Terbit: 8 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Diakui atau tidak, di sekitar kita banyak bertebaran bahan-bahan alami yang bisa membantu mempercantik diri. Bahkan bahan yang sederhana seperti buah asam pun ternyata menyimpan kandungan luar biasa untuk membantu memancarkan aura dalam diri kita.

Tips Mengolah Buah Asam untuk Lunturkan Sel Kulit Mati

Di antara sekian banyak manfaat yang bisa diperoleh dari buah asam, salah satunya adalah untuk membantu proses eksfoliasi alias pengelupasan kulit. Jika selama ini Anda harus menghabiskan banyak waktu dan uang untuk pergi ke salon atau dokter, maka cobalah untuk melakukan eksfoliasi sendiri di rumah.

Buah asam mengandung AHA (alpha hydroxy acids) yang sangat baik digunakan untuk membersihkan wajah, hingga mengangkat sel-sel kulit mati. Tak hanya membasuh kotoran yang melekat di permukaan. Kekuatannya juga mampu membersihkan hingga ke dalam sehingga wajah akan tampak benar-benar bersih bersinar. Lalu bagaimana caranya?

Siapkan bahan-bahan, antara lain adalah bubur asam dan rock salt masing-masing satu sendok teh, serta satu sendok teh milk cream/yogurt. Proses pembuatannya pun sangat mudah karena tanpa melalui proses yang rumit. Kemudian campurkan ekstrak tamarind atau asam dengan rock salt. Setelahnya, tambahkan juga milk cream atau yogurt yang telah disiapkan.

Jika sudah merata, maka balurkan ke wajah dengan jari. Lakukan pijatan lembut dengan pola melingkar selama 5-7 menit. Pijatan ini diperlukan untuk merontokkan sel-sel kulit mati. Setelahnya, cuci wajah dengan air sampai bersih.

Masing-masing bahan dalam campuran ini memang memiliki kandungan yang baik untuk kulit. Karenanya campurkan dengan sempurna dan ulangi proses tersebut dua kali dalam seminggu untuk menghilangkan segala kotoran di kulit. Masker ini sangat baik untuk kulit kering maupun berminyak.

Siap mempercantik diri hemat, cepat, mudah, namun efektif? Yuk, mulai beli bahannya!


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi