Benarkah Makan Cabai Mampu Turunkan Tekanan Darah?

cabai-doktersehat
Photo Source: Flickr/around_the_corner

DokterSehat.Com– Ada anggapan yang menyebut kebiasaan makan cabai, baik itu dijadikan lalapan atau sambal bisa membantu menurunkan tekanan darah. Padahal, kita cenderung gemar mengonsumsi makanan pedas. Lantas, apakah memang cabai bisa memberikan manfaat kesehatan ini? Berikut adalah fakta-faktanya.

Kemampuan Cabai Dalam Menurunkan Tekanan Darah

Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya pada Agustus 2010 di dalam jurnal Cell Metabolism menghasilkan fakta bahwa cabai sepertinya memang bisa membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan capsaicin di dalamnya. Meskipun bisa membuat mulut terasa kepanasan, kandungan ini mampu membuat pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga akhirnya berdampak pada menurunnya tekanan darah.

“Kami menemukan fakta bahwa konsumsi capsaicin dalam jangka panjang bisa menurunkan tekanan darah pada tikus-tikus yang mengalami masalah hipertensi,” ucap Zhimimg Zhu dari Third Military Medical Unitersity, Chongqing, Tiongkok.

Capsaicin mampu mengaktifkan reseptor bernama transient receptor potential vanilloid 1 (TRPV1) yang bisa ditemukan pada aliran darah. Hal ini akan membuat produksi nitrit oksida meningkat. Sebagai informasi, nitrit oksida mampu memberikan perlindungan bagi pembuluh darah dalam melawan peradangan.

Hanya saja, mengingat penelitian ini masih menggunakan tikus percobaan, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui dampak capsaicin bagi tekanan darah manusia. Meskipun begitu, terdapat data yang mendukung kemampuan capsaicin dalam hal membantu mengatasi masalah hipertensi.

Sebagai contoh, sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa masyarakat di kawasan Timur Laut Tiongkok cenderung memiliki risiko terkena hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat Barat Daya Tiongkok yang hobi mengonsumsi makanan pedas atau cabai.

Lantas, bagaimana jika kita tidak suka makan pedas? Zhu menyebut ada solusi lain untuk mendapatkan manfaat penurunan tekanan darah, yakni dengan menggunakan merica Jepang yang cenderung tidak akan memberikan sensasi pedas yang berlebihan. Kandungan capsinoid di dalam merica Jepang disebut-sebut bisa memberikan manfaat yang sama.

Berbagai Manfaat Kesehatan Lain Dari Cabai

Tak hanya mampu membuat tekanan darah menurun, pakar kesehatan menyebut ada manfaat kesehatan lain dari hobi makan cabai atau makanan pedas.

Berikut adalah manfaat-manfaat kesehatan tersebut.

  1. Membuat Pencernaan Menjadi Lebih Lancar

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of Complementary and Integrative Medicine pada 2016 silam, dihasilkan fakta bahwa cabai bisa membantu laju pencernaan menjadi lebih lancar. Hal ini disebabkan oleh kemampuan cabai dalam membuat perut mulas dan akhirnya memicu keinginan buang air besar.

Kandungan di dalam cabai juga mampu memberikan perlindungan bagi lambung terhadap infeksi, meningkatkan produksi enzim, sekaligus membuat proses penyerapan nutrisi meningkat.

  1. Menurunkan Risiko Terkena Maag

Banyak orang yang menyebut makanan pedas atau cabai bisa memicu datangnya maag. Padahal, menurut penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Critital Reviews in Food Science and Nutrition, cabai justru bisa membantu menurunkan risiko terkena maag. Hal ini disebabkan oleh kandungan capsaicin yang bisa membuat sekresi asam menurun, membuat alkali terstimulasi, dan akhirnya mencegah terjadinya iritasi pada lambung.

  1. Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Mengonsumsi cabai merah sebanyak 10 gram saja sudah mampu meningkatkan pembakaran lemak. Makanan pedas juga bisa membantu menurunkan nafsu makan sehingga mengendalikan pola makan dengan lebih baik.

  1. Menurunkan Rasa Sakit

Kandungan capsaicin akan menurunkan zat P yang bisa membuat otak menerima sensasi nyeri. Hal ini berarti, cabai bisa membantu mengatasi nyeri akibat masalah pada persendian, tulang, atau masalah lainnya.

  1. Menetralkan Racun

Kandungan di dalam cabai bisa membantu proses detoksifikasi tubuh meningkat. Hal ini tentu akan mendukung sistem kekebalan tubuh menjadi semakin kuat.

Sumber:

  1. Epping, Janet. 2010. Hypertension and Chilli Peppers. medicalnewstoday.com/articles/196754.php (Diakses pada 7 September 2019).