Brucellosis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dll

Brucellosis-doktersehat

DokterSehat.Com – Brucellosis adalah penyakit menular pada manusia yang berasal dari infeksi binatang dan disebabkan oleh bakteri dari genus Brucella. Ketahui apa itu penyakit Brucellosis, penyebab, gejala, diagnosis, dan cara mengatasinya.

Apa Itu Brucellosis?

Brucellosis adalah penyakit yang dapat menginfeksi manusia dan hewan, disebabkan oleh bakteri Brucella.

Penyakit Brucellosis ditemukan di seluruh dunia dengan 500.000 kasus. Infeksi Brucellosis pada hewan umumnya menyerang kambing, domba, rusa, babi, sapi, anjing dan unta karena hewan tidak divaksinasi dan memiliki lingkungan yang kotor.

Brucellosis pada manusia umumnya terjadi dari kontak langsung dengan hewan atau mengonsumsi produk hewani, daging mentah yang terkontaminasi dan susu yang tidak dipasteurisasi. Bakteri Brucella juga dapat menular dari udara dan kontak dengan luka terbuka.

Infeksi Brucellosis umumnya menyebar luas di daerah Portugal, Spanyol, Prancis Selatan, Italia, Yunani, Turki, dan Afrika Utara. Bakteri Brucella dapat menyebar jika Anda tidak peduli pada pengendalian penyakit hewan dan menjaga kesehatan lingkungan pada umumnya.

Tipe Brucellosis

Brucellosis adalah infeksi yang ditularkan hewan tertentu ke manusia atau disebut juga penyakit zoonosis. Berikut ini adalah tipe Brucellosis yang ditularkan hewan ke manusia, yaitu:

  • Brucella Melitensis: Bakteri Brucella dari kambing, domba, dan unta.
  • Brucella Suis: Bakteri Brucella dari babi.
  • Brucella Abortus: Bakteri Brucella dari sapi, kerbau, rusa, unta, dan yak.
  • Brucella Canis: Bakteri Brucella dari anjing.

Brucella melitensis adalah penyebab Brucellosis manusia paling umum di seluruh dunia.

Penyebab Brucellosis

Berikut ini adalah penyebab Brucellosis, di antaranya:

  • Produk Susu

Penyakit Brucellosis dapat menyebar dari produk susu atau olahan susu dari hewan yang terinfeksi bakteri Brucella. Bakteri Brucella umumnya aktif di susu yang tidak dipasteurisasi dan produk olahan susu lainnya seperti keju, mentega, dan es krim.

  • Daging Mentah

Daging mentah dari hewan yang terinfeksi bakteri Brucella juga menjadi penyebab infeksi penyakit Brucellosis. Jika Anda memakan daging mentah atau daging setengah matang, sebaiknya hati-hati mengandung bakteri Brucella.

  • Inhalasi

Bakteri Brucella dapat menyebar dari udara. Orang-orang yang terinfeksi penyakit Brucellosis umumnya adalah petani, pekerja di rumah jagal, teknisi laboratorium yang punya kecenderungan menghirup bakteri Brucella dari hewan.

  • Kontak Langsung

Penyakit Brucellosis dapat menyebar dari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Misal Anda menyentuh darah, air mani, air liur, atau plasenta hewan yang terinfeksi bakteri Brucella. Jika Anda menyikat, menyentuh, atau bermain dengan hewan tersebut Anda tidak akan tertular.

Penyakit Brucellosis lebih banyak menular dari hewan ke hewan, atau hewan ke manusia. Sangat jarang terjadi kasus penularan Brucellosis dari manusia ke manusia.

Gejala Brucellosis

Tanda-tanda dan gejala Brucellosis umumnya seperti gejala demam biasa, sepert:

  • Demam
  • Berkeringat
  • Pegal-pegal
  • Nyeri sendi
  • Lemah dan lesu
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Emosional
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan turun
  • Batuk
  • Masalah pernapasan
  • Sakit dada
  • Sakit perut

Gejala Brucellosis mungkin berbeda di setiap orang tergantung pada kronisitas penyakit, kondisi tubuh, dan komplikasi lainnya. Jika Anda merasa baru saja kontak dengan hewan dan mengalami gejala-gejala Brucellosis di atas, mohon hubungi dokter.

Diagnosis Brucellosis

Gejala Brucellosis umumnya seperti penyakit flu dan pilek biasa namun tidak dapat dijelaskan. Berikut ini adalah diagnosis Brucellosis yang biasanya dianjurkan dokter, yaitu:

  • Tes darah
  • Tes urin
  • Tes sumsum tulang
  • Tes cairan Serebrospinal
  • Tes antibodi

Beri tahu dokter jika akhir-akhir ini Anda kontak dengan hewan secara langsung. Gejala Brucellosis baru akan muncul satu sampai dua bulan setelah Anda terpapar bakteri Brucella.

Cara Mengobati Brucellosis

Cara mengobati Brucellosis adalah dengan antibiotik. Penyakit Brucellosis dapat kambuh berkali-kali hingga penggunaan antibiotik multidrug sangat disarankan. Obat yang direkomendasikan adalah Vibramycin, streptomisin, rifampisin, gentamisin, dan sulfamethoxazole.

Antibiotik untuk Brucellosis dapat mengurangi gejala namun tingkat kekambuhan penyakit Brucellosis masih ada 5% sampai 10% jadi Anda harus tetap minum antibiotik tersebut dalam waktu berminggu-minggu.

Dokter akan memberikan Anda obat antibiotik Brucellosis sesuai dengan tingkat keparahan penyakit, komplikasi Brucellosis, dan kondisi tumbuh Anda. 

Komplikasi Penyakit Brucellosis

Antibiotik untuk menyembuhkan penyakit Brucellosis mungkin akan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Komplikasi yang mungkin terjadi jika pengobatan Brucellosis tidak berhasil, diantaranya:

  • Encephalitis atau radang otak
  • Endokarditis atau infeksi lapisan dalam jantung
  • Meningitis atau radang selaput otak
  • Arthritis

Kebanyakan penderita Brucellosis dapat bertahan terutama yang tidak terkena komplikasi penyakit lainnya. Kasus kematian karena penyakit Brucellosis sangat jarang terjadi yaitu hanya sekitar 2%.

Pencegahan Penyakit Brucellosis

Anda dapat melakukan tindakan pencegahan penyakit Brucellosis, sebagai berikut:

  • Hindari minum susu atau produk olahan susu yang belum dipasteurisasi.
  • Masak daging sampai matang.
  • Jika Anda bekerja di sawah, peternakan, laboratorium hewan, rumah jagal, atau yang berhubungan dengan hewan liar, mohon gunakan sarung tangan dan masker.
  • Melakukan program vaksinasi hewan sesuai prosedur.
  • Membersihkan sekitar kandang hewan.

Itulah beberapa pencegahan Brucellosis yang dapat Anda lakukan. Anda juga wajib menjaga pola hidup sehat dan kekebalan tubuh agar tidak mudah terpapar bakteri dari udara.

Itulah pembahasan tentang apa itu Brucellosis, penyebab, gejala, dan cara mengobati penyakit tersebut. Semoga informasi kesehatan ini bermanfaat bagi Anda. Bila ada gejala Brucellosis atau keluhan lainnya mohon hubungi dokter Anda.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

Sumber:

  • Doerr, Steven MD. 2018. Brucellosis. https://www.emedicinehealth.com/brucellosis/article_em.htm#brucellosis_facts. (Diakses pada 11 September 2019).
  • Rivers, Autumn and Elizabeth Boskey, PhD. 2016. Brucellosis. https://www.healthline.com/health/brucellosis. (Diakses pada 11 September 2019).
  • MayoClinic. 2018. Brucellosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brucellosis/symptoms-causes/syc-20351738. (Diakses pada 11 September 2019).
  • WebMD. 2018. Brucellosis: Causes, Symptoms, and Treatment. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/brucellosis-symptoms-treatment#1. (Diakses pada 11 September 2019).