Terbit: 27 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Buah-buahan dikenal luas sebagai makanan yang baik bagi kesehatan, namun bagi penderita diabetes, beberapa jenis buah-buahan ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kondisi kesehatannya. Mereka pun diminta untuk lebih cermat saat memilih atau mengonsumsi buah demi mencegah datangnya komplikasi.

mangga-diabetes-doktersehat

Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Buah Sembarangan

Sudah menjadi rahasia umum jika penderita diabetes tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan. Mereka harus cermat dalam mengatur asupan kalori, gula, dan nutrisi lainnya demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang. Hal ini disebabkan oleh tubuh penderita diabetes yang sudah kesulitan untuk memproduksi insulin dengan normal sebagaimana orang yang sehat.

Sebagai informasi, insulin dalah hormon yang bisa membuat gula darah menjadi sumber energi. Jika jumlahnya tidak cukup, maka jumlah gula darah akan semakin meningkat dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi berbagai bagian tubuh seperti pembuluh darah, mata, dan organ-organ lainnya. Penderita diabetes juga cenderung tidak mendapatkan energi yang cukup sehingga mudah lelah dan mengantuk.

Meskipun termasuk dalam makanan yang sehat dan tinggi nutrisi, dalam realitanya ada banyak sekali jenis buah-buahan yang tinggi kandungan gula alami. Mengonsumsinya tentu bisa menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan signifikan dan membahayakan kondisi penderita diabetes.

Beberapa Jenis Buah Terburuk bagi Penderita Diabetes

Terdapat beberapa jenis buah-buahan yang sebaiknya dihindari penderita diabetes. Jika ingin mengonsumsinya, mereka harus berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Berikut adalah buah-buahan tersebut.

  1. Nanas

Salah satu buah yang cukup populer di Indonesia karena memiliki rasa kombinasi manis dan asam ini ternyata tidak bisa dikonsumsi dengan sembarangan oleh penderita diabetes, lho. Hal ini disebabkan oleh kandungan gula alaminya yang sangat tinggi.

Tak hanya buah nanas potong, jus nanas juga cenderung tinggi gula alami, tepatnya sekitar 16 gram untuk setiap cangkirnya. Memang, orang normal masih boleh mengonsumsi gula maksimal 50 gram setiap hari, namun bagi penderita diabetes, jumlah ini bisa jadi bisa membahayakan kondisinya.

  1. Jeruk Keprok

Jeruk keprok memiliki ukuran yang kecil dan rasa yang manis. Ukurannya yang cenderung mini jika dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya ini membuat banyak orang berpikir jika jeruk ini lebih aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Sayangnya, anggapan ini salah besar.

Di dalam dua jeruk keprok sudah terdapat kandungan gula sekitar 20 gram. Jumlah ini tentu sangat tinggi dan bisa memberikan dampak buruk bagi penderita diabetes, bukan?

  1. Mangga

Mangga dikenal luas sangat nikmat untuk dikonsumsi secara langsung, dijadikan jus, atau bahkan dijadikan campuran rujak. Masalahnya adalah buah lokal musiman di Indonesia ini ternyata dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes. Jika kita mengonsumsi secangkir mangga potong saja, kita sudah bisa mendapatkan gula alami sebanyak 23 gram. Jumlah ini tentu sangat banyak, bukan?

  1. Kiwi

Buah kiwi yang memiliki tampilan unik ini ternyata tidak direkomendasikan bagi penderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh kandungan gulanya yang cukup tinggi, tepatnya sekitar 16 gram untuk setiap cangkirnya.

  1. Leci

Di dalam secangkir leci terdapat sekitar 29 gram gula. Jumlah ini tentu sangat banyak dan bisa membahayakan kadar gula darah penderita diabetes jika dikonsumsi dengan sembarangan.

Penderita diabetes juga sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi kismis, buah kering, atau manisan buah. Selain itu, mereka juga harus cermat dalam minum jus. Meski tidak diberi tambahan gula, bisa jadi kadar gula alami di dalam jus ini sangat tinggi. Mereka sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

 

Sumber:

  1. Mardormo, Carrie. 9 Fruits to Avoid If You Have Diabetes. ca/food/healthy-food/fruits-for-diabetics-to-avoid/. (Diakses pada 27 Oktober 2019).

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi