Bunga Ini Ternyata Bisa Digunakan Untuk Pewarna Makanan

bunga-kenikir-doktersehat
Photo Credit: flickr/ Alejandro Bayer Tamayo

DokterSehat.Com– Setiap mendengar kata pewarna makanan biasanya kita cenderung membayangkan bahannya terbuat dari bahan-bahan kimia yang aman diperuntukkan untuk makanan. Namun beberapa pewarna pangan alami ternyata memang terbuat dari bahan makanan atau tumbuhan alami. Salah satunya adalah bunga.

Photo Credit: flickr/ Alejandro Bayer Tamayo

Bunga yang dapat digunakan sebagai pewarna pangan alami adalah bunga dari tanaman kenikir. Tanaman ini umumnya ditanam sebagi tanaman hias yang memiliki warna bunga kuning atau kuning tua. Kita umumnya mengenal tanaman kenikir dengan daun yang dapat dikonsumsi memilki bunga kuning dengan kelopak yang tidak bertumpuk. Namun, tanaman kenikir yang dapat digunakan sebagai pewarna alami adalah kenikir dengan bunga yang berwarna kuning-tua atau oranye dengan kelopak yang bertumpuk-tumpuk atau sering disebut bunga marigold meksiko (Tagetes Erecta). Bunga kenikir dengan jenis ini memiliki bau yang khas.

Warna kuning yang ada pada bunga kenikir tersebut dimanfaatkan untuk pewarna alami pangan. Warna pada bunga tersebut disebabkan adanya kandungan karotenoid dan flavonoid. Kandungan tersebut ada pada kelopak bunga kenikir dengan kandungan pigmen karotenoid 200x lebih besar dibandingkan dengan yang ada pada jagung. Karotenoid ini memiliki warna kuning dengan adanya pigmen lutein. Warna lutein yang ada pada bunga kenikir ini lebih baik daripada warna sintetis (warna karotenoid sintetis) karena sangat baik untuk industri makanan dengan sifatnya yang larut minyak. Di banyak negara di Eropa lutein dari bahan makanan alami sudah disetujui sebagai bahan tambahan pangan yang aman dan telah memiliki kode sendiri.

Pemanfaatan bunga kenikir ini sudah diteliti dan dipublikasikan oleh Institut Pertanian Bogor pada SEAFAST 2012 dan sudah mulai banyak diteliti untuk digunakan sebagai pewarna alami pangan di Indonesia.