Terbit: 7 Oktober 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pernah mendengar tentang buah buni? Buah berwarna merah terang dengan ukuran mungil ini ternyata dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Simak selengkapnya tentang tanaman buni melalui artikel berikut ini!

7 Manfaat Buah Buni, Efek Samping, dan Kandungannya

Apa Itu Buah Buni?

Buah buni adalah buah yang umum ditemukan di beberapa negara Asia seperti India, Malaysia, dan Singapura. Buah dengan nama latin Antidesma bunius ini dapat dikatakan langka di Indonesia, namun Anda dapat menemukan bibit buah ini di beberapa toko online maupun offline.

Buahnya berukuran kecil dan berwarna merah saat sudah masak. Buah ini juga dikenal dengan nama Queensland cherry. Beberapa bagian dari tanaman buah ini seperti buah, daun, dan kulit pohonnya dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan.

Buah buni dapat dinikmati secara langsung atau diolah menjadi selai atau rujak. Sedangkan bagian kulit pohon ini biasanya dibuat menjadi teh yang tentunya memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan.

Kandungan Buah Buni

Manfaat kesehatan dari buah ini tentunya tidak lain dan tidak bukan berasal dari kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Berikut adalah beberapa nutrisi yang terkandung dalam buah ini:

  • Protein 0,75 gr
  • Kalsium 0,12 gr
  • Fosfor 0,04 mg
  • Besi 0,001 mg
  • Tiamin (vitamin B1) 0,031 mg
  • Riboflavin (vitamin B2) 0,072 mg
  • Niasin (vitamin B2) 0,53 mg

Selain kandungan nutrisi di atas, buah ini juga kaya antioksidan yang tentunya sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menangkal radikal bebas.

Manfaat Buah Buni dan Bagian Tanaman Lainnya

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bukan hanya buahnya saja yang dikonsumsi dan bermanfaat, tapi bagian daun dan kulit pohon tanaman Antidesma bunius juga dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan.

Berikut adalah berbagai manfaat buah buni dan bagian tanaman lainnya yang sayang jika dilewatkan:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat buah buni yang pertama adalah dapat menjaga kesehatan jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah ini secara oral dapat menurunkan stres oksidatif dan peradangan pada jaringan jantung tikus yang diberi diet tinggi lemak.

Meskipun belum diketahui bagaimana cara kerja ekstrak tanaman ini untuk melindungi kerusakan jaringan jantung, namun ekstrak buah ini dianggap dapat menjadi alternatif yang cocok untuk melawan perkembangan kerusakan jaringan jantung.

2. Mengontrol Tekanan Darah

Manfaat yang kedua dari buah dan daun tanaman ini adalah dapat membantu mengontrol tekanan darah.

Tanaman ini dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit, salah satunya adalah tekanan darah tinggi. Hal ini diduga karena kadar polifenol dan aktivitas antioksidan yang tinggi dari ekstrak tanaman ini.

Pada dasarnya, menjaga tekanan darah tetap normal juga merupakan salah satu cara menjaga jantung sehat. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Menurunkan Kadar Gula Darah

Potensi selanjutnya yang terkandung dalam tanaman ini adalah dapat menurunkan kadar gula darah. Seperti yang kita ketahui, kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan diabetes.

Manfaat ini juga didapat dari kandungan polifenol yang tinggi. Polifenol terbukti dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan berkontribusi dalam penurunan risiko diabetes tipe 2.

4. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Kandungan polifenol yang tinggi dalam buah ini juga berpotensi menjaga kesehatan saluran pencernaan. Polifenol dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus sekaligus mengurangi bakteri berbahaya.

Hal ini dapat membantu pencernaan agar dapat bekerja dengan lebih baik dan mencegah berbagai gangguan pencernaan.

5. Mengatasi Sembelit

Buah satu ini juga dipercaya dapat memberikan efek pencahar apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Maka dari itu, Anda bisa mencobanya sebagai salah satu obat sembelit. Hal ini kemungkinan dikarenakan kandungan air yang tinggi dalam buah ini.

Namun jika Anda mengalami sembelit yang dibarengi dengan masalah pencernaan lainnya yang belum terdiagnosis, sebaiknya hindari mengonsumsi buah ini secara berlebihan.

6. Menurunkan Berat Badan

Salah satu cara untuk menurunkan berat badan adalah dengan menambahkan lebih banyak buah-buahan ke dalam pola makan Anda.

Buni dapat menjadi salah satu pilihan Anda. Kandungan polifenol di dalamnya kemungkinan berperan dalam hal ini. Menambahkan makanan yang mengandung polifenol dipercaya dapat membantu mencegah obesitas dan mempertahankan berat badan ideal.

Tentunya Anda juga harus tetap membarengi program penurunan berat badan dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara rutin apabila ingin menurunkan berat badan secara cepat dan ampuh.

7. Sumber Antioksidan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, buah ini kaya akan kandungan antioksidan.

Tubuh membutuhkan antioksidan untuk dapat melawan radikal bebas yang ada dalam tubuh. Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat memicu kerusakan sel.

Jika tubuh kekurangan antioksidan, tubuh akan lebih rentan terhadap berbagai penyakit kronis bahkan hingga kanker.

Apakah Buah Buni Aman Dikonsumsi?

Konsumsi buah ini relatif aman, namun sebaiknya konsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua bagian dari tanaman ini aman untuk dikonsumsi. Bagian buah, daun, dan kulit pohon bisa dimanfaatkan, namun bagian akarnya beracun.

Apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter lebih dulu sebelum mengonsumsi obat ini. Begitu juga apabila Anda sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau pun sedang menyusui.

Potensi alergi juga dapat terjadi pada sebagian orang. Apabila anda merasakan sensasi seperti gatal, ruam, mata berair, bersin, atau bahkan kesulitan bernapas, sebaiknya segera hentikan konsumsi buah ini dan konsultasikan kondisi Anda ke dokter.

 

 

  1. Anonim. Bignay (Antidesma Bunius). https://www.onlyfoods.net/bignay-antidesma-bunius.html. (Diakses 7 Oktober 2020).
  2. Meydani, Mohsen dan Syeda T. Hasan. 2010. Dietary Polyphenols and Obesity. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257683/. (Diakses 7 Oktober 2020).
  3. Petre, Alina. 2019. What Are Polyphenols? Types, Benefits, and Food Sources. https://www.healthline.com/nutrition/polyphenols. (Diakses 7 Oktober 2020).
  4. Shrikant, Nithya. 2019. 10 Health Benefits & Nutrition Values Of Bignay. https://www.stylecraze.com/articles/health-benefits-nutrition-values-of-bignay/. (Diakses 7 Oktober 2020).
  5. Udomkasemsab, Arunwan et al. 2018. Maoberry (Antidesma bunius) ameliorates oxidative stress and inflammation in cardiac tissues of rats fed a high-fat diet. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6307262/#CR19. (Diakses 7 Oktober 2020).

 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi