Terbit: 20 Januari 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Bronkitis akut adalah peradangan pada selaput lendir (mukosa) bronkus, saluran pernapasan dari trakea hingga saluran napas di dalam paru-paru). Peradangan ini mengakibatkan permukaan bronchus membengkak dan menebal, sehingga saluran pernapasan relatif menyempit.

Bronkitis Akut: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Bronkitis terdiri dari dua jenis, di antaranya:

  • Bronkitis akut adalah kondisi yang lebih umum dan gejalanya dapat berlangsung selama beberapa hari dan bahkan beberapa minggu. Bronkitis jenis ini tidak akan kembali atau kambuh.
  • Bronkitis kronis adalah penyakit yang lebih serius dan gejalanya bisa berulang atau kambuh. Bronkitis kronis merupakan kondisi yang termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih dalam tentang bronkitis akut, dari penyebab, gejala hingga pencegahannya.

Apa Itu Bronkitis Akut?

Bronkitis akut adalah peradangan pada saluran pernapasan bagian bawah yang terjadi pada saluran udara (bronkus) paru-paru. Bronkitis jenis ini biasanya terjadi karena virus atau menghirup polusi yang mengiritasi paru-paru seperti asap tembakau, asap, debu, dan polusi udara. Bakteri juga kadang-kadang menyebabkan bronkitis yang akut.

Penyebab Bronkitis Akut

Penyakit ini apat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk infeksi virus, infeksi bakteri, iritan, dan kondisi paru-paru. Berikut penjelasannya:

1. Infeksi Virus

Penyakit ini sering disebabkan oleh infeksi virus. Biasanya oleh virus yang menyebabkan pilek dan flu.

2. Infeksi Bakteri

Bronkitis akut karena bakteri dapat berkembang setelah infeksi virus bronkitis. Kondisi ini terjadi akibat infeksi oleh beberapa bakteri, seperti Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, dan Bordetella pertussis (penyebab batuk rejan).

3. Iritan

Bronkitis akut adalah penyakit yang dapat disebabkan menghirup bahan iritan seperti asap rokok, kabut asap, atau paparan kimia, yang dapat menyebabkan peradangan pada trakea dan saluran bronkial.

4. Kondisi Paru-Paru

Penderita bronkitis kronis atau asma terkadang juga dapat mengalami penyakit ini. Kondisi ini tidak mungkin menular karena tidak disebabkan oleh infeksi.

Baca juga: Bronkitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Faktor Risiko

Berikut sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko terkena bronkitis akut:

  • Perokok aktif maupun perokok pasif.
  • Gastric reflux.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Sering terpapar iritan, termasuk debu atau bahan kimia.
  • Kurangnya vaksinasi untuk flu, pneumonia, dan batuk rejan.
  • Usia di atas 50 tahun.

Apakah bronkitis akut menular?

Penyakit ini menular, karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi jangka pendek yang dapat menyebar dari orang ke orang. Infeksi bisa menyebar melalui lendir yang keluar saat batuk, bersin, atau berbicara.

Sementara bronkitis kronis tidak menular, karena bukan disebabkan oleh infeksi. Sebaliknya, bronkitis jenis ini disebabkan oleh peradangan jangka panjang, yang biasanya akibat iritasi karena merokok.

Gejala Bronkitis Akut

Setiap penderitanya mungkin mengalami gejala yang berbeda. Tepai berikut ini gejala bronkitis akut yang paling umum:

  • Nyeri dada
  • Nyeri punggung dan otot
  • Batuk kering, tetapi kemudian batuk disertai lendir yang banyak
  • Sakit kepala
  • Panas dingin
  • Merasa lelah dan pegal
  • Hidung meler
  • Sesak napas
  • Mengi
  • Demam ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Mata berair

Gejala bronkitis akut bisa terlihat seperti kondisi lainnya atau masalah kesehatan. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Baca juga: Gejala dan Pengobatan Bronkitis pada Anak dan Bayi

Kapan harus ke dokter?

Bronkitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, jika gejalanya memburuk atau tidak kunjung lebih baik dari waktu ke waktu, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Diagnosis Bronkitis Akut

Dokter biasanya mendiagnosis penyakit ini dengan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes dilakukan untuk menghilangkan penyakit lain seperti pneumonia atau asma.

Berikut beberapa tes yang dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis bronkitis akut:

1. Rontgen Dada

Tes yang menggunakan sinar radiasi untuk membuat gambar jaringan internal, tulang, dan organ, termasuk paru-paru.

2. Analisa Gas Darah Arteri

Analisa gas darah arteri atau arterial blood gas (ABG), adalah tes darah yang digunakan untuk menganalisis jumlah karbon dioksida dan oksigen dalam darah.

3. Oksimetri Nadi (Pulse Oximetry)

Oksimeter adalah mesin kecil untuk mengukur jumlah oksigen dalam darah. Pengukuran dilakukan dengan menempelkan sensor kecil atau dijepit pada jari atau kaki. Saat mesin menyala, lampu indikator berwarna merah dapat dilihat pada sensor. Sensor ini tidak sakit dan lampu merah tidak menjadi panas.

4. Tes Lendir dan Dahak

Tes dahak yang dihasilkan batuk atau lendir dari hidung dapat dilakukan. Cara ini dapat membantu menemukan dan mengidentifikasi mikroorganisme penyebab infeksi.

5. Tes Fungsi Paru

Ini adalah tes yang membantu mengukur seberapa baik paru-paru menggerakkan udara masuk dan keluar. Tes sering dilakukan dengan mesin khusus yang Anda hirup.

Komplikasi Bronkitis Akut

Penyakit ini dapat memburuk dan berkembang menjadi bronkitis kronis atau pneumonia. Jika komplikasi ini terjadi, perawatan yang berbeda mungkin diperlukan.

Cara Mengobati Bronkitis Akut

Berikut sejumlah pengobatan alami yang dapat membantu meringankan gejala penyakit ini menjadi lebih baik:

  • Menggunakan pelembap udara (humidifier) untuk menciptakan kelembapan udara. Tips ini dapat membantu mengurangi lendir di saluran hidung dan dada, sehingga bernapas lebih lancar.
  • Minumlah cairan yang banyak untuk mengencerkan lendir. Terhidrasi membuat Anda lebih mudah untuk batuk atau mengeluarkan lendir melalui hidung.
  • Minum teh jahe. Jahe adalah rempah yang kandungan anti-inflamasi alami yang dapat meredakan saluran bronkial yang teriritasi dan meradang.
  • Konsumsi madu hitam untuk meredakan batuk. Madu juga dapat menenangkan tenggorokan dan memiliki sifat antivirus dan antibakteri.

Sementara itu, berikut beberapa pengobatan bronkitis akut secara medis:

  • Obat batuk. Bila batuk mengganggu waktu tidur, mungkin Anda bisa mencoba penekan batuk sebelum tidur.
  • Minum obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen, yang dapat meredakan sakit tenggorokan.
  • Jika memiliki alergi, asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dokter mungkin menganjurkan untuk menggunakan inhaler dan obat-obatan lain untuk mengurangi peradangan dan membuka saluran yang menyempit di paru-paru.

Pencegahan Bronkitis Akut

Berikut beberapa tips yang harus dilakukan untuk mencegah bronkitis akut:

  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok (perokok pasif. Asap rokok dapat meningkatkan risiko bronkitis kronis.
  • Vaksinasi. Banyak penderita bronkitis yang akut disebabkan oleh influenza, virus. Jadi, mendapatkan vaksin flu tahunan dapat membantu mencegah terkena flu. Anda juga mungkin dapat mempertimbangkan vaksinasi untuk mencegah beberapa jenis pneumonia.
  • Rajin mencuci tangan. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus, cucilah tangan dan membiasakan menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  • Menggunakan masker. Jika menderita COPD, Anda mungkin mempertimbangkan untuk memakai masker di tempat kerja jika rentan terpapar debu atau asap, dan berada di tempat umum.

 

  1. Learn About Acute Bronchitis. https://www.lung.org/lung-health-and-diseases/lung-disease-lookup/acute-bronchitis/learn-about-acute-bronchitis.html. (Diakses 20 Desember 2019)
  2. Khan, April. Ana G., dan Elizabeth B. 2017. Acute Bronchitis: Symptoms, Causes, Treatment, and More. https://www.healthline.com/health/bronchitis. (Diakses 20 Desember 2019)
  3. Acute Bronchitis. https://www.massgeneral.org/condition/acute-bronchitis. (Diakses 20 Desember 2019)
  4. Bronchitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566. (Diakses 20 Desember 2019)
  5. Bronchitis. https://www.webmd.com/lung/understanding-bronchitis-basics#1. (Diakses 20 Desember 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi