Candidiasis: Penyebab, Gejala, Pengobatan

candidiasis-doktersehat

DokterSehat.ComCandidiasis adalah salah satu jenis infeksi jamur pada manusia yang paling sering ditemui. Infeksi ini dapat menyerang kulit dan mukosa. Kandidiasis umumnya tidak berbahaya, tapi jika tidak ditangani tetap dapat memicu infeksi lainnya. Kenali lebih jauh tentang penyakit candidiasis melalui artikel ini!

Apa Itu Candidiasis?

Candidiasis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh beberapa jamur dari genus Candida. Umumnya candidiasis menyerang bagian kulit dan mukosa. Candidiasis dapat muncul di beberapa lokasi tubuh dan menyebabkan penyakit dengan gejala yang berbeda-beda.

Penyakit candidiasis dapat menular apabila melakukan kontak langsung dengan terinfeksi. Namun jika kondisi tubuh Anda dalam keadaan baik, biasanya tidak akan dengan mudah tertular candidiasis.

Penyebab Candidiasis

Penyebab candidiasis adalah infeksi jamur dari genus Candida. Species jamur yang paling sering menyebabkan candidiasis adalah jamur Candida albicans. Selain itu, jenis jamur Candida lainnya yang juga bisa menyebabkan kandidiasis adalah seperti Candida glabrata, Candida guilliermondii, Candida parapsilosis, dan Candida tropicalis.

Jamur biasanya akan berkembang di bagian kulit yang lembap, seperti pada daerah lipatan kulit. Perkembangan jamur yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit yang menyebabkan infeksi. Lokasi infeksi jamur yang berbeda akan menghasilkan jenis kandidiasis yang berbeda.

Faktor risiko candidiasis

Sistem kekebalan tubuh yang rendah dapat meningkatkan faktor risiko seseorang terkena candidiasis. Berikut adalah kondisi yang rentan terhadap kandidiasis:

  • Bayi
  • Ibu hamil
  • Penderita HIV/AIDS
  • Penderita diabetes melitus
  • Pasien yang mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu lama
  • Pasien yang mengonsumsi kortikosteroid dalam jangka waktu lama
  • Lansia yang menggunakan gigi palsu (rentan terhadap candidiasis oral).

Gejala Candidiasis

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa lokasi yang berbeda dapat menyebabkan kandidiasis yang berbeda. Gejala penyakit candidiasis yang dirasakan juga dapat berbeda-beda pada setiap jenisnya. Berikut adalah gejala candidiasis berdasarkan jenis atau lokasi munculnya kandidiasis:

  • Candidiasis pada kulit (intertrigo): Biasanya muncul di lipatan kulit seperti selangkangan, ketiak, bawah payudara, dan sela-sela jari. Menyebabkan bercak berwarna merah terang yang dapat meluas dan dikelilingi bintik merah kecil sehingga bentuknya menyerupai satelit. Bercak ini dapat terasa gatal, perih, bisa disertai nanah apabila diikuti dengan infeksi sekunder oleh bakteri.
  • Candidiasis pada mulut (candidiasis oral): Ditandai dengan bercak putih dalam mulut, bercak dapat berdarah apabila coba dibersihkan, luka di sekitar mulut, dan sensasi terbakar di mulut. Infeksi dapat menjalar hingga kerongkongan dan ditandai dengan kesulitan menelan.
  • Candidiasis di area kelamin wanita¬†(vulvovaginal candidiasis): Gejalanya adalah keputihan berwarna putih seperti keju dan konsistensinya kental, gatal di daerah sekitar kelamin, iritasi vagina (kemerahan), buang air kecil perih, dan nyeri pada perut bagian bawah.
  • Candidiasis di area kelamin pria (balanophosphitis): Ditandai dengan bercak berwarna merah pada daerah kelamin pria terutama pada ujung kemaluan. Kondisi ini lebih sering dijumpai pada pria yg belum pernah disirkumsisi. Gejala lainnya yang mungkin muncul adalah area kemaluan gatal dan rasa perih saat buang air kecil
  • Candidiasis pada bayi (napkin dermatitis): Biasanya disebabkan oleh kontak kulit dengan popok yang lembab dan kotor dalam waktu tertentu. Gejalanya sama seperti intertrigo dan dapat menyebar ke daerah kemaluan.
  • Candidiasis pada kuku (onikomikosis): Biasanya dijumpai pada jari-jari yang sering terpapar dengan air dalam jangka waktu yang lama. Gejalanya adalah perubahan warna kuku jadi kuning putih atau kecoklatan, kuku menjadi lebih rapuh, lebih tipis, mudah patah, dan plat kuku terlepas dari bantalan kuku. Onikomikosis sering disertai intertrigo pada jari kaki.

Diagnosis Candidiasis

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan pada pasien tentang gejala yang dialami. Selain itu, untuk memastikan diagnosis candidiasis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan seperti berikut ini:

  • Pemeriksaan fisik, dokter akan melihat langsung pada area tubuh yang terinfeksi untuk memastikan gejala yang muncul memang merupakan gejala candidiasis.
  • Pemeriksaan kerokan kulit atau kuku dengan KOH, yaitu mengambil sampel kulit/kuku yang terinfeksi dengan cara menyeka atau mengerok kulit atau dasar kuku. Sampel tersebut akan diperiksa menggunakan mikroskop untuk mengidentifikasi sel-sel jamur.

Penanganan Candidiasis

Penanganan penyakit candidiasis tentunya harus disesuaikan dengan jenis dan lokasi penyakitnya. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi kandidiasis:

1. Obat antijamur dari kelas azole

Obat antijamur dari golongan azole yang paling umum digunakan untuk mengatasi kandidiasis adalah clotrimazole, miconazole, dan ketoconazole. Obat-obatan ini dapat berbentuk obat topikal seperti krim untuk kulit atau gel untuk vagina. Obat jenis ini juga dapat berupa krim untuk mulut dan tablet hisap untuk mengatasi candidiasis oral.

2. Obat oral antijamur dari kelas azole

Obat oral juga mungkin diberikan apabila infeksi luas atau tidak dapat diatasi dengan menggunakan obat topikal. Obat oral juga berasal dari kelas azole, tapi jenisnya adalah seperti itroconazole, ketoconazole, dan fluconazole.

3. Obat antijamur lainnya

Obat antijamur lainnya yang dapat digunakan untuk mengatasi kandidiasis adalah seperti Amphotericin B dan nystatin. Amphotericin B dapat berbentuk oral dan suntik. Sedangkan untuk nystatin dapat berupa cairan suspensi, krim, dan tablet vagina. Nystatin krim adalah yang umum digunakan untuk mengatasi napkin dermatitis.

4. Antibiotik

Antibiotik adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik hanya diberikan apabila terjadi infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri.

Pencegahan Candidiasis

Jamur akan mudah berkembang di tempat yang lembap. Maka dari itu, untuk menghindari kandidiasis dan infeksi jamur lainnya, berikut langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar.
  • Jaga tubuh tetap kering, terutama area tubuh yang mudah lembap seperti area kemaluan.
  • Hindari menggunakan pakaian ketat.
  • Wanita sebaiknya menghindari penggunaan sabun khusus area kewanitaan.
  • Menjaga sistem imun tubuh. Penderita diabetes diharuskan untuk menjaga kadar gula, sedangkan penderita HIV/AIDS harus mengonsumsi obat ARV.
  • Lansia yang menggunakan gigi palsu diharuskan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Jika terjadi luka pada mulut akibat penggunaan gigi palsu, dapat diatasi dengan cara kumur menggunakan air garam.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia