jari kaki maupun tangan si kecil terdapat luka di bagian pinggir, maka sebaiknya jangan dibiarkan karena dapat menjadi infeksi serius yang disebut cantengan atau paronychia.

Beberapa penyebab cantengan pada bayi antara lain terlalu sering memakai kaos kaki, memotong kuku terlalu pendek, keadaan kuku yang secara alami tumbuh melengkung ke dalam.

Perawatan kuku bayi yang mengalami cantengan

Bagian kuku kaki bayi kadang luput dari perhatian orang tua. Banyak orang tua merasa belum perlu perawatan khusus pada kuku bayi karena dianggap kuku bayi masih rapuh dan cenderung tidak akan mengalami masalah apa pun. Namun sebenarnya, kuku bayi yang tidak dirawat dengan baik juga dapat memicu cantengan atau infeksi lainnya.

Pada bayi yang mengalami cantengan, Anda bisa merawatnya dengan merendam kakinya pada air hangat selama 10 menit, lalu mengoleskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi melebar. Selain itu sebaiknya Anda menghindari penggunaan kaos kaki atau sepatu yang terlalu sempit untuk mencegah kaki bayi mengalami cantengan.

Apabila cantengan disebabkan oleh pertumbuhan kuku yang tidak normal karena kondisi tulang yang membengkok, maka sebaiknya Anda memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui kemungkinan operasi untuk penyembuhan.

Yuk beri perhatian lebih pada kuku bayi!


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi