Terbit: 3 Februari 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Salah satu jenis penyakit pada sistem pernapasan yang harus diwaspadai adalah bronkitis kronis. Simak informasi lebih lanjut mengenai bronkitis kronis mulai dari penyebab, gejala, hingga langkah-langkah pengobatan serta penanganannya.

Bronkitis Kronis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Apa Itu Bronkitis Kronis?

Bronkitis kronis adalah salah satu dari jenis penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK), yang mana hal ini terjadi ketika bronkial—saluran pernapasan yang berfungsi sebagai jalur udara menuju paru-paru—mengalami peradangan (inflamasi). Akibatnya, penderita penyakit ini akan sering mengalami batuk yang disertai lendir, hingga sesak napas.

Berbeda dengan bronkitis akut, bronkitis jenis ini terjadi secara bertahap dan berulang dalam jangka waktu yang cukup lama yakni bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang yang ditandai oleh kemunculan penyakit lainnya yaitu emfisema. Kombinasi keduanya inilah yang lantas dikenal sebagai PPOK.

Penyebab dan Faktor Risiko Bronkitis Kronis

Penyebab bronkitis kronis adalah adanya peradangan maupun iritasi pada bronkial. Alhasil, saluran pernapasan ini mengalami kerusakan yang berimbas pada berlebihnya produksi lendir. Banyaknya volume lendir tersebut lantas menyumbat bronkial yang seharusnya dilalui oleh udara. Akibatnya, suplai udaran menjadi terhambat dan terjadilah gejala sesak napas.

Selain itu, peradangan yang terjadi juga bisa menyerang cilia, yakni bagian dari bronkial yang menyerupai rambut dengan fungsinya sebagai penyaring debu, kuman, maupun elemen penyebab iritasi lainnya. Ketika cilia tidak dapat bekerja optimal dikarenakan meradang, saluran pernapasan berpotensi mengalami infeksi.

Lantas, apa yang menyebabkan bronkial bisa mengalami peradangan? Ada berbagai faktor yang ditengarai memainkan peran penting, di antaranya:

  • Rokok
  • Polusi udara (debu, asap kendaraan, dsb.)
  • Paparan bahan kimia
  • Infeksi paru-paru berkepanjangan

Beberapa faktor risiko lainnya juga disebut-sebut turut memperbesar risiko seseorang untuk mengalami penyakit saluran pernapasan yang satu ini, yaitu:

  • Lemahnya sistem imun tubuh
  • Penyakit refluks asam lambung (GERD)

Ciri dan Gejala Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis dapat dikenali dari sejumlah gejala. Anda mungkin mengalami penyakit ini apabila mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Batuk berkepanjangan
  • Batuk disertai lendir kental
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Demam
  • Meriang
  • Dada terasa kencang
  • Tubuh terasa lelah

Komplikasi Bronkitis Kronis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyakit ini jika tidak segera ditangani dapat bertambah buruk yang ditandai oleh kemunculan jenis gangguan pernapasan lainnya yaitu emfisema.

Ketika Anda mengalami bronkitis kronis yang disertai oleh emfisema, hal ini lantas disebut sebagai penyakit paru-paru obstruktif kronis. Inilah yang menjadi komplikasi dari penyakit tersebut yang perlu dihindari sebisa mungkin.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila:

  • Gejala sudah berlangsung lebih dari 3-4 minggu
  • Menyebabkan sulit tidur
  • Suhu tubuh di atas 38 derajat celcius
  • Lendir atau dahak disertai darah
  • Sesak napas berkepanjangan

Diagnosis Bronkitis Kronis

Guna memastikan apakah pasien mengalami bronkitis, dokter akan melakukan sejumlah tahapan tes pemeriksaan. Umumnya, tes pemeriksaan tersebut terdiri dari:

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan terlebih dahulu mengajukan sejumlah pertanyaan pada pasien berkaitan dengan keluhan yang dirasakan.

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah merokok?
  • Aktivitas apa saja yang dilakukan sehari-hari?
  • Apakah sering beraktivitas di luar ruangan atau tempat yang banyak terdapa polusi maupun paparan bahan kimia?

2. Pemeriksaan Fisik

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien, dalam hal ini saluran pernapasan hingga ke paru-paru. Guna mendukung tahapan ini, dokter menggunakan sejumlah metode pemeriksaan yaitu:

  • Tes fungsi paru-paru, adalah tes yang dilakukan untuk mengukur bagaimana organ pernapasan ini bekerja dalam mengatur keluar masuknya udara
  • Sputum, adalah pemeriksaan terhadap lendir atau dahak yang dikeluarkan oleh pasien saat batuk. Lendir akan dianalisis di laboratorium untuk melihat apakah bakteri yang bersarang di dalamnya atau tidak
  • X-Ray dada, adalah tes yang dilakukan untuk memeriksa bagian dalam dari dada di mana terdapat paru-paru. Metode ini akan memberikan citra paru-paru (dan jantung) untuk kemudian dianalisis oleh dokter apakah ada suatu kerusakan atau tidak
  • Computed tomography (CT Scan), adalah metode pemeriksaan yang tujuannya sama seperti X-Ray yakni untuk mendapatkan gambaran fisik dari sistem pernapasan. Akan tetapi, CT Scan mampu memberikan resolusi gambar yang lebih jelas dan detail

Pengobatan Bronkitis Kronis

Pengobatan bronkitis kronis disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Metode pengobatan penyakit ini terbagi menjadi dua yakni pengobatan secara medis dan pengobatan dengan mengubah pola hidup.

1. Pola Hidup

Cara mengobati bronkitis kronis bisa dimulai dari penerapan gaya hidup sehat. Cara-cara yang bisa dilakukan seperti:

  • Hindari aktivitas atau paparan rokok
  • Gunakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan maupun tempat yang banyak terdapat polusi udara dan bahan kimia
  • Olahraga
  • Melakukan vaksinasi secara berkala

2. Pengobatan Medis

Sementara pada kelanjutannya, pengobatan penyakit ini juga dilakukan secara medis, yaitu:

  • Bronkodilator, yakni obat yang fungsinya untuk merelaksasi saluran pernapasan
  • Antiinflamasi non steroidal, yakni obat yang fungsinya untuk meredakan pembengkakan pada bronkial sehingga memperlancar sirkulasi udara
  • Terapi oksigen (oxygen therapy), yakni terapi yang dilakukan pada kasus yang sudah tergolong parah karena sudah sampai menyebabkan rendahnya kadar oksigen di dalam darah. Biasanya, pasien akan diminta menggunakan alat bernama inhaler

Itu dia informasi mengenai bronkitis kronis yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan diri.

 

  1. Anonim. Chronic Bronchitis. https://www.webmd.com/lung/copd/copd-chronic-bronchitis#1 (Diakses pada 3 Februari 2020)
  2. Anonim. Bronchitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566 (Diakses pada 3 Februari 2020)
  3. Anonim. Chronic Bronchitis. https://www.lung.org/lung-health-and-diseases/lung-disease-lookup/chronic-bronchitis/ (Diakses pada 3 Februari 2020)
  4. Madell, R. 2016. Understanding Chronic Bronchitis. https://www.healthline.com/health/copd/understanding-chronic-bronchitis (Diakses pada 3 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi