Botol Plastik dan Kemasan Kaleng Bisa Sebabkan Hipertensi?

botol-minum-doktersehat
Photo Source: Flickr/calliope

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang tergolong dalam pembunuh diam-diam adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebutan ini berasal dari kecenderungan hipertensi yang tidak menyebabkan gejala apapun hingga akhirnya menyebabkan komplikasi seperti serangan jantung atau stroke. Karena alasan inilah kita harus sebaik mungkin mencegah kedatangannya.

Kemasan makanan dari kaleng atau botol plastik bisa memicu hipertensi?

Selain karena pola makan yang buruk, pakar kesehatan menyebut botol plastik minuman kemasan atau kemasan kaleng juga bisa mempengaruhi risiko terkena hipertensi. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan bisphenol A atau yang dikenal dengan BPA di dalamnya. Kandungan ini memang bisa membantu makanan menjadi lebih awet, sayangnya, kandungan ini juga bisa meningkatkan risiko beberapa jenis masalah kesehatan layaknya kanker atau penyakit jantung.

Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Seoul National University College of Medicine, Korea Selatan, menghasilkan fakta bahwa kandungan BPA ini bisa memberikan pengaruh buruk pada organ kardiovaskular manusia. Dalam penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa mereka yang sering mengonsumsi minuman kalengan cenderung mengeluarkan urine dengan kadar BPA yang cukup tinggi. Selain itu, tekanan darahnya juga cenderung lebih tinggi dari normal.

Para peneliti menyebut kandungan BPA bisa membuat tekanan darah sistolik meningkat hingga 5 mmHg. Jika hal ini sering terjadi, maka risiko terkena hipertensi bisa meningkat dengan signifikan.

Berbagai penyebab hipertensi yang sebaiknya kita hindari

Selain kemasan makanan atau minuman yang terbuat dari bahan plastik atau kaleng, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai hal-hal lainnya yang bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Berikut adalah berbagai penyebab peningkatan tekanan darah tersebut.

  1. Konsumsi garam yang berlebihan

Sebenarnya, garam tidak selalu buruk bagi kesehatan tubuh. Jika menggunakannya dengan porsi atau frekuensi yang tepat, maka kita bisa mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal, namun jika kita mengonsumsi garam dengan berlebihan, maka risiko hipertensi bisa meningkat dengan signifikan.

Hal ini disebabkan oleh penumpukan natrium di dalam tubuh yang akhirnya menyebabkan retensi cairan. Kondisi inilah yang akhirnya membuat tekanan darah di dalam pembuluh darah terus meningkat. Kandungan di dalam garam ini juga bisa membuat dinding pembuluh darah arteri semakin melemah.

Selain garam yang digunakan untuk memasak, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk mewaspadai makanan kemasan seperti camilan, daging olahan, serta makanan cepat saji yang cenderung tinggi kadar garam. Batasi konsumsi makanan-makanan ini demi menjaga asupan garam agar tidak berlebihan.

  1. Stres

Sering terkena stres juga bisa menyebabkan risiko hipertensi naik dengan signifikan. Masalahnya adalah stres sering dialami oleh masyarakat modern, baik itu karena masalah ekonomi, pekerjaan, hingga hal-hal yang terlihat sepele seperti kemacetan.

Stres terbukti mampu meningkatkan tekanan darah hingga 30-40 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon kortisol, adrenalin, dan norepinefrin yang bisa membuat denyut jantung meningkat. Hormon-hormon ini bisa membuat pembuluh darah semakin menyempit hingga akhirnya membuat tekanan darah meningkat.

Stres juga bisa membuat kita lebih sering merokok dan mengonsumsi alkohol. Padahal, rokok dan alkohol bisa menyebabkan tekanan darah naik sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

  1. Malas bergerak

Jarang berolahraga dan sering malas bergerak akibat pekerjaan yang hanya dilakukan dengan posisi duduk dalam waktu yang lama ternyata juga bisa meningkatkan risiko hipertensi.

  1. Obesitas

Mengalami kelebihan berat badan terbukti mampu memperberat kinerja jantung dan pembuluh darah hingga akhirnya membuat risiko hipertensi meningkat.