Boron: Fungsi, Dosis, Efek Samping

boron-doktersehat

DokterSehat.Com – Boron adalah salah satu jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Pada manusia, boron digunakan dalam bentuk suplemen untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan tertentu. Ketahui fungsi boron, dosis, hingga efek sampingnya melalui artikel ini!

Apa Itu Boron?

Boron adalah unsur kimia dengan simbol B dan nomor atom 5 dalam sistem periodik unsur. Unsur boron dapat ditemukan dalam beberapa sumber makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan beberapa jenis buah-buahan.

Boron adalah salah satu unsur yang paling dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Sedangkan untuk penggunaan pada manusia, boron tersedia dalam bentuk suplemen yang dipercaya memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Boron bekerja dengan memengaruhi kerja mineral lain dalam tubuh seperti kalsium, magnesium, dan juga fosfor.

Boron juga berpengaruh pada peningkatan hormon testosteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita. Hal ini juga membuat boron dapat digunakan untuk beberapa masalah kesehatan terkait dengan hormon tersebut. Mineral ini juga memiliki sifat antioksidan.

Fungsi Boron

Boron digunakan sebagai obat dalam bentuk suplemen. Berikut adalah beberapa kegunaan boron dalam bidang kesehatan:

1. Meningkatkan kesehatan tulang dan otot

Fungsi boron yang pertama adalah untuk meningkatkan kesehatan tulang dan juga otot.

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa boron bekerja memengaruhi beberapa mineral dalam tubuh termasuk kalsium, magnesium, dan juga fosfor. Ketiga mineral ini adalah mineral yang sangat penting dalam pembentukan tulang.

Selain itu, boron juga dapat meningkatkan hormon estrogen. Hormon ini juga memiliki peran penting untuk kesehatan tulang pada wanita.

2. Mengatasi ketidakseimbangan hormon seksual

Boron dapat meningkatkan produksi hormon seksual pada pria dan juga wanita.

Hal ini membuat boron juga dipercaya dapat mengatasi ketidakseimbangan hormon seksual. Kondisi hormon yang tidak seimbang dapat memberikan efek baik pada fisik maupun mental seseorang.

Pada wanita, penurunan kadar hormon juga terjadi pada masa menopause. Penggunaan boron dapat menurunkan berbagai gejala post menopause termasuk menurunkan stres dan juga mencegah osteoporosis.

3. Mengatasi nyeri haid

Kegunaan boron selanjutnya adalah untuk mengatasi nyeri haid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dosis 10 mg boron yang dikonsumsi harian oleh wanita yang mengalami nyeri haid dapat membantu mengatasi nyeri tersebut secara signifikan.

4. Mengatasi arthritis

Fungsi boron lainnya adalah dapat membantu meringankan gejala arthritis.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa boron memiliki sifat antiinflamasi yang efektif menurunkan gejala arthritis, termasuk juga jenis rheumatoid arthritis. Kegunaan boron ini berkaitan dengan kemampuan boron yang dapat meningkatkan integrasi kalsium ke tulang dan tulang rawan.

5. Infeksi vagina

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa boron dapat membantu mengatasi infeksi vagina.

Asam borat yang merupakan bentuk paling umum dari boron digunakan untuk mengobati infeksi jamur kandidiasis pada vagina, termasuk pada infeksi yang tidak membaik dengan obat-obatan lain. Meskipun begitu, kegunaan boron satu ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

6. Meningkatkan kemampuan kognitif

Seiring dengan bertambahnya usia, umumnya kemampuan kognitif seseorang akan semakin menurun.

Salah satu fungsi boron adalah dapat meningkatkan fungsi kognitif dan keterampilan motorik halus pada orang tua. Fungsi satu ini dibuktikan oleh beberapa penelitian dan masih membutuhkan lebih banyak lagi penelitian untuk membuktikan efisiensinya.

7. Mencegah kanker

Boron diduga memiliki aktivitas antioksidan, hal ini yang membuat boron dipercaya dapat  membantu mencegah kanker.

Konsumsi makanan tinggi boron dapat mencegah kanker seperti kanker paru-paru. Sebuah penelitian menunjukkan boron juga dapat mencegah perkembangan kanker prostat pada manusia. Selain itu, bentuk lain dari boron, yaitu asam borat, dipercaya dapat meringankan gejala efek samping dari kemoterapi.

Dosis Boron

Dosis boron dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Dosis boron yang lazim diberikan adalah sebagai berikut ini:

  • Dewasa: 1-20 mg per hari. Dosis maksimalnya tidak melebihi 20 mg perhari.
  • Anak usia 13-18 tahun: 17 mg per hari.
  • Anak usia 8-13 tahun: 11 mg per hari.
  • Anak usia 3-8 tahun: 6 mg per hari.
  • Anak usia 1-3 tahun: 3 mg per hari.

Dosis di atas adalah dosis konsumsi boron yang boleh diberikan berdasarkan usia. Dosis untuk pengobatan dapat berbeda menyesuaikan dengan kondisi penyakit dan kondisi pasien.

Jangan menggunakan boron melebihi dosis di atas. Jika ingin mengganti dosis boron yang digunakan sebagai obat, sebaiknya diskusikan dengan dokter maupun apoteker sebelumnya.

Efek Samping Boron

Penggunaan boron sebagai suplemen pada dasarnya relatif aman, asalnya digunakan sesuai dengan dosis dan petunjuk penggunaan yang tepat. Namun sama halnya seperti obat lainnya, boron juga memiliki potensi menimbulkan efek samping.

Berikut adalah efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan boron:

  • Infeksi kulit
  • Diare
  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Feses berwarna biru atau kehijauan
  • Gangguan ginjal

Efek samping tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat dari penggunaan dosis yang kurang tepat, penggunaan jangka panjang, atau akibat kondisi tertentu dari pasien.

Jika terjadi efek samping serius atau reaksi alergi, hentikan penggunaan boron dan segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Perhatian dan Peringatan Penggunaan Boron

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan penggunaan boron:

  • Penggunaan boron pada wanita hamil pada usia 19-50 tahun aman jika dosisnya adalah di bawah 20 mg per hari. Penggunaan pada wanita hamil di usia 14-18 tahun sebaiknya di bawah 17 mg per hari.
  • Penggunaan boron sebaiknya dihindari pada kondisi yang sensitif terhadap hormon estrogen seperti pada kanker payudara, kanker rahim, kanker ovarium, endometriosis, dan fibroid rahim.
  • Penggunaan boron tidak disarankan untuk pasien yang memiliki gangguan fungsi ginjal karena ginjal akan bekerja terlalu keras untuk membersihkan boron dari tubuh.