Terbit: 21 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Beberapa saat yang lalu, obat maag ranitidin ditarik peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM saat itu menganggap obat ini tercemar zat N-Nitrosodimethylamine atau NDMA yang berpotensi menyebabkan kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Hanya saja, kini obat ini kembali boleh diedarkan.

BPOM Kembali Izinkan Ranitidin bagi Pengidap Maag

BPOM Kembali Mengizikan Peredaran Ranitidin

Dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh BPOM pada 20 November 2019 kemarin, disebutkan bahwa peredaran dari beberapa jenis obat seperti ranitidin kembali diizinkan. Hal ini disebabkan oleh temuan BPOM tentang kandungan NDMA di dalam obat ini yang ternyata tidak melebihi batas aman sebagaimana yang dikhawatirkan sebelumnya.

“Pada 11 Oktober 2019, BPOM memuntuskan untuk meminta seluruh industri farmasi yang memegang izin edar dari produk ranitidin untuk menghentikan produksi, distribusi, atau peredaran dari obat ini untuk sementara demi memberikan perlindungan bagi masyarakat,” tulis pengumuman BPOM.

Meskipun begitu, BPOM juga menyebut surat ini tidak serta merta membuat produksi ranitidin benar-benar dihentikan untuk selamanya.

“Industri farmasi bisa memproduksi kembali sekaligus mengedarkan produk obat ranitidin asalkan produknya sudah dipastikan tidak memiliki kandungan NDMA melebihi batas aman yang sudah ditetapkan,” lanjut BPOM saat itu.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Setidaknya, 37 obat berjenis ranitidin boleh kembali diedarkan. Sebelumnya, obat-obatan ini ada yang benar-benar ditarik dari pasaran atau bahkan dimusnahkan.

“Masyarakat bisa mengecek produk ranitidin yang kembali diperbolehkan untuk beredar di pasaran di situs Badan POM atau lewat aplikasi cek BPOM. Informasi ini akan terus diperbarui demi kepentingan masyarakat yang membutuhkan obat ranitidin,” tulis BPOM.

Berbagai Obat Alami bagi Mereka yang Mengalami Masalah Maag

Selain dengan mengonsumsi obat berjenis ranitidin, pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara alami lainnya yang bisa kita lakukan demi mengatasi masalah maag.

Berikut adalah cara-cara tersebut.

  1. Minum Teh Chamomile

Teh chamomile berasal dari bunga chamomile. Teh ini memang belum begitu populer di Indonesia, namun kini semakin banyak orang yang mulai mengonsumsinya karena tahu manfaat kesehatannya cukup besar.

Tak disangka, pakar kesehatan menyebut teh ini bisa membantu mengatasi masalah maag dengan efektif, lho. Hal ini disebabkan oleh kemampuan teh chamomile dalam membuat pencernaan menjadi lebih tenang. Minuman ini juga bisa membuat kita bisa tidur dengan lebih cepat dan nyenyak.

Teh chamomile bisa membantu menurunkan kadar asam lambung dengan efektif sehingga akan membuat gejala maag menurun. Peradangan yang ada di dalam perut juga bisa ditekan dengan signifikan.

  1. Jahe

Minuman jahe hangat memang sangat nikmat untuk dikonsumsi, khususnya jika kita ingin membuat badan terasa jauh lebih nyaman dan hangat. Tak disangka, mengonsumsinya ternyata juga bisa mengatasi masalah maag dan asam lambung.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan jahe dalam melawan bakteri berjenis helicobacter pylori yang bisa menyebabkan masalah pada pencernaan.

  1. Lidah Buaya

Lidah buaya lebih sering dianggap sebagai tanaman yang bisa membantu merawat kecantikan kulit. Hanya saja, tanaman ini juga bisa membantu mengatasi gejala pencernaan seperti mual-mual dan muntah, perut kembung, hingga gangguan asam lambung. Kita hanya perlu mengonsumsi lidah buaya yang sudah dijus demi mendapatkan manfaat kesehatan ini.

  1. Madu

Langsung mengonsumsi madu sebanyak satu sendok teh atau mencampurkannya dalam air hangat atau minuman teh terbukti mampu melawan peradangan di dalam saluran pencernaan dan mengatasi masalah asam lambung.

  1. Baking Soda

Baking soda ternyata juga bisa membantu mengatasi masalah asam lambung karena memiliki kandungan natrium bikarbonat yang bisa memberikan perlindungan bagi usus dan lambung. Kita hanya perlu mengonsumsi baking soda yang sudah dilarutkan di dalam air.

 

Sumber:

  1. 2019. Herbal remedies for heartburn. www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/herbal-remedies-for-heartburn. (Diakses pada 21 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi