Terbit: 2 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda mungkin pernah bermain bersama anak Anda lalu mengayun anak dengan menarik lengannya. Biasanya anak akan menyukainya karena memberinya sensasi terbang seperti helikopter. Namun ternyata permainan ini cukup berisiko bagi otot dan lengan anak.

Bunda, Ini Bahaya Mengayun Anak dengan Menarik Lengannya

Designed by Freepic.diller/ Freepik

Mengenal nursemaid’s elbow pada anak

Nursemaid’s elbow adalah kondisi pergeseran persendian pada siku yang sering dialami oleh anak-anak. Kondisi ini disebut nursemaid’s elbow karena biasanya pengasuh anak yang sering kali menarik atau menghentak tangan anak saat anak sedang bermain atau berlari. Nursemaid’s elbow dalam masyarakat Indonesia dikenal dengan istilah siku tertarik. Dikutip dari Kidspot, cedera ini sangat sering dialami oleh anak berusia 1-4 tahun.

Penyebab nursemaid’s elbow pada anak

Penyebab siku tertarik ini adalah karena ligamen anak berada pada posisi longgar dan tulang belum sepenuhnya terbentuk. Hal ini menyebabkan tulang jadi lebih mudah untuk bergeser dari tempatnya semula. Ketika anak semakin dewasa, ligamen akan semakin rapat dan menebal, tulang anak juga semakin mengeras sehingga risiko terjadinya nursemaid’s elbow berkurang.

Gejala anak mengalami nursemaid’s elbow

Umumnya kondisi cedera ini ditandai dengan keluhan rasa sakit di bagian lengan. Pada beberapa kasus tulang siku anak akan kembali ke posisinya semula, namun jika Anda ragu, sebaiknya segera bawa ke dokter anak atau ortopedi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Siku yang tertarik memang tidak menunjukkan gejala bengkak atau memar. Jadi jika anak mengeluh sikunya sakit meskipun tanpa memar, maka kemungkinan ia mengalami nursemaid’s elbow.

Penanganan dokter pun umumnya tidak menggunakan obat minum atau obat luar, hanya mengembalikan posisi tulang yang bergeser ke posisi awal. Segera setelah posisi tulang normal, anak sudah tidak akan merasakan sakit.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi